Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
JACOBI 3

JACOBI 3

Ratings: (0)|Views: 494 |Likes:
Published by ayiep_ckp

More info:

Published by: ayiep_ckp on Mar 31, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/06/2013

pdf

text

original

 
PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR DENGANMETODE ITERASI
Susilo Nugroho (M0105068)
1.
Latar Belakang Masalah
Sistem persamaan linear yang terdiri dari
n
persamaan dengan
n
variabel
x
1
,x
2
,...,x
n
dinyatakan dengan
a
11
x
1
+
a
12
x
2
+
...
+
a
1
n
x
n
=
b
1
a
21
x
1
+
a
22
x
2
+
...
+
a
2
n
x
n
=
b
2
.
+
.
+
...
+
.
=
.a
n
1
x
1
+
a
n
2
x
2
+
...
+
a
nn
x
n
=
b
n
(1.1)Sistem (1.1) dapat diekspresikan dengan bentuk perkalian matriks. Sistem per-samaan linear dapat diselesaikan dengan metode langsung atau metode iterasi.Kedua metode tersebut mempunyai kelemahan dan keunggulan. Metode yangdipilih akan menentukan keakuratan penyelesaian sistem tersebut. Dalam kasustertentu, yaitu sistem yang besar, metode iterasi lebih cocok digunakan. Dalammenentukan penyelesaian sistem persamaan linear, metode iterasi menggunakanalgoritma secara rekursif. Algoritma tersebut dilakukan sampai diperoleh suatunilai yang konvergen dengan toleransi yang diberikan. Ada dua metode iterasiyang sering digunakan, yaitu metode Jacobi dan metode Gauss-Seidel. MetodeJacobi dikenalkan oleh Carl Jacobi (1804-1851) dan metode Gauss-Seidel dike-nalkan oleh Johann Carl Friedrich Gauss (1777-1855) dan Philipp Ludwig vonSeidel (1821-1896).2.
Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, permasalahan yang dibahas yaitu(1) bagaimana penurunan algoritma metode Jacobi dan metode Gauss-Seidel?(2) bagaimana penerapan metode Jacobi dan metode Gauss-Seidel pada suatukasus?
 
(3) bagaimana menganalisis eror secara numerik metode Jacobi dan metodeGauss-Seidel?3.
Tujuan
Tujuan makalah ini adalah(1) menjelaskan tentang penurunan algoritma metode Jacobi dan metodeGauss-Seidel(2) menjelaskan tentang penerapan metode Jacobi dan metode Gauss-Seidelpada suatu kasus(3) menganalisis eror secara numerik metode Jacobi dan metode Gauss-Seidel4.
Penurunan Algoritma
Dalam bagian ini, metode Jacobi dan metode Gauss-Seidel diturunkan ulang.Penurunan tersebut mengacu pada May [3].4.1.
Metode Jacobi.
Persamaan ke-
i
dalam sistem persamaan (1.1) dinyatakansebagai
a
i
1
x
1
+
a
i
2
x
2
+
...
+
a
ii
x
i
+
...
+
a
in
x
n
=
b
i
, dimana
i
= 1
,
2
,
3
,...,n.
(4.1)Persamaan (4.1) dapat diekspresikan sebagai
a
ii
x
i
+
n
 j
=1
,j
=
i
a
ij
x
 j
=
b
i
(4.2)Dari (4.2) dapat diperoleh penyelesaian persamaan ke-
i
yaitu
x
i
=1
a
ii
[
b
i
n
 j
=1
,j
=
i
a
ij
x
 j
] (4.3)Dengan demikian, algoritma metode Jacobi diekspresikan sebagai
x
(
k
+1)
i
=1
a
ii
[
b
i
n
 j
=1
,j
=
i
a
ij
x
(
k
)
 j
], dimana
k
= 0
,
1
,
2
,...
(4.4)Untuk menyelesikan sistem persamaan linear dengan metode Jacobi (maupunmetode Gauss-Seidel) diperlukan suatu nilai pendekatan awal yaitu
x
(0)
. Nilai
x
(0)
biasanya tidak diketahui dan dipilih
x
(0)
= 0.
 
4.2.
Metode Gauss-Seidel.
Metode Gauss-Seidel pada prinsipnya hampir samadengan metode Jacobi. Pada metode Jacobi,
x
(
k
+1)
i
dihitung dari
x
(
k
)1
,x
(
k
)2
,...,x
(
k
)
n
,tetapi nilai estimasi baru dari
x
(
k
+1)1
,x
(
k
+1)2
,...,x
(
k
+1)
i
1
sudah dihitung. Dalammetode Gauss-Seidel, nilai estimasi baru tersebut digunakan dalam perhitungan.Seperti dalam metode Jacobi, penyelesaian persamaan ke-
i
diekspresikan menja-di persamaan (4.3). Tetapi sekarang karena nilai estimasi baru yang digunakandalam perhitungan maka penjumlahan pada persamaan (4.3) diekspresikan kem-bali menjadi dua bagian sehingga diperoleh
x
i
=1
a
ii
[
b
i
i
1
 j
=1
a
ij
x
 j
n
 j
=
i
+1
a
ij
x
 j
]
.
(4.5)Dengan demikian, algoritma matode Gauss-Seidel diekspresikan sebagai
x
(
k
+1)
i
=1
a
ii
[
b
i
i
1
 j
=1
a
ij
x
(
k
+1)
 j
n
 j
=
i
+1
a
ij
x
(
k
)
 j
]
.
(4.6)4.3.
Konvergensi Metode Jacobi dan Metode Gauss-Seidel.
MenurutMay [3], untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dengan metode iterasi,koefisien matriks
A
dipecah menjadi dua bagian, N dan P, sedemikian sehingga
A
=
. Dengan demikian dapat diperoleh bahwa
(x
x
(
k
+1)
) =
(x
x
(
k
)
) atau(x
x
(
k
+1)
) =
(x
x
(
k
)
) dengan
=
1
P.
(4.7)Kemudian didefinisikan eror pada iterasi ke-
k
yaitu
e
(
k
)
= x
x
(
k
)
.
(4.8)Sehingga eror pada iterasi ke-(
k
+ 1) dapat dinyatakan sebagai
e
(
k
+1)
=
Me
(
k
)
.
(4.9)Oleh karena itu, dari persamaan (4.9) maka eror pada iterasi ke-
k
pada persamaan(4.8) dapat dituliskan kembali menjadi
e
(
k
)
=
k
e
(0)
.
(4.10)

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
rendydharma liked this
Narwan Ginanjar liked this
Nash Stockhom liked this
Narwan Ginanjar liked this
-Nna Naa- liked this
Meela Weedha liked this
deasysartika liked this
Al Yara Hasan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->