Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ANDRAGOGI

ANDRAGOGI

Ratings: (0)|Views: 10 |Likes:
Published by Dedy Filan Aswan

More info:

Published by: Dedy Filan Aswan on Apr 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2014

pdf

text

original

 
BAB 9METODE PELATIHAN
A.
PENDAHULUAN
Pelatihan adalah salah satu metode dalam pendidikan orangdewasa atau dalam suatu pertemuan yang biasa digunakan dalammeningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan mengubah sikap pesertadengan cara yang spesifik. Pengetahuan tentang jenis pelatihan danbagaimana merancang suatu pelatihan ini sangat penting, agar pelatihanyang dilaksanakan dapat efektif mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Ada beberapa penulis yang telah menjelaskan metode pelatihandari sudut pandang, penekanan dan kepentingan mereka, antara lain:Morgan, et al. (1976), Lunandi (1982), Malon (1984).Bab ini akan membahas pelatihan kepekaan, pelatihankepemimpinan, pelatihan kerja, pelatihan partisipasif, dan rancanganpelatihan, khususnya mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dalammerancang pelatihan, prosedur perancangan pelatihan, dan pengaturanruangan pelatihan.
 
B. PEMBHASANPELATIHAN KEPEKAAN
Setelah perang dunia ll, Dr. Lee Bradford dan kawan-kawanmengorganisasikan Laboratorium Pelatihan Nasional di Bethel, Maine,USA. Dr. Bradford dkk. percaya bahwa ada suatu metode yang dapatmembantu peserta lebih memahami diri mereka sendiri, dan melaluipelatihan kelompok peserta sehingga mempunyai perasaan pekaterhadap teman sekerja mereka.Hal itu memerlukan perjuangan yang besar dari Dr. Bradford dkk.untuk dapat memperoleh penerimaan dari banyak kelompok. TujuanLaboratorium Pelatihan Nasional bukanlah merupakan hal yangmenyimpang dari yang biasa terdapat di pelatihan pada umumnya,kecuali tujuan khususnya, yaitu membuat orang memahami diri sendiri,dengan bergaul dengan baik dengan rekan kerja, dan mampu membuatkeputusan sendiri.
1.
KELOMPOK-T Jantung pelatihan adalah kelompok-T, suatu istilah yang samaartinya dengan kelompok training (kelompok pelatihan). Pengalamankelompok-T dianggap sebagai aspek yang terpenting, sebab dalamkelompok-T seseorang memperoleh pengaruh emosional yang kuat.Diharapkan bahwa kelompok-T dapat berperan sebagai wadahpeleburan” interksi personal yang dapat menghasilkan suasana belajaryang kondusif. Suasana yang kondusif adalah salah satu unsur utamadari pengalaman-pengalaman kelompok-T mungkin tidak salingmengenal satu sama lain, karena dari latar belakang kehidupan yangsangat berbeda, atau mungkin mereka datang dari pekerjaan tertentu,seperti pekerjaan mengajar dan lain lain.Introspeksi, evaluasi diri atau kegiatan kecil kelompok sekitar “disini dan sekarangyang intensif merupakan kegiatan yang biasadilakukan oleh kelompok-T. Maksud dari istilah “di sini dan sekarang”adalah percakapan dan tanggapan dalam kelompok-T tidak boleh
 
dibawa keluar dari kelompok-T. pernyataan yang terus terang dankadang kala kasar, tidak boleh dibawa keluar kelompok-T, cukup terjadidalam kelompok-T saja. Pada titik ini, yakni menyebabkan reaksi yangtidak menyenangkan.Setiap kelompok-T harus mempunyai seorang pelatih ahli.Sementara ia bicara atau bergerak di antara 10-12 orang anggotakelompok , ia berada di situ untuk mengamati kelompok dari waktu kewaktu. Fungsi yang sangat penting ini memerlukan keahlian. Pelatihyang kompoten harus hadir untuk mengamati reaksi anggota kelompokketika mereka menghadapi situasi yang membingungkan. Tanpaadanya agenda atau arahan yang jelas, situasi yang membingungkancenderung menyebabkan “sifat manusia yang kasar” timbul; disaatinilah diperlukan seorang ahli untuk menganalisis siapa yng berbicarakepada siapa, suasana belajar yang bagaimana yang terjadi, siapapimpinan kelompok, apakah ada agenda yang tersembunyi, dan lain-lain. Pelatih mengandalkan pengamatannya dan mengananlisis situasikritis untuk membantu peserta dalam menumbuhkan kelompok,sementara pelatihan tetap berlangsung.
2.
PERSIAPAN PELATIHANMengamati situasi di perusahaan atau di rumah merupakan halyang penting, yaitu menentukan masalah yang perlu pemecahan..identifikasi masalah biasanya merupakan langkah pertama menujupemecahan masalah. Individu perlu bertanya kepada dirinya sendiri.Apakah ia sedang tergelincir? Apakah ia tidak pernah memperolehposisi puncak di kantornya? Apakah ia merasa hubungan denganteman-temannya kurang serasi?Perlu dipertanyakan juga apakah kegiatan awal dalamlaboratorium pelatihan kepekaan dapat diungkapkan kepada calonpeserta, sehingga peserta yang masuk ke laboratorium mempunyaikonsep harapan tentang manfaat apayang dapat diberikanlaboratorium kepadanya.Pengenalan laboratirium pelatihan mungkin menyebabkan shocksehingga ia menyebabkan calon peserta mengurungkan niat untukmengikuti pelaithan. Semestinya, pengenalan tersebut tidak perluterlalu dirisaukan. Ia seharusnya tidak berharap bahwa kegiatan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->