Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ANALISA SEDERHANA SIFAT FISIKA, BIOLOGI, DAN KIMIA TANAH MELALUI ANALISA LABORATORIUM

ANALISA SEDERHANA SIFAT FISIKA, BIOLOGI, DAN KIMIA TANAH MELALUI ANALISA LABORATORIUM

Ratings: (0)|Views: 259 |Likes:
analisa skala laboratorium untuk menguji sifat dan kualitas tanah secara kimia, fisika, dan biologi
analisa skala laboratorium untuk menguji sifat dan kualitas tanah secara kimia, fisika, dan biologi

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Arghya Narendra Dianastya on Apr 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2014

pdf

text

original

 
ANALISA SEDERHANA SIFAT FISIKA, BIOLOGI, DAN KIMIA TANAHMELALUI ANALISA LABORATORIUMDisusun Oleh :ARGHYA NARENDRA DIANASTYA (111510501105)(Mahasiswa Penerima Beasiswa Unggulan S-1 PS. Agroteknologi FakultasPertanian UNEJ)PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGIFAKULTAS PERTANIANUNIVERSITAS JEMBER 2011
 
BAB 1. PENDAHULUAN1.1.Latar belakang
Setiap orang berkepentingan terhadap tanah. Tanah sebagai sumberdayaalam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai macam aktivitas gunamemenuhi kebutuhan hidupnya. Tanah sebagai sumberdaya yang digunakanuntuk keperluan pertanian dapat bersifat sebagai sumberdaya yang dapat pulih(
reversible
) dan dapat pula sebagai sumberdaya yang dapat pulih atau habis.Dalam usaha pertanian tanah mempunyai fungsi utama sebagai sumber  penggunaan unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, dansebagai tempat tumbuh dan berpegangnya akar serta tempat penyimpan air yangsangat diperlukan untuk kelangsungan hidup tumbuhan. Pada awal budidaya pertanian, hara yang diperlukan untuk produksi tanaman hanya mengandalkansumber alami dari tanah, baik yang bersumber dari bahan organik dan dari bahanmineral tanah, tanpa adanya pasokan hara dari luar. Petani peladang berpindahmemilih tanah sebagai tempat usahanya hanya mendasarkan pada tebal tipisnyalapisan humus dan ketersediaan airnya saja. Setelah hara setempat habis atau produktivitasnya menurun, mereka pergi meninggalkan tempat usahanya untuk mencari lahan yang baru yang mempunyai lapisan humus tebal yang relatif lebih produktif, sehingga akan memberikan harapan terhadap ketersediaan hara untuk  budidaya pertanian berikutnya.Sejak manusia melakukan pertanian menetap, mulailah petanimengupayakan pengelolaan kesuburan tanah, yaitu dengan penambahan bahanorganik untuk memulihkan kembali status hara dalam tanah. Perkembanganselanjutnya tidak terbatas pada penggunaan pupuk organik, namun juga dengan penggunaan pupuk buatan. Pada tahun enampuluhan terjadilah
biorevolosi
 
di bidang pertanian, yang dikenal sebagai
revolosi hijau
 
yang telah berhasil merubah pola pertanian dunia secara spektakuler. Petani mulai berpaling meninggalkan penggunaan pupuk organik, berubah ke penggunaan pupuk buatan yang berkonsentrasi hara tinggi. Dengan revolosi hijau tersebut, produksi pangan dunia
 
meningkat dengan tajam, sehingga telah berhasil mengatasi kekhawatiran duniaakan adanya krisis pangan dalam dua-tiga dasawarsa terakhir.Peningkatan produksi pangan tersebut disebabkan pola
input intensive
atauteknologi masukan tinggi yang salah satunya dicirikan dengan penggunaanagrokimia yang berupa penggunaan pupuk buatan dan pestisida yang tinggi, dan penggunaan varietas unggul yang dicirikan oleh umur pendek dengan hasil tinggi,sehingga terjadi pengurasan hara dalam kurun waktu yang pendek relatif tinggi.Akibat dari perubahan pola budidaya ini, menyebabkan kebutuhan pupuk duniamelonjak sangat pesat dari tahun ke tahun termasuk Indonesia.Di Indonesia, sejak tahun 1968 terjadi peningkatan kebutuhan pupuk buatansecara tajam. Penggunaan pupuk buatan yang berkonsentrasi tinggi yang tidak  proporsional ini, akan berdampak pada penimpangan status hara dalam tanah,sehingga akan memungkinkan terjadinya kekahatan hara lain. Di samping itu, petani mulai banyak yang meninggalkan penggunaan pupuk organik baik yang berupa pupuk hijau ataupun kompos, dengan anggapan penggunaan pupuk organik kurang efektif dan efisien, karena kandungan unsur hara dalam bahanorganik yang relatif kecil dan lambat tersedia.Akibat dari penggunaan pupuk kimia yang berlebihan tersebut, akan berdampak pada penyusutan kandungan bahan organik tanah, bahkan banyak tempat-tempat yang kandungan bahan organiknya sudah sampai pada tingkatrawan. Dilaporkan, sekitar 60 persen areal sawah di Jawa kadungan bahanorganiknya kurang dari 1 persen. Sementara, sistem pertanian bisa menjadi
 sustainable
(berkelanjutan) jika kandungan bahan organik tanah lebih dari 2 %.Sering kurang disadari oleh petani, bahwa walaupun peran bahan organik terhadap suplai hara bagi tanaman kurang, namun peran bahan organik yang paling besar dan penting adalah kaitannya dengan kesuburan fisik tanah. Apabilatanah kandungan humusnya semakin berkurang, maka lambat laun tanah akanmenjadi keras, kompak dan bergumpal, sehingga menjadi kurang produktif .Menyadari dampak negatif pada tanah dari pertanian yang boros energi tersebut,maka berkembanglah pada akhir-akhir ini konsep pertanian organik, yang salahsatu langkah untuk pemeliharaan kesuburan tanahnya, adalah dengan penggunaan

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->