Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TEORI KEBENARAN

TEORI KEBENARAN

Ratings: (0)|Views: 169|Likes:
Published by Sikamaru Nara

More info:

Published by: Sikamaru Nara on Apr 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/13/2013

pdf

text

original

 
 
TEORI KEBENARAN(THEORY OF TRUTH)
Pengantar "Gnothi Seauthon..............!" demikianlah Sokrates, seorang filsuf besar Yunani,telah berbicara pada abad-abad sebelum masehi. Kenalilah dirimu sendiri, demikianlahkurang lebih pesan yang ingin ia sampaikan.Manusia adalah mahluk berfikir yang dengan itu menjadikan dirinya ada. Prof.Dr. R.F Beerling, seorang sarjana Belanda mengemukakan teorinya tentang manusia bahwa manusia itu adalah mahluk yang suka bertanya. Dengan berfikir, dengan bertanya,manusia menjelajahi pengembaraannya, mulai dari dirinya sendiri kemudianlingkungannya bahkan kemudian sampai pada hal-hal lain yang menyangkut asal mulaatau mungkin akhir dari semua yang dilihatnya. Kesemuanya itu telah menempatkanmanusia sebagai mahluk yang sedikit berbeda dengan hewan. Sebagaimana Aristoteles,filsuf yunani yang lain, mengemukakan bahwa manusia adalah hewan yang berakal sehat,yang mengeluarkan pendapat, yang berbicara berdasarkan akal pikirannya (the animalthat reason). W.E Hacking, dalam bukunya What is Man, menulis bahwa: "tiada cara penyampaian yang meyakinkan mengenai apa yang difikirkan oleh hewan-hewan, namunagaknya aman untuk mengatakan bahwa manusia jauh lebih berfikir dari hewanmanapun. Ia menyelenggarakan buku harian, memakai cermin, menulis sejarah......."William P. Tolley, dalam bukunya Preface To Philosophy A Tex Book,mengemukakan bahwa "our question are endless,......what is a man, what is a nature,what is a justice, what is a god ? Berbeda dengan hewan, manusia sangat concernmengenai asal mulanya, akhirnya, maksud dan tujuannya, makna dan hakikat kenyataan.....Mungkin saja ia adalah anggota marga satwa, namun ia juga adalah warga dunia ideadan nilai ...."Dengan menempatkan manusia sebagai hewan yang berfikir, berintelektual dan berbudaya, maka dapat disadari kemudian bila pada kenyataannya manusialah yangmemiliki kemampuan untuk menelusuri keadaan dirinya dan lingkungannya. Manusialah
 
yang membiarkan fikirannya mengembara dan akhirnya bertanya. Berfikir adalah bertanya, bertanya adalah mencari jawaban, mencari jawaban adalah mencari kebenaran;mencari jawaban tentang alam dan Tuhan adalah mencari kebenaran tentang alam danTuhan. Dari proses tersebut lahirlah pengetahuan, teknologi, kepercayaan (atau mungkinagama ??)Lalu apakah kebenaran itu ? atau apakah atau keadaan yang bagaimanakah yangdapat disebut benar ? Kebenaran acapkali diperdebatkan, namun makna sebenarnya
acapkali ditinggal. “Jika anak kecil digigit anjing maka yang benar anak tersebut harus
 berganti
menggigit anjing”, apakah ini juga suatu kebenaran ??
 TEORI KEBENARANTEORI KORESPONDENSI TENTANG KEBENARANTeori yang pertama ialah teori korespondensi [Correspondence Theory of Truth], yangkadang kala disebut The accordance Theory of Truth."Kebenaran/keadaan benar itu berupa kesesuaian antara arti yang dimaksud oleh sebuah pendapat dengan apa yang sungguh merupakan halnya/faktanya"Menurut teori ini dinyatakan bahwa, kebenaran atau keadaan benar itu berupakesesuaian [correspondence] antara arti yang dimaksud oleh suatu pernyataan dengan apayang sungguh-sungguh terjadi merupakan kenyataan atau faktanya. Jadi berdasarkan teorikorespondensi ini, kebenaran/keadaan benar itu dapat dinilai dengan membandingkanantara preposisi dengan fakta atau kenyataan yang berhubungan dengan preposisitersebut. Bila diantara keduanya terdapat kesesuaian (korespondence), maka preposisitersebut dapat dikatakan memenuhi standar kebenaran/keadaan benar.Sebagai contoh dapat dikemukakan : " Semarang adalah Ibu Kota Provinsi JawaTengah sekarang" ini adalah sebuah pernyataan; dan apabila kenyataannya memangSemarang adalah Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, pernyataan itu benar, maka pernyataanitu adalah suatu kebenaran.Rumusan teori korespondensi tentang kebenaran itu bermula dariARIESTOTELES, (384-322 S.M.) dan disebut teori penggambaran yang definisinya berbunyi sebagai berikut :
 
“VERITAS EST ADAEQUATIO INTELCTUS ET RHEI”
 [kebenaran adalah persesuaian antara pikiran dan kenyataan].Teori ini selanjutnya dikembangkan oleh Bertrand Russel (1872-1970). Penganutteori ini adalah mazhab realisme dan materialisme.Kritik: Apabila sudah diketahui kenyataan mengapa perlu dibuat perbandingan, padahalkebenaran sedang dimiliki?
TEORI KONSISTENSI/KOHERENSI TENTANG KEBENARAN
Teori yang kedua adalah Teori Konsistensi. The Consistence Theory Of Truth,yang sering disebut dengan The coherence Theory Of Truth. Menurut teori ini kebenarantidak dibentuk atas hubungan antara putusan (judgement) dengan sesuatu yang lalu, yaknifakta atau realitas, tetapi atas hubungan antara putusan-putusan itu sendiri..Berdasarkan teori ini, kebenaran ditegakkan atas hubungan antara putusan yang baru dengan putusan-putusan lainnya yang telah kita ketahui dan diakui benarnya terlebihdahulu. Jadi suatu proposisi itu cenderung untuk benar jika proposisi itu coherent [saling berhubungan] dengan proposisi yang benar, atau jika arti yang terkandung oleh proposisitersebut koheren dengan pengalaman kita.Contohnya:Bungkarno, adalah ayahanda Megawati Sukarno Puteri, adalah pernyataan yang kitaketahui, kita terima, dan kita anggap benar. Jika terdapat penyataan yang koheren dengan pernyataan tersebut diatas, maka pernyataan ini dapat dinyatakan Benar. Kerena koherendengan pernyataan yang dahulu: Misalnya.- Bungkarno memiliki anak bernama Megawati Sukarno Putri- Anak-anak Bungkarno ada yang bernama Megawati Sukarno Putri- Megawati Sukarno Putri adalah keturunan BungkarnoTeori ini dianut oleh mazhab idealisme. Penggagas teori ini adalah Plato (427-347S.M.) dan Aristoteles (384-322 S.M.), selanjutnya dikembangkan oleh Hegel dan F.H.Bradley (1864-
1924). Kritik terhadap teori ini adalah “tidak mungkinkah terdapatkumpulan proposisi yang koheren yang semuanya salah”?.
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->