Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kekuatan Opini

Kekuatan Opini

Ratings: (0)|Views: 2 |Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Apr 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/11/2014

pdf

text

original

 
HTI(http://hizbut-tahrir.or.id/)
Analisis
Kekuatan Opini (http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/25/kekuatan-opini/)
Muhammad Rahmat KurniaRUU Ormas akan disahkan pada Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), 9 April2013. Sekarang sudah ada di Tim Perumus dan Tim Sinkronisasi. Tinggal ketok palu.” Begituberita yang tersebar akhir Maret. Padahal RUU Ormas tersebut masih banyak mengandungpersoalan. Di antaranya adalah asas tunggal.Ketika saya berbincang dengan beberapa tokoh, kebanyakan mereka sudah tidak punyaharapan lagi untuk dapat mengubah isi RUU tersebut. Alasannya,sudah mencapai tahapanakhir. Namun, saya mengatakan, “Masih ada waktu. Kalau kita berhasil menyampaikanpandangan kita, dan bersatu dalam mengungkapkannya, niscaya akan terdapat perubahan.”Diskusi pun hampir tak menemukan jalan putus. Alhamdulillah, akhirnya semua sepakatmelakukan perjuangan.Untuk menolak RUU Ormas, khususnya Pasal 2 tentang asas tunggal, Hizbut Tahrir Indonesiamenyelenggarakan temu tokoh dan konferensi pers tentang ‘Menolak RUU Ormas’ pada 23Maret. Di antara tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah M. Amin Lubis (Perti),Zulkifli dan M. Sabili Raun (Al-Ittihadiyah), Mahladi (Hidayatullah), Azam Khan (Advokat), Zhahir Khan (DDII), Ahmad Michdan (TPM), Ahmad Mufti (Sarekat Islam Indonesia) dan Eggi Sudjana(SIRI). Sebelumnya, pertemuan serupa dihadiri 20 ormas. Semua tokoh sepakat menolakasas tunggal. “Secara filosofis, yuridis dan historis asas tunggal ini harus ditolak. Dulu zamanOrde Lama asas tunggal banyak makan korban. Tap MPR nomor XVIII tahun 1998 telahmencabut asas tunggal. Kini masa mau dihidupkan kembali,” ungkap Eggi Sudjana. Ahmad Michdan menyatakan, “Organisasi Islam itu dasarnya harus Islam. Menyeragamkanapalagi memaksakan asas tunggal kepada ormas merupakan tindakan tidak menghargaikemajemukan.”Zhahir Khan mengatakan, “Semestinya asas ormas itu disamakan saja dengan asas parpol,yaitu yang penting tidak bertentangan dengan Pancasila. Mengapa ormas Islam har usberasas tunggal, sementara partai politik tidak?!”Berbagai upaya lain dilakukan. Hampir semua fraksi dikirimi surat untuk audiensi. Di antarayang merespons adalah Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS). Beberapa ormas hadir dalam kesempatan itu. Ketua Dewan Pusat Sarikat Islam Indonesia, Ahmad Mufti, menyatakandi depan FPKS: “Tidak benar pemberitaan bahwa Sarikat Islam Indonesia (SII) mendesak agar pasal tentang asas tunggal segera disahkan. Tidak benar itu. Ormas Islam haruslah asasnyaIslam. SII sendiri asasnya adalah Dien al-Islam.”Zulkifli dari al-Ittihadiyah menunjukkan buku karya Buya Hamka bertajuk Urat TunggangPancasila seraya mengatakan, “Tidak benar Al-Ittihadiyah setuju asas tunggal. Asas tunggal itutelah banyak memakan korban umat Islam.”Selain itu, saya memimpin delegasi untuk bertemu dengan Ketua Pansus RUU Ormas, AbdulMalik Haramain. Dalam pertemuan itu, berlangsung diskusi hangat delegasi HTI denganKetua Pansus. Dalam kesempatan itu delegasi menyampaikan bahwa ada hidden agendaterhadap ormas Islam di balik RUU tersebut. RUU Ormas bersifat diskriminatif antara ormasbiasa dengan ormas sayap Parpol. RUU Ormas juga merupakan pintu kembalinya rezimrepresif a la Orde Baru.Namun, pendapat DPR dan Pemerintah terkait asas tidak bergeming. Mereka malah menudingormas sebagai anti Pancasila. Jubir HTI, M Ismail Yusanto, sampai mengatakan dengan nada Afkar (http://hizbut-Akhbar (http://hizbut- AnalisisCatatan Jubir Cover (http://hizbut-Dari RedaksiDunia IslamFokus (http://hizbut-Galeri OpiniHadis PilihanHiwar (http://hizbut-Ibrah (http://hizbut-If titah (http://hizbut-IqtishadiyahJejak SyariahKritik (http://hizbut-Lintas DuniaLiputan KhususMuhasabahNisa' (http://hizbut-Opini (http://hizbut-RefleksiSirah (http://hizbut-Siyasah & DakwahSoal JawabSosok (http://hizbut-Suara PakarTa'rifat (http://hizbut-Tafsir (http://hizbut-Telaah Kitab
Pengantar [Bahaya Nasionalisme 
Rubrik
Publikasi-publikasi yang diterbitkan atasnama Hizbut Tahrir, wilayah , kantor media (al maktab al'ilami) , juru bicararesmi dan perwakilan media HizbutTahrir saja yang merupakan pendapatHizbut Tahrir. Dan yang selain itu
 
tinggi kepada Donny dari Kemendagri sambil membuka UU Parpol, “Coba lihat, ini asas Parpoltidak ada asa tunggal. Apakah berani menuduh bahwa partai itu anti Pancasila hanya karenapartai tidak diwajibkan asas tunggal? Mengapa yang dituduh anti Pancasila itu hanya ormas?”Penolakan semakin meluas. Muhammadiyah pun melakukan pertemuan dengan ormas-ormas Islam. Saya termasuk hadir dalam pertemuan ‘Silaturahim Ormas dan Lembaga Islam’(SOLI). Pendapat para tokoh dalam beberapa pertemuan tersebut bulat: ‘Menolak RUUOrmas’. Di antara yang paling banyak dipersoalkan oleh para tokoh adalah asas tunggal.Dalam suatu kesempatan, KH Badruddin Syubki dari Badan Kerjasama Pondok PesantrenIndonesia (BKSPPI) mengutip pernyataan M Natsir bahwa siapapun yang menggabungkanasas Islam dengan asas lain sebagai sebuah bentuk tindakan syirik. Dalam kesempatan itusaya mengatakan di hadapan para tokoh tentang kondisi penolakan tokoh, lembaga/ormasIslam di berbagai daerah demikian kuat. Hal serupa terjadi dalam pertemuan ormas-ormasIslam di Majelis Ulama Indonesia (MUI). Semua ormas sepakat untuk menolak RUU Ormas.Para tokoh mengusulkan agar asas tunggal tidak dipaksakan. Mereka mengusulkan asasormas dalam RUU Ormas disamakan dengan asas parpol dalam UU Parpol.Bandul opini pun mulai berayun. Penolakan terhadap RUU Ormas mulai menggema dimana-mana. Berbagai aksi penolakan dilakukan bukan hanya oleh ormas, melainkan juga olehorganisasi mahasiswa dan pelajar; mulai Aceh hingga Papua.Para ulama pun gerah. Para pemimpin pondok pesantren itu tergerak untuk berteriak lantangmenentang RUU Ormas dan meminta HTI untuk dapat membantu mempertemukan merekadengan Ketua Pansus dan Fraksi-Fraksi. “Kami ingin menyampaikan sikap. Kamimenyampaikan terima kasih kepada HTI yang telah membantu kami mempertemukan denganDPR. Kami meminta bantuan kepada HTI karena kami melihat HTI yang paling konsisten dansungguh-sungguh dalam membela umat khususnya terkait asas tunggal yang akanmengembalikan rezim represif,” ujar mereka di depan Pansus dan Fraksi.Tidak kurang dari 30 ulama dari Forum Ulama Ahlu Sunnah wal Jama’ah Jabodetabek berhasildipertemukan dengan Ketua Pansus. Para ulama dari Sulawesi dan Kalimantan berhasildipertemukan dengan Ketua Pansus dan Ketua Tim Perumus pada 4 April 2013. Perwakilanulama Jawa Barat dan Sumatera Utara juga berhasil dipertemukan dengan Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN). Para pewaris nabi itu menyampaikan dengan tegas: tolakkembalinya rezim represif, tolak asas tunggal!Rupanya penolakan itu diekspresikan juga dengan mengirim surat ke Pansus dan Fraksi.Ketika saya berkunjung ke daerah mengatakan, “Kami dari berbagai pesantren dan organisasimengirim surat ke DPR.” Bahkan seorang tokoh perempuan menyampaikan di hadapan saya,“Banyak tokoh dari organisasi/lembaga perempuan mengirimkan surat penolakan RUU Ormaske DPR; ada yang melalui titipan kilat, email, atau fax”.Belakangan, terjadi perubahan sikap baik Pemerintah maupun DPR. Banyak pasal berubah.Pasal tentang asas pun diubah, tidak ada lagi asas tunggal. Itu draft RUU Ormas yang akandisahkan akhir Mei atau awal Juni 2013. Adanya perubahan ini tidak terjadi tiba-tiba melainkansetelah adanya tekanan politik dan opini.Beberapa pelajaran dapat diambil. Pertama: opini dan tekanan politik merupakan kekuatandahsyat yang dapat mengubah kebijakan. Kedua: kesatuan visi dan langkah bersama ormasmerupakan kekuatan yang tidak dapat diabaikan. Ketiga: selama belum diketok paluperjuangan all out tetap mesti dilakukan. Tidak ada kata ‘percuma’ dalam perjuangan. Yangperlu diingat, perubahan dalam RUU Ormas belum tentu menghilangkan hidden agenda untukmenghalang-halangi perjuangan Islam. Tetaplah waspada!
[]
 
 (http://addthis.com/bookmark.php?pub=&url=http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/25/kekuatan-opini/&title=Kekuatan Opini) (http://digg.com/submit?phase=2&url=http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/25/kekuatan-opini/&title=Kekuatan Opini) (http://google.com/bookmarks/mark?op=add&bkmk=http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/25/kekuatan-opini/&title=Kekuatan Opini) (http://myweb2.search.yahoo.com/myresults/bookmarklet?t=Kekuatan Opini&u=http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/25/kekuatan-opini/) (http://reddit.com/submit?url=http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/25/kekuatan-opini/&title=Kekuatan Opini) merupakan pendapat penulisnya,sekalipun dipublikasikan dalam websiteHizbut Tahrir Indonesia, majalah,Tabloid, multimedia yang diproduksiHizbut Tahrir Indonesia. Boleh mengutipdan mempublikasikan kembali apayang diterbitkan Hizbut Tahrir danwebsitenya, dengan syarat tetapmenjaga amanah (kejujuran) dalampenyalinan (penerjemahan) danpengutipan tanpa memotong,menginterpretasi dan mengubahnya;dan harus mencantumkan sumber dariapa yang diterjemahkan dandipublikasikan
 
(http://www.facebook.com/mediacenterhti)(http://m.hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/bb/htimobile.jad)(http://www.twitter.com/hizbuttahrirID)(http://www.youtube.com/htiinfokom)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->