Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Heru sigit purwanto & Herry riswandi - Jenis deposit massive sulphide Pb-Zn di daerah Riamkusik Ketapang Kalbar

Heru sigit purwanto & Herry riswandi - Jenis deposit massive sulphide Pb-Zn di daerah Riamkusik Ketapang Kalbar

Ratings: (0)|Views: 187|Likes:
Published by Dedi Fatchurohman
Riamkusik area, Subdistrict Marau, Ketapang Regency, West Borneo Province, Indonesia. Based on from the result of rocks perception, measurement and analyse structure of geology, there are set of rock mineralization exist in area of research such as galena, chalcopyrite, sphalerite, pyrite. The mineralization have followed direction of fault zone in the area (N 085OE. Structure of the Geology make corridor process the happening of massive sulphide mineralisation band, while analysis of geophysics of IP show of band existence and massive sulphide deposit (Pb-Zn) at deepness vary between 10 - 100 m. Some drilling result of show deepness 40 - 75 m there are strong mineralization in massive sulphide deposit (galena, magnetit, sphalerite, pyrite, chalcopyrite). Based on the result data of the exploration that tipe deposit in the area is Masive Sulphide and controlled by geologycal structure zone, following to N 085OE..
Riamkusik area, Subdistrict Marau, Ketapang Regency, West Borneo Province, Indonesia. Based on from the result of rocks perception, measurement and analyse structure of geology, there are set of rock mineralization exist in area of research such as galena, chalcopyrite, sphalerite, pyrite. The mineralization have followed direction of fault zone in the area (N 085OE. Structure of the Geology make corridor process the happening of massive sulphide mineralisation band, while analysis of geophysics of IP show of band existence and massive sulphide deposit (Pb-Zn) at deepness vary between 10 - 100 m. Some drilling result of show deepness 40 - 75 m there are strong mineralization in massive sulphide deposit (galena, magnetit, sphalerite, pyrite, chalcopyrite). Based on the result data of the exploration that tipe deposit in the area is Masive Sulphide and controlled by geologycal structure zone, following to N 085OE..

More info:

categoriesTypes, Research
Published by: Dedi Fatchurohman on Apr 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/13/2013

pdf

text

original

 
 Jurnal Ilmiah MTG, Vol. 3, No. 6, Juli 2010
1
JENIS DEPOSIT “MASSIVE SULPHIDE” Pb
-ZnDI DAERAH RIAM KUSIK, KECAMATAN MARAU,KABUPATEN KETAPANG, PROPINSI KALIMANTAN BARAT
Heru Sigit Purwanto & Herry Riswandi
Jurusan Teknik Geologi UPN “Veteran” Yogyakarta
 
Abstract
Riamkusik area, Subdistrict Marau, Ketapang Regency, West BorneoProvince, Indonesia. Based on from the result of rocks perception, measurement and analyse structure of geology, there are set of rock mineralization exist inarea of research such as galena, chalcopyrite, sphalerite, pyrite. Themineralization have followed direction of fault zone in the area (N 085 
O
E.Structure of the Geology make corridor process the happening of massivesulphide mineralisation band, while analysis of geophysics of IP show of band existence and massive sulphide deposit (Pb-Zn) at deepness vary between 10 -100 m. Some drilling result of show deepness 40 - 75 m there are strong mineralization in massive sulphide deposit (galena, magnetit, sphalerite, pyrite,chalcopyrite). Based on the result data of the exploration that tipe deposit in thearea is Masive Sulphide and controlled by geologycal structure zone, following toN 085 
O
E..
 
Abstrak
Daerah Riamkusik, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, PropinsiKalimantan Barat, Indonesia. Berdasarkan dari hasil pengamatan batuan danpengukuran unsur struktur geologi terdapat satuan batuan yang telah mengalamialterasi atau ubahan serta terdapat mineralisasi dengan hadirnya mineral galena,kalkopirit, sphalerit, pirit dan lainnya. Mineralisasi umumnya mengikuti polastruktur kekar dan sesar yang memotong di daerah penelitian yang umumnyaberarah Barat
 –
Timur (N085
O
E), struktur geologi tersebut diinterpretasikanmenjadi koridor proses terjadinya jalur mineralisasi masif sulfida, sedangkananalisa geofisika IP menunjukan adanya jalur dan cebakan masif sulfida (Pb-Zn)pada kedalaman bervariasi antara 10 - 100 meter. Beberapa hasil pemboranpada kedalaman 40
 –
75 meter menunjukkan mineralisasi kuat pada cebakanmasif sulfida (galena, magnetit, spalerit, pirit, kalkopirit). Berdasarkan data hasileksplorasi tersebut diinterpretasikan bahwa tipe deposit daerah telitian adalah
“Masif Sulphide” yang dikontrol oleh pola struktur geologi yang berarah N 085
O
E.
 
 Jurnal Ilmiah MTG, Vol. 3, No. 6, Juli 2010
2
PENDAHULUAN
Eksplorasi geologi untuk mencari cebakan mineral galena dan unsur penyertanya, dilakukan di daerah Riamkusik, Kecamatan Marau, KabupatenKetapang, Propinsi Kalimantan Barat.Secara umum kedudukan pola struktur dan sesar mendatar geser kananber arah timurlaut
 –
baratdaya dan hampir barat
 –
timur, sedangkan kekar antaratimurlaut-baratdaya dan barat-timur, dan sesar naik dengan arah timurlaut-baratdaya, naik dari arah barat. Bijih (
ore
) yang mengisi rekahan/kekar-kekar didaerah Riamkusik dan sekitarnya dapat dikelompokkan kedalam urat yangdiakibatkan tekanan (
compression
) dan tarikan (
tensional 
). Urat
tensional 
tidakbanyak tersingkap, sedangkan urat kuarsa
compressional 
lebih banyaktersingkap di daerah telitian. Mineralisasi umumnya di temukan kehadiranmineral galena, spalerit, pirit, kalkopirit, magnetit dan hematit. Analisis struktur,geokimia (AAS) dan petrografi dilakukan untuk mengetahui mineralisasi danalterasi yang hadir di daerah telitian. Berdasarkan data pengukuran dan analisisdiatas, data geofisika IP dapat menentukan kemenerusan urat-urat galena sertamodel cebakan galena di daerah Riamkusik.Metode penelitian ini berdasarkan metode pemetaan permukaan denganpengukuran detail kedudukan unsur-unsur struktur dan urat-urat mineralisasi,serta pengamatan alterasi dan mineralisasi dengan pengambilan contoh batuan.Diskripsi kedudukan kekar dibedakan kekar kompresi (tekan) dan kekar tension(tarikan) khususnya urat mineralisasi yang berukuran relatif besar dan terdapatmineralisasi diukur kemenerusannya, dengan pembuatan parit (
trenching 
) untukpenentuan kemenerusan mineralisasi, dan penentuan jalur geofisika dan titikpemboran.Gambar 1. Lokasi Penelitian di daerah Riamkusik,kecamatan Riamkusik, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
 
 Jurnal Ilmiah MTG, Vol. 3, No. 6, Juli 2010
3
GEOLOGI
Secara morfologi daerah telitian dominan dataran dan perbukitan dibeberapa tempat, yang tersusun oleh satuan batuan vulkanik klastik, intrusibatuan beku granit dan batuan beku andesit. Batuan vulkanik klastik yang terdiridari breksi, batupasir, batulempung, lanau, dengan kedudukan perlapisanumumnya N210
O
 –
240
O
E/50
O
-60
O
. Litologi breksi sedikit terdapat di daerahtelitian, dan litologi batupasir, batulempung, batulanau dan intrusi andesitmendominasi pada daerah telitian, akan tetapi secara stratigrafi regionaltermasuk ke dalam satuan batuan vulkanik klastik, satuan batuan breksi dansatuan intrusi andesit termasuk dalam Formasi Batuan Kubu, satuan ini berumur Kapur hingga Paleosen (Rustandi dan de Keyser, 1993). Satuan batuan granitmerupakan batuan dasar di daerah telitian, satuan batuan granit secara regionaltermasuk dalam Formasi Granit Sukadana, berumur antara Kapur awal sampaiKapur Akhir (Haile, drr., 1977). Batupasir, batulempung dan batulanau banyakdijumpai di daerah Riamkusik yang dimasukan dalam satuan batupasir danbreksi di beberapa tempat dimasukan kedalam satuan breksi. Struktur sesar mendatar kanan naik berarah N 30
O
E, sesar mendatar kanan N080
O
E, dansesar naik N15
O
 –
20
O
E di daerah Riambatugading, Riamkusik dan sekitarnya. Adanya intrusi andesit, menunjukkan pola kemenerusan sesar mendatar ke arah barat
 –
timur. Intrusi tersebut diinterpretasikan keluar melalui rekahan darisesar mendatar geser kanan yang berarah N80
O
E. Mineralisasi masif sulfidamengikuti jalur sesar kanan dengan arah N80
o
E. Berupa galena, sphalerit, pirit,kalkopirit, bornit, crocoite, stibnit, arsenopirit, magnetit, hematit. (Foto 1).Foto 1. Massive sulphide, ketebalan 50 -100 cm, kedalaman 12 meter daripermukaan. Arah mineralisasi N080
o
E, dijumpai mineral galena, spalerit,kalkopirit dan mineral penyerta lainnya.Batuan intrusi andesit dikontrol oleh rekahan sesar mendatar,diinterpretasikan merupakan intrusi dari aktivitas vulkanik terakhir di daerahRiamkusik, mengalami alterasi dan mengandung pirit, kalkopirit, galena danspalerit. Batuan intrusi andesit ini diinterpretasikan menyebabkan alterasi danmineralisasi terakhir didaerah telitian, yang mengenai batuan vulkanik klastik danhadirnya urat-urat kuarsa yang mengisi rekahan dengan lebar 0,5
 –
10 cm.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->