Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR ANTARA SISWA YANG MENGGUNKAN MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN STAD PADA STANDART KOMPETENSI MENERAPKAN DASAR-DASAR KELISTRIKAN KELAS X TAV DI SMK NEGERI 7 SURABAYA

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR ANTARA SISWA YANG MENGGUNKAN MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN STAD PADA STANDART KOMPETENSI MENERAPKAN DASAR-DASAR KELISTRIKAN KELAS X TAV DI SMK NEGERI 7 SURABAYA

Ratings: (0)|Views: 131 |Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : Moh. Anwar, J. Pramukantoro,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : Moh. Anwar, J. Pramukantoro,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Apr 29, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2013

pdf

text

original

 
Perbandingan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Reciprocal Teaching dan STAD493
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR ANTARA SISWA YANG MENGGUNKAN MODELPEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN STADPADA STANDART KOMPETENSI MENERAPKAN DASAR-DASAR KELISTRIKAN KELAS XTAV DI SMK NEGERI 7 SURABAYAMoh. Rizal Anwar, J.A Pramukantoro
S1 Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabayae-mail: kang_rizal99@yahoo.com,  pramukantoro@yahoo.com 
Abstrak 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang dalam proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran
reciprocal teaching 
dibandingkan denganmodel pembelajaran STAD pada standart kompetensi menerapkan dasar 
 – 
dasar kelistrikan, juga untuk mengetahui model pembelajaran mana yang lebih efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.Perlakuan yang diberikan pada kelas eksperiment adalah
reciprocal teaching 
yaitu kelas X TAV-2 danuntuk kelas kontrol diberikan perlakuan model pembelajaran STAD yaitu kelas X TAV-1. Dengan tahapanalisis data menggunakan uji-t untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar siswa antara
reciprocal teaching 
dibandingkan STAD.Dari hasil penelitian ini memberikan hasil yaitu model pembelajaran
reciprocal teaching 
didapat nilairata
 – 
rata hasil belajar sebesar 28.5833 dengan standart deviasi = 6.78116, sedangkan model pembelajaranSTAD didapat nilai rata
 – 
rata hasil belajar sebesar 21.3433 dengan standart deviasi = 7.68216. Jadi hasil belajar siswa yang menggunakan model
reciprocal teaching 
lebih tinggi dari pada model pembelajaranSTAD. Dari analisis uji-t didapat nilai t
hitung
= 3,84 > t
tabel
= 2,39 sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa yang menggunakan
reciprocal teaching 
dibandingkan menggunakanSTAD.
Kata Kunci:
Pembelajaran
 Reciprocal Teaching 
, STAD dan hasil belajar.
Abstract
This research aims to know the difference between student learning outcomes of students who are inthe process of learning the lesson that using a model reciprocal teaching model learning compared to a standard of competence apply STAD on the basics
 – 
basic electricity, as well as to find out the model of learning which is more effective for improving student learning outcomes.The treatment given is reciprocal teaching eksperiment class i.e. class X TAV 
 – 
2 and for control classes are given the treatment STAD model of learning i.e. class X TAV-1. By using the data analysis T-tests to find out if there is a difference in student learning outcomes between reciprocal teaching compared STAD. From the results of this research the results of which are model of reciprocal learning teaching gained value
 – 
an outcome study is 28.5833 with standard deviation = 6.78116. While the learning model of STAD obtained value
 – 
an outcome study is 21.3433 with standard deviation = 7.68216. So learning outcomes students use reciprocal teaching models are higher than on learning model of STAD. From ananalysis of test-t obtained the value t 
hitung 
=3,84 >
tabel 
= 2,39 so it can be inferred, there is a differencebetween learning outcomes students use reciprocal teaching than use STAD
.
Keywords:
 
 Reciprocal Teaching Learning, STAD and results of learning students
 
PENDAHULUAN
Secara umum prestasi belajar siswa di Indonesiaditentukan oleh kemampuan kognitifnya dalammemahami sebaran materi pelajaran yang telahditentukan di dalam kurikulum. Tingkah laku kognitif merupakan tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku terjadi. Tingkah laku tergantung pada
insight 
(pengamatan atau pemahaman) terhadaphubungan yang ada dalam situasi. Dalam kognisi terjadi proses berpikir dan proses mengamati yangmenghasilkan, memperoleh, menyimpan, danmemproduksi pengetahuan. Akan tetapi keberhasilan proses belajar juga didukung oleh kemampuan pengajar dalam membangkitkan minat peserta didik denganmelakukan berbagai strategi pembelajaran yang efektif.Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual danuntuk mengimplementasikannya digunakan berbagaimetode pembelajaran tertentu. Metode pembelajarandapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam
 
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro. Volume 02 Nomor 02 Tahun 2013, 493 - 500494 bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Namun kondisi saat ini dalam pembelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan (DKK)umumnya dilaksanakan oleh guru yang lebih banyak menekankan pada aspek pengetahuan dan pemahaman,sedangkan aspek aplikasi, analisis, sintesis, dan bahkanevaluasi hanya sebagian kecil dari pembelajaran yangdilakukan. Guru hanya berperan mentransfer materinamun terkadang kurang melibatkan keaktifan siswa dancenderung sangat teoritis, tidak mengharmoniskandengan realitas sesungguhnya, yang akhirnya siswahanya menerima secara pasif dan aktif mencatat materiyang disampaikan guru.Untuk menyikapi permasalahan yang berkaitandengan kondisi kegiatan pembelajaran, maka perlu upaya perbaikan dan inovasi dalam proses pembelajaran. Salahsatu alternatif yang dapat mengatasi permasalahan dalam pendidikan adalah guru perlu melakukan pembenahandalam proses pembelajarannya, memposisikan gurusebagai perancang dan organisator pembelajaransehingga siswa memperoleh kesempatan untuk memahami dan memaknai melalui aktivitas belajar tersebut.Pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwasiswa akan lebih mudah menemukan dan memahamikonsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengantemannya. Siswa secara rutin bekerja dalam kelompok saling membantu memecahkan masalah
 – 
masalah yangkompleks. Jadi hakikat sosial dan penggunaan kelompok sejawat menjadi aspek utama dalam pembelajrankooperatif.Salah satu model pembelajaran kooperatif adalahmodel pembelajaran
 Recipcoral Teaching 
dan model pembelajaran STAD .
 Recipcoral Teaching 
adalah suatumodel pembelajaran yang menerapkan empat strategi pemahaman mandiri, yaitu menyimpulkan bahan ajar,menyusun pertanyaan dan menyelesaikannya,menjelaskan kembali pengetahuan yang telahdiperolehnya, kemudian memprediksi pertanyaanselanjutnya dari persoalan yang diberikan pada siswa.Manfaatnya adalah meningkatkan antusias siswa dalam pembelajaran karena siswa dituntut aktif berdiskusi danmenjelaskan hasil pekerjaannya dengan baik sehinggameningkatkan berpikir. Sedangkan model pembelajaranSTAD adalah pengelompokan siswa secara heterogenkemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lainsampai mengerti.Berdasarkan uraian di atas, peneliti terpacu untuk membuktikan sendiri model pembelajaran kooperatif manakah yang lebih dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yaitu model pembelajaran
reciprocal teaching 
 ataukah model pembelajaran STAD , oleh karena itu judul yang diambil oleh peneliti dalam penelitian ini
adalah “Perbandingan Hasil Belajar Antara Siswa Yang
Menggunkan Model Pembelajaran
 Reciprocal Teaching 
 Dengan Model Pembelajaran STAD Pada StandartKompetensi Menerapkan Dasar-Dasar Kelistrikan KelasX TAV Di Smk Negeri 7 Surabaya
.Berdasarkan uraian latar belakang di atas, makarumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1)Bagaimanakah hasil belajar siswa yang menggunakanmodel pembelajaran
 Reciprocal Teaching 
pada standartkompetensi menerapkan dasar-dasar kelistrikan kelas XTAV di SMK Negeri 7 Surabaya? (tinggi, sedang ataurendah). (2)Bagaimanakah hasil belajar siswa yangmenggunakan model pembelajaran STAD pada standartkompetensi menerapkan dasar-dasar kelistrikan kelas XTAV di SMK Negeri 7 Surabaya? (tinggi, sedang ataurendah). (3) Apakah ada perbedaan hasil belajar siswayang menggunakan model pembelajaran
Reciprocal Teaching 
dengan yang menggunakan model pembelajaran stad pada
 
standart kompetensimenerapkan dasar-dasar kelistrikan kelas X TAV di SMK  Negeri 7 Surabaya?.
 
Untuk menghindari meluasnya permasalahan yangdikaji dalam penelitian ini, maka kegiatan yang dilakukan peneliti selama penelitian di kelas adalah : (1) Modelyang diterapkan selama penelitian adalah model pembelajaran
 Reciprocal Teaching 
dan model pembelajaran STAD. (2) kelas yang diteliti dalam penelitian ini adalah kelas X TAV-1 dan X TAV-2.(3)karena terbatasnya waktu penelitian maka penelitihanya meneliti pada
 
Standart Kompetensi MenerapkanDasar-Dasar Kelistrikan.Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui bagaimanakah hasil belajar siswayang menggunakan model pembelajaran
 Reciprocal Teaching 
pada standart kompetensi menerapkan dasar-dasar kelistrikan kelas X TAV di SMK Negeri 7Surabaya (tinggi, sedang atau rendah). (2) Untuk mengetahui bagaimanakah hasil belajar siswa yangmenggunakan model pembelajaran STAD pada standartkompetensi menerapkan dasar-dasar kelistrikan kelas XTAV di SMK Negeri 7 Surabaya (tinggi, sedang ataurendah). (3) Untuk mengetahui apakah ada perbedaanhasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran
Reciprocal Teaching 
dengan yangmenggunakan model pembelajaran stad pada
 
standartkompetensi menerapkan dasar-dasar kelistrikan kelas XTAV di SMK Negeri 7 Surabaya.Menurut Gagne (Suprijono, 2009:2) belajar adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang dicapaiseseorang melalui aktivitas. Perubahan disposisi tersebut bukan diperoleh langsung dari proses pertumbuhanseseorang secara alamiah.Sedangkan menurut Saiful Bahri Djamarah danAswan Zain (2010 : 37) kegiatan belajar mengajar adalahsuatu kondisi yang dengan sengaja diciptakan. Gurulahyang menciptakannya guna membelajarkan anak didik.Guru yang mengajar dan anak didik yang belajar.Perpaduan dari kedua unsur ini lahirlah interaksi edukatif dengan memanfaatkan bahan sebagai mediumnya.Sedangkan menurut Travers (Suprijono, 2009:2) belajar adalah proses menghasilkan penyesuaian tingkah laku.Menurut Harold Spears (Suprijono, 2009:2)
 Learning isto observe, to read, to imitate, to try something themselves, to listen, to follow direction
. (Dengan katalain, belajar adalah mengamati membaca, meniru,mencoba sesuatu, mendengar dan mengikuti arahtertentu).
 
Perbandingan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Reciprocal Teaching dan STAD495Sama halnya dengan belajar, mengajar pun padahakikatnya adalah suatu proses, yaitu proses mengatur,mengorganisasikan lingkungan yang ada disekitar anak didik, sehingga dapat menumbuhkan dan mendoronganak didik melakukan proses belajar. Pada tahap berikutnya mengajar adalah proses memberikan bimbingan/bantuan kepada anak didik dalam melakukan proses belajar. (Nana Sudjana dalam Saiful BahriDjamarah dan Aswan Zain, 2010 : 39).Hasil belajar adalah pola
 – 
pola perbuatan, nilai
 – 
 nilai, pengertian
 – 
pengertian, sikap
 – 
sikap, apresiasi danketerampilan (Suprijono 2009:5). Merujuk pemikiranGagne (Suprijono, 2009:5), hasil belajar berupa : (1)Informasi verbal yaitu kapabilitasmengungkapkan pengetahuan dalam bentuk bahasa, baik lisan maupuntertulis, kemampuan merespons secara spesifik terhadaprangsangan spesifik. Kemampuan tersebut tidak memerlukan manipulasi simbol, pemecahan masalahmaupun penerapan aturan. (2) Keterampilan intelektualyaitu kemampuan mempresentasikan konsep danlambing. Keterampilan intelektual terdiri darikemampuan mengategorisasi, kemampuan analitis-sintesis fakta-konsep dan mengembangkan prinsip
 – 
  prinsip keilmuan. Keterampilan intelektual merupakankemampuan melakukan aktivitas kognitif bersifat khas.(3) Strategi kognitif yaitu kecakapan menyalurkan danmengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri. Kemampuanini meliputi penggunaan konsep dan kaidah dalammemecahkan masalah. (4) Keterampilan motorik yaitukemapuan melakukan serangkaian gerak jasmani dalamurusan dan koordinasi, sehingga terwujud otomatismegerak jasmani. (5) Sikap adalah kemampuan menerimaatau menolak objek berdasarkan penelitian terhadapobjek tersebut. Sikap berupa kemampuanmenginternalisasi dan eksternalisasi nilai
 – 
nilai. Sikapmerupakan kemampuan menjadikan nialai sebagaistandar perilaku.
 Reciprocal Teaching 
merupakan satu pendekatanterhadap pengajaran siswa akan strategi
 – 
strategi belajar.Pengajaran terbalik adalah pendekatan kontruktivis yang berdasar pada prinsip
 – 
prinsip pembuatan/pengajuan pertanyaan Tujuan pengajaran Reciprocal Teachingadalah untuk membantu para siswa aktif memberi makna pada kata-kata tertulis, dengan atau tanpa kehadiranseorang guru sekalipun. Strategi ini tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman tetapi juga untuk memberikan kesempatan kepada para siswauntuk belajar memonitoring atau melihat carakemampuan belajar dan berfikirnya sendiri. (Nur danWikandari, dalam Trianto, 2007: 96).Langkah
 – 
langkah reciprocal Teaching adalahsebagai berikut : (1) Guru membentuk kelompok 
 – 
 kelompok kecil. (2) Kemudian Guru menugaskan siswamembaca bacaan dalam kelompok kecil, (3) kemudianguru memodelkan empat keterampilan , yaitu :mengajukan pertanyaan yang bisa diajukan, merangkum bacaan, mengkalrifikasi poin
 – 
poin yang sulit, beratataupun salah, meramalkan apa yang akan ditulis pada bagian bacaan berikutnya. (Nur dalam Trianto 2011:97).(4) Selanjutnya guru menunjuk seorang siswa untuk menggantikan perannanya sebagai guru dan bertindak sebagai pemimpin diskusi dalam kelompok diskusitersebut, dan guru beralih peran dalam kelompok tersebutsebagai motivator, mediator, pelatih dan memberidukungan, umpan balik serta semangat bagi siswa. Secara bertahap dan berangsur 
 – 
angsur guru mengalihkantanggung jawab pengajaran yang lebih banyak kepadasiswa dalam kelompok, serta membantu memonitor  berfikir dan strategi yang digunakan.Pembelajaran kooperatif tipe STAD ini merupakan salahsatu tipe dari model pembelajran kooperatif denganmenggunakan kelompok 
 – 
kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 orang siswa secarahiterogen.Menurut Slavin (dalam Trianto, 2007 : 52)menyatakan bahwa pada STAD siswa ditempatkan dalamtim belajar beranggotakan 4
 – 
5 orang yang merupakancampuran menurut tingkat prestasi, jenis kelamin, dansuku. Guru menyajikan pelajaran, dan kemudian siswa bekerja dalam tim mereka memastikan bahwa seluruhanggota tim telah menguasai pelajaran tersebut.Kemudian, seluruh siswa diberikan tes tentang materitersebut, pada tes ini mereka tidak diperbolehkan salingmembantu.Menurut Ibrahim, dkk (dalam Trianto, 2007: 54)langkah
 – 
langkah pembelajaran kooperatif tipe STADini didasarkan pada langkah
 – 
langkah kooperatif yangterdiri atas enam langkah atau fase. Fase
 – 
fase dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD tersajikan dalam berikut ini :
Tabel 1. Fase
 – 
fase dalam pembelajaran kooperatif tipe STADFase Kegiatan GuruFase 1
menyampaikan tujuan danmemotivasi siswaMenyampaikan semuatujuan pelajaran yang ingindicapai pada pelajarantersebut dan memotivasisiswa belajar 
Fase 2
Menyajikan/menyampaikaninformasiMenyajikan informasikepada siswa dengan jalanmendemonstrasikan ataulewat bahan bacaan
Fase 3
Mengorganisasikan siswadalam kelompok 
 – 
 kelompok belajar Menjelaskan kepada siswa bagaimana caranyamembentuk kelompok  belajar dan membantusetiap kelompok agar melakukan transisi secaraefisien
Fase 4
Membimbing kelompok  bekerja dan belajar Membimbing kelompok 
 – 
 kelompok belajar pada saatmereka mengerjakan tugasmereka
Fase 5
EvaluasiMengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telahdiajarkan atau masingmasing kelompok mempresentasikan hasilkerjanya
Fase 6
Memberi penghargaanMencari cara untuk menghargai baik upaya

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->