Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
43Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
DAMPAK KESEHATAN DAN SOSIAL PENGGUNAAN ALKOHOL DAN GANJA

DAMPAK KESEHATAN DAN SOSIAL PENGGUNAAN ALKOHOL DAN GANJA

Ratings:

4.89

(19)
|Views: 13,001 |Likes:
Published by Luqman Effendi

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Luqman Effendi on Apr 01, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

06/15/2013

 
DAMPAK KESEHATAN DAN SOSIALPENYALAHGUNAAN ALKOHOL DAN GANJA
 
Oleh:Luqman Effendi,S.Sos.,M.Kes
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKATFAKLUTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
 
DAMPAK KESEHATAN DAN SOSIAL PENYALAHGUNAANALKOHOL DAN GANJA
 Oleh: Luqman Effendi, S.Sos., M.Kes
A. PENDAHULUAN
Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan 7,4 juta orang di Asia telahterinfeksi virus HIV dengan lebih dari 50% orang berasal dari penyalahgunaan NAPZAdengan jarum suntik. Kasus HIV di Indonesia sendiri setelah beberapa tahun hanyasedikit yang terinfeksi lewat penggunaan jarum suntik penyalahgunaan NAPZA, namunmulai tahun 1990 meningkat sangat pesat dimana saat ini diperkirakan 80% kasus baru berasal dari penggunaan jarum suntik (WHO, 2005). Selain risiko penyakit, perilaku penyalahgunaan NAPZA dapat menyebabkan kematian mendadak akibat dosis yang berlebihan disamping akibat lain seperti kecelakaan saat mengendarai kendaraan. Secarasosial perilaku penyalahgunaan NAPZA juga mengakibatkan meningkatnya angkakejahatan (Karofi,2005), angka kecelakaan, dan juga biaya-biaya sosial lainnya.Pertumbuhan dan perkembangan lembaga-lembaga yang diharapkan mampumengurangi masalah penyalahgunaan NAPZA, dalam kenyataannya masih sangattertinggal dengan pertumbuhan dan perkembangan penyalahgunaan NAPZA itu sendiri.Data Kasus Tindak Pidana Narkoba di Indonesia sebagaimana dilaporkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Tahun 2006 menyebutkan bahwa antara Tahun 2001 sampaidengan Tahun 2005 telah terjadi peningkatan yaitu kasus narkotika dari 1.907 tahun2001 meningkat menjadi 8.171 tahun 2005, kasus psikotropika dari 1.648 tahun 2001meningkat menjadi 6.733 tahun 2005, dan kasus bahan adiktif dari 62 tahun 2001meningkat menjadi 1.348 tahun 2005 (BNN, 2006).
2
 
Beberapa penelitian menginformasikan adanya hubungan antara faktor keturunan, karakteristik personal, tekanan kelompok, tekanan-tekanan psikologis, praktek-praktek budaya dan lingkungan sosial dengan perilaku penyalahgunaan NAPZA.Perilaku merokok dalam beberapa penelitian juga dianggap sebagai pintu masuk dari perilaku penyalahgunaan NAPZA, sebagaimana dikenal sebagai “
the gateway theory
”.Perilaku merokok dalam konteks masyarakat Indonesia acapkali sudah dianggapsebagai bagian dari kebudayaan, sehingga kajian tentang NAPZA di Indonesia tidak bisadilepaskan dengan perilaku merokok. Dengan demikian adalah tidak mengherankanapabila berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Mackay & Eriksen (2002) prevalensi perokok di Indonesia sebesar 59% untuk laki-laki dewasa dimana menduduki urutanketiga setelah Cina (66,9) dan Kenya (66,8%). Namun demikian prevalensi perokok untuk laki-laki usia remaja menduduki urutan pertama yaitu sebesar 38%. Sementara itumeskipun angka prevalensi perokok perempuan dewasa hanya 3,7% namun jikadibandingkan dengan prevalensi perokok perempuan usia remaja ternyata angkanyalebih besar yaitu 5,3% yang berarti kedepan sangat dimungkinkan prevalensinya akannaik (WHO, 2004).Penyalahgunaan NAPZA dalam banyak dimensi merupakan masalah, namunkajian ilmiah tentang NAPZA dalam konteks masyarakat Indonesia sampai saat inimasih sangat sedikit. Penjelasan tentang faktor-faktor yang menyebabkan pertama kaliseseorang menyalahgunakan NAPZA merupakan masalah yang kompleks, namundemikian para ilmuwan sepakat bahwa perilaku penyalahgunaan NAPZA tidak selalu berlanjut pada perilaku ketergantungan terhadap NAPZA, sebagaimana dinyatakan oleh
Centre for Addiction and Mental Health
(1999) bahwa pengalaman mengkonsumsi
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->