2
Sejarah Penulisan Hadits
Abdullah, Samurah Ibn Jundab dan yang lainnya
. Bahkan Muhammad Mustafa AzamiPhD menulis dalam tesis doktoralnya yang berjudul
Studies in Early Hadits Literature
bahwa sejak awal pertama hijriyah buku-buku kecil berisi hadits telah beredar
.Walaupun ada sahifah-sahifah berisi hadits-hadits Rasulullah SAW, kodifikasi haditsini tidak dilakukan secara formal seperti halnya al-Qur’an sampai abad pertama Hijriyah berlalu, padahal bisa saja para sahabat mengumpulkan hadits-hadits shahih danmensarikannya dalam sebuah kitab. pengarang fajrul Islam memberi komentar
Mungkin hal itu juga terpikirkan oleh sebagian mereka, tetapi pelaksanaannya amat sukar. Sebab mereka tahu sewaktu Nabi SAW wafat jumlah sahabat yag mendengarkan dan meriwatkan dari beliau 114.000 orang. Setiap orang masing-masing mempunya satu, dua hadits seringkali nabi mengatakan sebuah hadits dihadapan segolongan sahabat yang tidak didengar oleh golongan lain
Adapun dalam perkembangan penulisan hadits telah dicoba mengelompokkannyakedalam beberpa periode, seperti yang dirumuskan oleh M Hasbi Asyiddiqi yangmembagi kedalam beberaa periode pada masa Nabi dan sahabat, yaitu pada abad pertama, M Hasbi Asyiddiqi membagi menjadi tiga periode
.
1. Periode Pertama (Masa Rasulullah SAW)
Pada periode pertama para sahabat langsung mendengarkan dari Rasulullah SAWatau dari sahabat lain, karena para sahabat tersebar di penjuru negri, ada yang di Dusun,dan ada yang di kota. Adakalanya diterangkan oleh istri-istri rasul seperti dalam masalahkewanitaan dan rasulullah SAW juga memerintahkan para sahabat untuk menghapal danmenyebarkan hadits-haditsnya diantara sabda beliau yang diriwayatkan Bukhari danMuslim”Dan ceritakanlah dariadaku, tidak ada keberatan bagimu untuk menceritakan apayang kamu dengar daripadaku. Barang siapa yang berdusta terhadap diriku, hendaklah ia bersedia menempati kedudukannya di neraka.”Perlu diketahui bahwa dalam menyampaikan hadits dilakukan dengan dua cara :a.Dengan lafadz asli, yakni menurut laafadz yang mereka dengar dari rasulullahSaw. b.Dengan makna saja, yakni hadits tersebut disampaikan dengan mengemukakanmakna saja, tidak menurut lafadz seperti yang diucapkan Nabi.Kecuali itu, pada masa Rasulullah SAW sudah ada catatan hadits-hadits beliau sepertiAbdullah bin Amru, dan pernah suatu waktu Rasulullah SAW berkhutbah, setelahseorang dari yaman datang dan berkata. ”Ya Rasulullah tuliskanlah untukku”,tulislahAbu Syah ini.”
5
Rosnawati Ali,
Pengantar Ilmu Hadits
, Kualalumpur: Ilham Abati Enterprise, 1997. hlm. 67
6
Muhammad Mustafa Azami,
Metodologi Kritik Hadits
, Bandung: Pustaka Hidayah, 1996. hlm. 121
7
Ahmad Amin, Fajrul Islam, Terj. Zaini Dahlan, Jakarta: Bulan Bintang, 1968. hlm. 285
8
M. Hasby Ash Shiddeqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadits, Jakarta, 1998. hlm. 47 et Seq
9
Lihat Bukhari dalam Shahihnya kitab
Ilm
yang diriwayatkan dari Abu Hurairah