Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Apabila Islam Hanya Tinggal Nama

Apabila Islam Hanya Tinggal Nama

Ratings: (0)|Views: 17 |Likes:
Published by An Asmar
jika islam tinggal nama, massallah
jika islam tinggal nama, massallah

More info:

Published by: An Asmar on Apr 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/18/2014

pdf

text

original

 
ALANGKAH bahagianya jika kita ditakdirkan lahir dan berada pada zaman keemasan Islam bersamadengan Rasulullah SAW. Ini karena kita dapat berjuang, belajar langsung dari beliau, dapat melihatwajahnya serta dapat berkomunikasi secara langsung dengannya ketika menghadapi sesuatu masalah.Zaman Baginda itu adalah satu masa yang sangat hebat karena dapat melahirkan generasi individuMuslim yang unggul dalam segenap aspek kehidupan sampai mendapat julukan dari Allah sebagaisebaik-baik umat karena menjalankan tugas menyampaikan yang makruf, mencegah kemungkaran danberiman dengan Allah.Inilah generasi yang telah dicatat dalam lembaran sejarah karena membantu Baginda menundukkan duakekuatan besar pada waktu itu yaitu Romawi dan Persia yang mengklaim memiliki sumber peradabanyang hebat, namun kehebatan individu di kalangan Sahabat Rasulullah ada pada diri mereka akhlakmulia mampu menundukkan keangkuhan keduanya .Mereka menciptakan nama dalam sejarah peradaban manusia sebagai pahlawan Islam denganmenyebar-luaskan ajaran Baginda Rasulullah SAW sesuai dengan pegangan mereka kepada agama Islamyang berarti kesejahteraan, keharmonisan, kedamaian, keamanan dan keselamatan untuk umatmanusia universal.Bagaimana dengan kita hari ini? Apakah kita bersemangat sama seperti Para Sahabat?Tidak dipungkiri bahwa kita sebagai umat Nabi Muhammad, di antara mereka ada yang diberikan namaoleh ayah-ayah kita sebagian dengan menggunakan nama Para Sahabat seperti Abu Bakar As Siddiq,Umar, Utsman, Ali, Ubadillah, Salman, Khalid, Hamzah, Abbas, Bilal , Zubair dan sebagainya. Tetapiapakah nama-nama tersebut benar-benar meresap masuk dalam sanubari kita sampai meniru ParaSahabat dalam mensikapi segenap isu agama.Alangkah sayangnya segelintir umat Islam hari ini yang sudah mulai mengubah anak-anak merekadengan nama-nama yang kadang-kadang tidak memberi makna langsung berhubungan dengan agama.Nama-nama seperti yang disebutkan di atas tidak lagi menjadi sebutan di bibir mereka. Mengapa?
 
Sama-samalah kita mencari kekurangannya.Bahkan Islam hanya tinggal nama saja, sedangkan cara dan gaya hidup tidak melambangkan merekaseperti orang Islam, ini termasuk cara berpakaian, penampilan diri pria dan wanita Islam, caraberkeluarga, cara berpikir, cara mendidik anak-anak dengan agama dan seribu satu macam prilaku lagitidak menampakkan diri mereka persis individu Muslim yang beramal dengan ajaran Islam sebenarnya.Inilah yang pernah disabdakan oleh Baginda Rasulullah SAW lebih 14 abad lalu, seolah-olah ia bagaikansatu prediksi tepat, karena Beliau selalu menerima wahyu dari Allah Taala, tentu Dia mengetahui segala-galanya karena di bawah kontrol dan pengawasan-Nya. Benarlah sabda Nabi SAW yang artinya, dari Alibin Abi Thalib RA berkata:"Telah bersabda Rasulullah SAW bahwa sudah hampir tiba suatu masa, di mana tidak tinggal lagidaripada Islam itu kecuali hanya namanya, tidak tinggal dari Al Quran itu kecuali hanya tulisannya.Masjid-masjid mereka megah, tetapi kosong dari hidayah. Ulama mereka adalah sejahat-jahat makhlukyang ada di bawah kolong (naungan) langit. Dari merekalah berasal fitnah, dan kepada merekalah fitnahitu akan kembali ". (HR. Al Baihaqi)Kalau kita perhatikan dunia Islam pada hari ini, keadaannya tidak begitu jauh dari gambaran yang telahditegaskan oleh Rasulullah SAW. Kalau belum sampai pun, ia sudah hampir menjurus ke sana. Apa yangbeliau sebutkan dalam haditsnya di atas bolehlah kita bahas satu persatu untuk melihat sejauh manakebenaran pernyataan beliau itu.1. Islam hanya tinggal namanya saja.2. Al Quran hanya tinggal tulisannya.3. Masjid megah tetapi kosong dari hidayah Allah.4. Lahirnya ulama jahat yang mementingkan periuk nasi dari Islam.5. Fitnah tersebar akibat kedangkalan ulama-ulama jahat.Islam hanya tinggal namanya sajaKelak akan banyak orang yang mengaku beragama Islam namun perbuatan kesehariannya tidakmencerminkan sebagai seorang Islam yang baik, hanya namanya saja Islam. Islam diperalat untukkepentingan tertentu. Oleh karena itu kita dapat lihat banyak orang Islam melanggar syariat.Shalat sesuai 'mood', ada seminggu sekali, ada sebulan sekali, setahun sekali dan ada yang tidak pernahshalat sama sekali. Yang kaya pula enggan membayar zakat, yang pergi haji ingin dijuluki 'pak haji'namun masih lagi nongkrong di toko judi dan menghabiskan waktu.Banyak yang berbicara tentang Islam padahal mereka tidak mengamalkannya. Pandai berpidato agarorang percaya dia seorang Islam yang baik dan memperjuangkan Islam, sehingga ada yang mengubahhalal menjadi haram dan haram menjadi halal, bahkan hukum nas kalau bisa disesuaikan dengan zaman,
 
bukan keadaan zaman disesuaikan dengan ketentuan nash.Sebenarnya orang yang sebegini termasuk dari golongan orang munafik sebagaimana Sahabat Nabi yangbernama Abu Hudzaifah ditanya apa itu nifak? Beliau menjawab:"Kamu berbicara tentang Islam, tetapi kamu tidak mengamalkan ajaran-ajarannya". (Masnad ar-Rabi ')Al Quran hanya tinggal tulisannyaDalam banyak hadis Rasulullah SAW, beliau menganjurkan kita umatnya agar membudayakanpembacaan Al Quran, ia bukan sekadar obat untuk berbagai penyakit yang sulit disembuhkan, bahkan ia juga bertindak sebagai penyemprot kepada hati yang berkarat dengan penyakit-penyakit dntakan duniasecara berlebihan.Tujuan Al Quran diturunkan adalah untuk menjadi pedoman dalam soal aqidah, iman, beribadah kepadaAllah dengan membacanya, dipelajari isinya, diamalkan segala apa yang ada di dalamnya. Menjadireferensi dalam segenap masalah yang dihadapi oleh manusia, dan yang paling utama adalahmelaksanakan hukum, hukum dan perintah Allah yang ada di dalamnya.Apa yang mendukacitakan kita pada hari ini, Al Quran dijadikan bahan untuk musabaqah menjelangkedatangan Ramadan yaitu bulan yang diturunkan Al Quran di dalamnya. Sedangkan undang-undangnyatidak diguna-pakai meskipun sudah merdeka lebih dari setengah abad, orang-orang Islam yangmelakukan kejahatan tidak dihukum dengan hukum hudud atau qisas di dunia ini. Inilah gambaranketegasan Nabi bahwa Al Quran hanya tinggal tulisannya untuk dibaca, bukan untuk diamalkan.Masjid megah tetapi kosong dari hidayah AllahInilah kebenaran pernyataan Baginda Rasulullah SAW bahwa masjid-masjid umatnya pada akhir zamanmemang cukup indah dan megah, tetapi pengisian di dalamnya tidak menguntungkan. Masjid yangseharusnya menjadi tempat menyampaikan kuliah agama kadang-kadang sepi dari pengunjungnya.Ada masjid yang membiayai urusan pembayaran tagihan listrik, air dan pemeliharaan mencapai nilairupiah yang cukup tinggi, namun kadang-kadang apa yang menduka-citakan kelas pengajian pun tidakada, ada yang diisi dengan kelas marhaban atau barzanji, itu pun tidak memahami dengan baik maksudapa yang dibacakan. Bahkan ada pula masjid dipertandingkan sempena Maulidur Rasul sebagai masjidyang paling indah dan bersih.Lahirnya ulama jahat yang mementingkan periuk nasi dari berbicara tentang IslamTidak dipungkiri juga ada kalangan ilmuan Islam yang tidak berani untuk menyatakan kebenaran dihadapan pemerintah yang zalim seperti yang disabdakan oleh Baginda, justru itulah yang diingatkanoleh beliau dalam haditsnya di atas. Ulama ini sama seperti Bal'am bin Ba'ura (ulama Bani Israil) yang

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->