• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
SIAPA AKU?
 Nama lengkap saya adalah wahyudiawansyah lahir di ujung pandang padatanggal 29 januari 1985, tepatnya dirumah sakit abubakarlambogo alias ablam, anak kedua dari empat bersaudara, nama orang tua saya adalah H.Haeruddin danHj.Maryam, orang tua saya tinggal di Takalar. Takalar adalah kota yang membesarkansaya mulai taman kanak-kanak sampai bangku SMU serta takalar adalah kota dimanatempat ayah saya bekerja. Di rumah dan tetangga-tetangga ataupun teman bergaul dikampung biasa dipanggil udi, tetapi kalau di tempat-tempat formal misal sekolah dankampus biasanya dipanggil wahyu. Umur 5 tahun saya telah memasuki dunia pendidikan tingkat 0 alias pendidikan untuk taman kanak-kanak, saat itu saya dididik  belajar membongkar dan menyusun gambar serta tulis menulis, adapun hal lain yangsaya kerjakan pada saat itu adalah bermain dengan teman-teman dan makan bersamaguru TK. Oh iya, nama TK saya adalah taman kanak-kanak (TK) Bontolebangkecamatan Galesong Utara kabupaten Takalar. Beranjak dari TK ke sekolah dasar  pada saat umur 6 Tahun, di sekolah dasar Bonto Majannang Galesong UtaraKabupaten Takalar. Di Sekolah dasar ini saya mendapatkan banyak teman danmengenal beberapa guru yang sangat sadis dan terkesan sangat seperti militer dalammendidik saya dan teman-teman saya. Setiap kali ketika ada beberapa soal yang tidak  bisa diselesaikan pada saat itu, tindakan guru saya adalah membenturkan kepalasiswa ke papan tulis, menampar ataupun memukul dengan memakai mistar atau yang biasa teman saya sebut blabas. Sekolah dasar merupakan salah satu media
 
 pembelajaran militer yang saya dapatkan karena yang saya dapatkan adanya beberapa pelajaran tambahan sebelum waktu belajar mengajar dimulai yaitu baris berbaris,upacara bendera, pemeriksaan kebersihan badan sebelum masuk kelas, nah! Disinilah merupakan salah satu waktu dimana siswa pasti sangat tertekan karna guru pada saat itu sangat tidak manusiawi dalam mendidik, bagaimana tidak! Setiap kaliada pemeriksaan kebersihan pastilah ada yang diberikan sanksi. Boleh dibilang bahwa pada saya di bangku sekolah dasar hal ini merupakan pemandangan yangsangat lucu dan mengerikan, dimana kita tahu bahwa anak yang berumur 12 tahunkebawah pastilah dalam persoalan-persoalan menjaga diri dari kotoran-kototan sertakerapian sangat kurang dijumpain yang bisa terhindar dari persoalan tersebut. Banyak orang yang mengatakan pada saat itu (tahun 1990an) adalah sebuah kewajaran dalamdunia pendidikan karna pada waktu itu presidennya juga adalah seorang yang berasaldari militer sehingga penduduknya juga ikut-ikutan bertindak ala militer dalam hal iniTentara Nasional Indonesia. tapi, di luar daripada itu, saya juga mendapatkan pelajaran dan pengalaman yang sangat banyak, mulai dari cara bergaul denganseumuran saya hingga mencoba menjadi anak yang patuh kepada orang tua serta bertindak sopan sesama teman sekolah. Semasa TK sampai SD, saya selalu diantar dengan menggunakan motor oleh ayah saya, karena jarak antara rumah ke sekolahtebilang sangat jauh bagi anak yang baru berumur dibawah 12 tahun. Beberapa pengalam menarik yang saya dapatkan ketika berada di bangku SD mulai dari main bongkar pasang sampai main boneka dengan teman SD yang perempuan dan bermain bola sampai main kelereng dengan teman SD yang laki-laki. Adapun hal-hal lain yang
 
saya kerjakan sepulang dari sekolah adalah berenang di laut, menangkap ikan disungai, mencari buah pada musim tertentu.Beranjak dari SD ke SLTP saat umur saya 12 tahun, dengan panggilan yudi,nama ini berubah ketika saya menemui banyaknya teman-teman saya yang dipanggiludi pada saat SLTP, sehingga saya mengambil inisiatif untuk menambah satu huruf didepan nama panggilan saya dengan huruf Y yaitu Yudi. Sekolah saya (SLTP) bertempat di Bontolebang dekat Kantor kecamatan tempat ayah saya bekerja. Di sinisaya temui beberapa teman yang berasal dari beberapa desa yang ada di kecamatanlain, mungkin karna SLTP yang ada pada saat itu baru SLTP Bontolebang yang berada di kecamat Galesong utara (GALUT) sehingga beberapa lulusan SD yang adadi kecamatan ini harus melanjutkan ke sekolah ini. Baiknya saya ganti saja SLTPmenjadi SMP agar lebih singkat pengetikannya. Semasa SMP saya telah menjadianak yang sedikit lebih mandiri dengan dibekali sebuah sepeda pemberian dari ayahsaya. Ini sebagai salah satu hadiah karna semasa SD kemarin saya mendapat ranking2 mulai dari kelas satu sampai lulus di bangku SD. SMP merupakan jenjang yangmenurut saya lebih memberikan suasana yang lebih daripada SD tentunya, denganadanya beberapa fasilitas yang jauh berbeda dengan apa yang telah saya lewati di bangku SD. SMP juga telah memberikan suatu pendidikan yang lebih daripadasemasa SD. Saya kira cukuplah pebedaannya saya sebutkan antara SD dan SMP.Sekarang saya akan menceritakan beberapa hal yang mungkin masih saya ingatsemasa SMP. Saya mulai dari kepala sekolah sampai guru-gurunya, masa ini atau
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...