Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Memiliki Barang Haram Dan Menggunakannya

Hukum Memiliki Barang Haram Dan Menggunakannya

Ratings: (0)|Views: 1 |Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Apr 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2014

pdf

text

original

 
konsultasi.wordpress.com/2013/04/30/hukum-memiliki-barang-haram-dan-menggunakannya/ 1/2
Konsultasi Islam
Mengatasi Masalah dengan SyariahHukum Memiliki Barang Haram dan Menggunakannya
Posted by Farid Ma'ruf pada 30 April 2013
Pertanyaan
:Sehubungan dengan masalah harta terpendam (rikâz), terdapat dalam kitab al-Amwâl, bahwadalam harta terpendam (rikâz) itu zakatnya seperlima. Dan pertanyaan di sini, berkenaan dengan benda dan barang yang memiliki kepercayaan tertentu atau pangdangan hidup tertentu, sepertisalib dan patung yang terbuat dari gading. Apakah boleh memilikinya, jika ia termasuk hartaterpendam (rikâz)? Dengan arti menjualnya, memanfaatkan uang hasil penjualannya, danmengeluarkan seperlima zakatnya?
Jawabannya
:Sehubungan harta terpendam (rikâz), jika barangnya termasuk yang diharamkan, makamemilikinya dan menggunakannya, dengan menjual dan membelinya adalah haram.Oleh karena itu, jika seorang Muslim menemukan harta terpendam (rikâz) berupa benda yangdiharamkan “salib atau patung”, maka tidak boleh memilikinya karena bentuknya yangdiharamkan. Namun boleh memecahkannya, sehingga mengubah bentuknya yang diharamkan,dan menjual pecahan-pecahannya, serta mengeluarkan zakat seperlima dari uang hasilpenjualannya. Jika Khilafah telah tegak, maka yang seperlima itu diserahkan kepada negara untukdibelanjakan pada kepentingankaum Muslim dan orang-orang yang membutuhkannya; dan jikaKhilafah belum tegak, maka yang seperlima itu diserahkan kepada kaum fakir miskin, dan untukkepentingan kaum Muslim. Sementara yang empat seperlima adalah miliknya.Ini jika patung dan salib itu bukan dari bangkai. Sebab—jika dari bangkai, maka—denganmemecahkannya tidak akan menghilangkan sifat bangkainya.Adapun jika—salib dan patung itu—dari tulang bangkai atau tanduknya, maka dalam hal ini paraulama fiqih berbeda pendapat terkait suci dan najisnya. Sedang yang terkuat adalah pendapatyang mengatakan bahwa benda-benda itu adalah najis, dan diterapkan atasnya sifat bangkai,karena firman Allah SWT:

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->