Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
RN. 07

RN. 07

Ratings: (0)|Views: 89 |Likes:
Minggu ke II Januari 2011
Minggu ke II Januari 2011

More info:

Published by: Radarnusantara Peduli on Apr 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/30/2013

pdf

text

original

 
Minggu ke II-IV Januari 2011E-mail: radarnusantara@yahoo.comHarga Rp.5000,-
Hubungi Pengaduan Masyarakat KPK:Telp: (021) 2557 8389Faks: (021) 5289 2454E-mail: pengaduan@kpk.go.idKPK On-line Monitoring System:www.kpk.go.id
Untuk Informasi Seputar KPK & Pemberantasan Korupsi,Hubungi Biro Humas KPK:Telp: (021) 2557 8498 / Faks: (021) 5290 5592E-mail: informasi@kpk.go.id
Untuk Pengaduan Dugaan TindakPidana Korupsi
Untuk Kritik dan Saran: E-mail: radarnusantara@yahoo.comSms: 0818418944
 
2
Minggu ke II-IV Januari 2011
Redaksi:
Jl. Bambu Kuning Raya No. 108 - 109 SetiakawanBekasi Jawa BaratTelp: (021) 91863377 -70693643Fax: 8825889Hp. - 081289289456 - 0818418944E-mail: radarnusantara@yahoo.comsindaksilalahi@yahoo.com
Diterbitkan Oleh:
CV. Nadya Tama Globalindo
Pimpinan Perusahaan:
Eslyna, T
Pemimpin Umum/Pimpinan Redaksi:
Shindak, SH
Wakil Pemimpin Umum:
Parulian Silalahi,
Redaktur:
Jaya Tp. Bolon,S.Sos, Charles P, S, Anton, Smjk
Redaktur Pelaksana:
Putriman Manalu
Sekretaris Redaksi:
Rohmah, Ayu
Bendahara:
Wanti, Partini
Dewan Penasehat:
 Afandi.SH, Manjadi S, SH, Ferdinan.SH, Iyus Faundra.SH,MA, SahalaTobing.SH.MH, Tuaman.SH, Herawan.SH, Mangapul SH,M.Silalahi.SH.MM, Sudirman.SH, Henri Hutapea.SH, HaposanMarbun.SH, Hotman, Hutagaol, SH,Antoni S. SH, Yunus.SH, JonnyManulang. SH, Fadlin Saleh, SH, Anggiat Sinurat, SH, MH
Dewan Redaksi:
Sindak, SH (ketua) Putriman Manalu, Anton Smjk, Ery Safrizal,Drs.Benny S, Jaya.TP.Bolon.Sos, Wilmar Bakara,Herman Pribadi, Jamal
Libank:
R.Pictor Simatupang
Sirkulasi:
 Anto, Adi, Feri R
Design/Layout:
Ifank (08561245731)
Nomor Rekning:
Bank MandiriNo Reg. 1250007565427Bank BRINo.Reg. 013901002099533Bank BCANo.Reg. 0662467071 An.SP Silalahi SH
REDAKSIKU
Iklan halaman Fullcolor (FC)
Ukuran 400 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm=Rp 40.000.000
Iklan ½ halaman Fullcolor (FC)
Ukuran 200 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm=Rp 20.000.000
Iklan ¼ halaman Fulcolor (FC)
Ukuran 100 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm=Rp 10.000.000
IKLAN BWIklan 1 halaman Blac White (BWE)
Ukuran 400 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm=Rp 72.00 0.000
Iklan1/2 halaman Black White (BW)
Ukuran 200 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm=Rp 36.000.000Iklan ¼ halaman Black White (BW)Ukuran 100 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm=Rp18.000.000
IKLAN BARIS
Rp 300 Per Karakter, Minimal 150 Karakter (Rp 45.000)Maksimal 300 Karakter ( Rp 90.000)
TARIF IKLAN
HUBUNGI:Partini: 081313936905 - 081510730302- 93576028 - 96813377
KORUPSI DI INDONESIA SUDAH KRONIS
STAF REDAKSI:
 Amirudin,Budiman,Heri, Diana, Hermanto, Ellisa,Edi Hairul, Jul Ardiansyah, Fauzi,Reni, Ardiansyah, Sumartini, Syarif Abdulah,Candra Septiadi,Zulkifli,Agus Darmawan,Antoni Sinaga.SH,Ir.Effendi,Fahrudin, Junaidi,Titin Rukmini, Claudius. S, Alexsander, Jenggo, SH, Bambang,Mulyono,Denisaputra, Rudi.S,Yudika, Mesryani, Wastini.Gatot Nugroho,Jejen, Sukirno.M,Gunawan, Anton Siman- juntak, Krismanto, Parulian.Smjk.SE, R,Wijaya.S, Budi Santoso.SE, Robert M, Arsyad Elly,
Koresponden:
Rohmayanti, Andini, Maringan,YendySumadi, Mahendra Rahmadi, Listar,Gestiady.
BIRO-BIRO DAERAH:
 
Sulawesi :
Jarwo, Irwansyah,
Maluku :
Budiman,
Irian Jaya :
Wilman, Budi,
Papua :
Wati, Herman,
Jawa Tengah :
Sugiarto, Hartoyo,
Jogya :
Sulaeman, Danuri,
Jawa Timur:
Binsar,Reno,
Bangkalan:
Sudirman.Wanti,
Magelang:
Kardi,SH.Dasila,
Banyuwangi
:Budiman,Robi.SE,
Blitar 
: Hasbi.SE,
Bojonegoro:
Burhan.Bertus.
Bondowoso:
Sugeng,
Gersik:
Maulana, Ibrahim
Jombang:
Kusnadi,Hadiro,
Kediri
: Sugeng, Ramlan,SH
Makasar:
Yudi, Arifin,
Sorong:
Antonius, Yudika,
Fakfak:
Saor,SH,Didi,
Sorong:
Leo,Fernando,
Mandailing Natal;
Julius. SH, Maria.
Langkat:
Sorta,Jonny Pardede.SE,
Karo:
Kondy. Elly,
Dairi:
Imam.SH,Budiman,
 Asahan:
Patar,Gukis,Marta
Nias:
Samsul, Ikhmal,
Bengkulu:
Radit, Samsudin, Mardi,
Pematang Siantar:
Winton Smjk
Medan:
M. Silalahi (perwak-ilan)
Gorontalo:
Nikmal, Wawan,
Batam:
Presly sitompul (Ka Perwakilan) Perjuangan Sihombing,
Serdang Bedage:
Edy Saputra,
Ma- jalengka:
Drs. S. Simatupang,
Karawang
: Deni Maret. S,
Lubuk Pakam:
Ericson Sinaga,
Nangro Aceh Darusalam:
Budiman. Jamin.Ginting.
 Aceh Tenggara
: Edison Nabaan, Mindo.
Riau:
Robinson Sirait.Waldimar.P,
Lampung:
Marto,Budiman,Merry,
Bali:
Henri, Agung,
Bandung:
Cecep. Iwan,
Cirebon:
Carles, Biman,
Ciamis:
waluyo, Marto,
Banjar:
Yansen Napitupulu, Widiawaty.
Bangka Belitung:
Rudi. Richat.Manurung. Albiner.Siagian,
Banten:
Yogi. Sudirman,
Lebak:
Burhan Samosir. Ricardo,
Tangerang:
Abner,Yunus,
Pandeglang:
Justin Simam-ora, SE. Marlon. Tulang
Bawang;
Harti, Sahat. SH,
Tanggamus:
Lambok,Rico.Sarden,
Merto:
Darwin.SH.
Pekan Baru:
Aminuddin Sitompul,Palembang: Udin,
Padang:
Leo,
Kalimantan:
Roy,
Seluruh Wartawan Radar Nasional Setiap Melaksanakan Tugas, Liputan Dilengkapi Dengan Identitas, dan tidakdiperkenankan menerima/meminta apapun dari narasumber.
Editorial  
DUNIA
sudah paham betul ten-tang Indonesia yang begitu ban-yak tanahnya mengandungkekayaan yang sangat ber-limpah, sehingga tidaklah salah jika Indonesia yang terbingkaidalam NKRI menjadi Negara yangkaya raya.Namun mirisnya, meskipunmenjadi Negara yang kaya rayatetapi masyarakat Indonesiamasih begitu banyak yang mis-kin, bahkan kelaparan. Pendid-ikan, Kesehatan, PelayananPublik dan Hukum yang dapatdi perjualbelikan bak di pasarmalam sepertinya menunjukkanbahwa moral para oknum apar-at kita sudah putus urat malun-ya, sehingga perbuatan-per-buatan yang bertentangan den-gan hukum dan agama menjaditerabaikan akibat ambisi sesat.Korupsi di Indonesia yangsudah sangat menkhawatirkandan telah memasuki tahap kro-nis ini menimbulkan keresahanbagi masyarakat, jadi jangansalahkan rakyat jika tidak lagi per-caya dengan namanya hukum.Sebab hukum itu dapat di beli den-gan uang, dan menjadi lahan yangempuk untuk mengeruk keuntun-gan sesaat.Disis lain, keseriusan Pemerin-tah dalam menanggulangi danmemberantas korupsi di nilai han-ya sebuah cerita bergambar yangkerap di baca anak usia sekolahkarena mengandung cerita lucu,hal itu dikarenakan pemerintahtidak memiliki komitmen dan ke- jelasan dalam memberantas korup-si. Faktanya, meskipun tampukpimpinan telah berganti secara es-taped dari yang satu ke yang lain,namun korupsi yang sudah mem-buat rakyat Indonesia menderitaini semakin mengganas saja dantidak terkendali, seakan meng-gerogoti ibu pertiwi. Ironisnya,tidak ada satupun formula yangmampu menghentikan lajunyapraktek korupsi.Perilaku korupsi sudah menja-di budaya dalam geliat kehidupankeseharian masyarakat Indonesia,sebab begitu jelas terlihat denganmata telanjang. Jabatan tampaknya sebagaialat yang empuk dan cepat untukmemperkaya diri sendiri, sehing-ga jabatan telah di perjualbelikandan seakan tidak perduli denganhal lain demi keinginan sesaat danperbuatan yang bergelimangdosa. Indonesia boleh berbanggakarena memiliki kekayaan yangtidak terhingga, namun tidak per-nah belajar dari negara-negara di-dunia yang berhasil memberantaskorupsi.Sebut saja Negara China yangbegitu komit dengan pemberan-tasan korupsi hingga memberikansanksi yang begitu berat, yakni hu-kuman pancung dan mati bagi sia-pa yang berani melkukan korupsi,meskipun itu seorang pejabat ting-gi. Bahkan untuk menjadikan efek jera bagi pelaku korupsi, pemerin-tah China juga turut anak dan istripejabat yang menjadi pelaku korup-si, sehingga terlihat bahwa duniamengakui penanganan korupsi ber-hasil dilakukan Negara China.Begitu juga Malasiya, Sin-gapura dan Filifina yang dulunya jauh lebih miskin di bandingkan In-donesia, tapi sekarang dapat kitalihat perkembangannya dalam du-nia teknologi. Indonesia ?,…”.wehweh weh” Gayus…, Cirus…, Ar-talita…, dan Jaksa terbaik bangsaini yakni, Urip Tri Gunawan yangtertangkap tangan menerima suapmilyaran rupiah dan lain sebagain-ya terlihat dengan jelas kalau bang-sa ini mengalami keboborak moralyang sangat memprihatikan.Pemerintah tidak dapat ber-buat banyak sekalipun sudah ban-yak yang menjadi terpidana danmendekam di jeruji besi karenamengkorupsi uang rakyat. Namuntidak sedikit masih bebas berkeli-aran menikmati hasil korupsinyadan seorang terhormat akibattidak tersentuh oleh hukum. Halitu dapat kita buktikan dan tengokdalam penanganan korupsi di KotaBatam, dugaan korupsi dana ban-sos gate dari tahun 2005-2009tidak tersentuh hukum, meskipunpihak kejaksaan sudah memeriksabegitu banyak saksi-saksi yang diclaim menerima dana social itu.Padahal masyarakat yang berhakmenerima bantuan itu hanya mem-peroleh 30 %, dan lebih menyakit-kan lagi banyak yang sama sekalitidak menerima bantuan socialyang diperuntukkan bagi orangmiskin dan anak yatim piatu.Ribuan alat bukti kwatansi yangtelah dimiliki pihak kejaksaan danmengaku kalau sudah ada yangditetapkan sebagai tersangka,namun kejaksaan enggan menye-butkan siapa nama tersangkan-ya. Faktanya, seiring berjalannyawaktu pihak kejaksaan belum juga mengumandangkan siapatersangkanya, dan belum adayang di seret ke penjara.Apa ada kongkalikong…?atau tekanan penguasa….?Sampai kapan penanganan dug-aan korupsi dana Bantuan Sos-ial ini tuntas, sebab masyarakatsudah letih menunggu akhir daridari drama ini. Apa kita harus ber-tanya kepada rumput yangbergoyang atau masyarakatbertanya kepada “monyet-monyet liar” yang ada di Pu-lau Batam…? Rasa optimismedan nasionalisme yang bisamenggugah penanganan ko-rupsi bansos yang disinyalir di jarah para maling-maling yangtidak punya rasa malu dan ra-kus, serta tidak punya hargadiri lewat. Masyarakat menan-ti penegakan supremasi hu-kum dan rasa keadilan. Dankita harus mempunyai keyaki-nan, bahwa sebuah kebenaranadalah kebenaran yang tidakbisa terbantahkan.
Sibolga, Tarutung, Karo, Balige, Stabat, RantauPrapat, Samosir, Langkat, Labuhan Batu, Kisaran,Penyabungan, Pematang Siantar, Mandailin Natal,Kaban Jahe, & Tanjung Balai.
Syarat & Ketentuan :
Sehat jasmani dan rohaniPunya kendaraan sendiriMinimal D3 semua jurusanPengalaman minimal 3 tahun dibidang JurnalisSiap bekerja keras
KESEMPATAN
BERKARIR !!!
Dibutuhkan Wartawan/ti yang siapbekerja keras untuk Wilayah PerwakilanSumatera Utara :
Hubungi Perwakilan Sumatera Utara
M Sihaloho BA
Hp :
081376208451- 081361481671
AtauEmail : sindaksilalahi@yahoo.comAtau SMS :
08184189944
 
3
Minggu ke II-IV Januari 2011
RADAR UTAMA 
PENGUNGKAPAN BANSOS GATE
Monyet-Monyet Liar di Batam Marah dan Geram
Batam,(Radar Nusantara)
Bansos memang APBD yang palingrawan diselewengkanselain gampangdidapat karena tanpamelalui proses tenderketat. Pengajuandana bansos bisalewat sehelai kwitansimudahkan?
KEMUDAHAN
ini memangsengaja diciptakan agar kaummiskin dan duafa dengan mudahdapat mencicipi danabansos.Tapi sayangnya,kemudahan ini membuat pejabatdi pemerintahan Kota Batamdengan mudah ikut mencicipidana bansos demi kepentinganpribadi.Akibat perbuatan oknumpejabat Papan atas PemkotBatam tersebut, mengundangreaksi keras dari berbagaikalangan di Kota Batam. Merekamenuding, oknum pejabatPemkot Batam “merampok” uangpanti asuhan yang ada di KotaBatam. Oknum pejabat KotaBatam sudah tidak punya rasakemanusiaan lagi.kasus penyimpangan danabansos di Kota Batam sebenarn-ya telah muncul selama tigatahun anggaran. Pertamaanggaran tahun 2007 sebesar Rp.54 miliar, kedua anggaran tahun2008 sebesar Rp 27 miliar danketiga pada anggaran tahun 2009sebesar Rp. 23,3 miliar yangkesemuanya diduga melibatkanWaliKota Batam, Ahmad Dahlandan Kroni-kroninya. Menurutketerangan Kajari Batam, AdheAdyaksa ketika mengadakankomferensi Pers di hari AntiKorupsi Sedunia pada Kamis 9Des 2010 yang lalu, dengantegas mengatakan, bahwa kasusbansos gite tidak akan berhentidan selaku pejabat penegakhukum sudah memeriksa sekitar7000 kwitansi, katanya saat itu.“begitu juga dengan tersangka-nya sudah kita tetapkan,tukasnya. Namun ketika ditanyasiapa namanya yang sudah jaditersangka dalam kasus bansosgite tersebut, Adhe Adyaksaspontan menjawab, itu tidak bisasaya jelaskan siapa tersangkanyakarena itu internal kita (kejak-saan), dalihnya. “yang jelastidak lama lagi akan kelihatansiapa-siapa orangnya yangmenjadi tersangka dalam kasusBansosgate.Dari hasil investigasiwartawan RN di Kota Batambelum lama ini, diketahuai kasusaliran dana bansos gite memangtengah diselidiki pihak Kejak-saan Negeri Batam. Jaksa Agungcuriga ada korupsi dalampenggunaan anggaran anakyatim pada anggaran tahun 2009sebesar Rp.4,5 Miliar.Ironisnya, dana bansos giteyang seharusnya menjadi danayang bisa dimanfaatkan untukmelakukan recovery kehidupanmasyarakat miskin dan anakyatim Piatu Namun sayangnya,dana tersebut diselewengkanuntuk kepentingan para elitPemko Batam. untuk anggarantahun 2009, bansos pemkoBatam dianggarkan Rp. 22 miliarsementara yang terealisasi Rp. 21miliar, Angka tersebut belumseberapa jika dibandingkandengan anggaran Bansos tahun2006 dan 2007 yang masing-masing Rp 40 miliar dan Rp 54miliar.Bansos Pemko Batammencuat sebenarnya bukanhanya tahun 2009 saja, sebe-lumya tahun 2005 sejumlahaktivis LSM yang tergabungdalam tim Pemburu AnggaranFiktif ( TPAF ) menunututPjs.Wali Kota Batam, ManaSasmita untuk menjelaskanpenyaluran dana bansos tahun2005, sementara tahun 2007masih ditambah menjadi lebihbesar , yakni Rp.54 miliar.Sedangkan dana bansos tahun2008 awalnya sebesar Rp.54 miliar,namun di APBD perubahandipangkas menjadi Rp 29 miliar.Itupun dilakukan ketika paraanggota dewan periode 2004 2009 berteriak minta pertanggung- jawaban dana bansos secaratransparan dan terperinci.sehingga total dana bansos yangtelah digelontorkan PemkoBatam selama tahun 2004 sampaitahun 2009 senilai Rp.183 miliar.Persoalanya, kemana danasebesar itu disalurkan? selamaIni hanya menjadi tanda tanyabesar. “apakah masuk keRekening pribdi pejabat papanatas Pemko Batam atau uangtersebut digunakan untukpersiapan dana kampanyepemilihan Wali Kota yang barusaja dilaksanakan” yang jelas,selangkah lagi beberapa Pejabatpapan atas yang bertugas diPemko Batam bakal masuk jerujibesi. Tahun 2005 – 2006,Kabag keuanganPemko Batam padasaat itu ditanganioleh Raja Muskindan Kasubaganggaran ErwintaMarius sudahdiperiksa aparatKejaksaanNegeri Batam. Tapi kasusnyalenyap bakditelan bumitak adabekasnya.Hinggakepalakejaksaandipegang TatangSutarna,kasusBansosmencuat kembali, namun hanyafokus pada dugaan korupsibansos tahun 2009 saja. Sebe-narnya, Tatang Sutarna memben-tuk tiga tim dalam mengusut danaBansos, pertama tim yangdipimpin Tatang Sutarna sendiriuntuk mengusut dana bansostahun 2009, kedua tim yang dipimpin Kasi.Pidsus Mursal untukmengusut dana bansos tshun2008 dan tim yang ketiga dipimpinkasi Intel Surya Lubis untukmengusut dana bansos tahun2007. Sayangnya, dua tim tidak jalan, dimana hanya tim yanglangsung dipimpin Tatang yangbekerja. Itupun masih diper-tentangkan, malah mendapatperlawanan dari internal kejak-saan. Tapi Laporan penyalurandana bansos tahun 2007,2008dan 2009 yang pada saat itutinggal menunggu kros cekdilapangan untuk mengetahuikebenaranya, apakah sudahmemenuhi ketentuan ataubelum? kami pun turut melaku-kan investigasi lapangan danFokus pada dana bansos tahun2009. Dari hasil investigasiterhadap sekitar 6.000 transaksipenyalu-ran bansos tahun 2009, kamihanya mampu menemukansekitar 30 persenya saja, itupundari hasil laporan yang menunju-kan nama, alamat dan organisasiyang jelas dan bisa ditelusuri.Sementara laporan yang tidakada nama, alamat atau petunjuklainya kami menganggappenyaluran tersebut Fiktif.Investigasi menghasilkanpetunjuk bahwa yang diterimarata-rata hanya 30 persen darilaporan Pemkon Batam, adabeberapa lembaga dan yayasanpanti asuhan yang justru dicatutnamanya tanpa menerima satusen pun.dari maksimal 30 persenyang kami invesitigasi. Kamimenemukan angka minimal Rp 3,5miliar dana yang tidak sampaikepada yang berhak tersebut,kemanakah dana tersebut?Pengusutan pun terusberlanjut, informasi terusberkembang hasilnyapunditemukan bahwa dana bansostersebut diduga kuat telahdigunakan untuk ’kepentinganperibadi’ oleh para elit pejabatPemko Batam, baik WalikotaBatam Ahmad Dahlan, WakilWalikota Batam Ria Saptarika,Sekda Kota Batam Agus Sahiman,Kabag keuangan Pemko BatamErwinta Marius dan sejumlapejabat lainya. Termasukdiduga kuat mengalir kepadapejabat Kejari Batam danKejati Kepri ( itulah alasanmengapa mereka engganmengusut dugaankorupsi Bansos-red)sayangnya, idealismedengan mudahdikalahkan dengankekuatan uang.Dana bansos juga mengalir kepada sejumlahpejabat di lingkungan muspidaKota Batam. Dana bansossudah di “ Rampok “ ramai-ramai dengan menzolimi hakanak yatim piatu yang bernaungdi yayasan masyarakat miskindan lembaga social lainya.Namun yang muncul Masjid,Musholah, yayasan secara fiktif nama para tokoh masyarakatKota Batam juga dicatut sebagaipenerima dana bansos.Harapan masyarakat KotaBatam pada pihak penegakhukum khususnya KomisiPemberantasan Korupsi ( KPK )segera menangkap dan meny-eret seluru pejabat papan atasPemko Kota Batam ke Penjara, jangan di biarkan para koruptorBansos gite bisa bebas meng-hirup udara segar. Begitu jugadengan Jaksa Agung BusronArif yang baru di lantik agar jangan hanya menjadi penon-ton, tetapi tindak tegas para Jaksa yang tidak berani mejalan-kan tugasnya, khususnya KajariBatam Adhe Adiyaksa yanghingga sejauh ini belum bisamengungkap kasus Bansos Gite,bila perlu dilakukan penangka-pan terhadap Kejari jika benarterlibat persekongkolan danmenikmati dana bansos, sepertiyang dilakukan KPK terhadap Jaksa Urip Tri Gunawan. Sebabkasus itu telah mengakibatkanratusan miliar uang rakyat hilangdan di jarah oleh orang-orangyang tidak bertanggung jawabyang disinyalir di jarah parapetinggi Kota Batam. Denganpengungkapan bansos gate inibeberapa petingi di batammerasa geram dan marah agarmasalah bansos gate jangan dilanjutkan.
“monyet-monyet liar”
yang ada di Kota Batam jugatidak mau ketinggalan denganpenanganan bansos gate yangselalu mengikuti perkemban-gannya yang selama iniberjalan di tempatmembuatnyamarah danberingas.
(tim
)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->