Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tang Pemotong, Tang Penjepit

Tang Pemotong, Tang Penjepit

Ratings: (0)|Views: 185|Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Apr 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/09/2013

pdf

text

original

 
sipilfull.blogspot.com/2012/02/alat-bangunan-tang-pemotong-tang.html 1/2
 Alat Sipil Berikut adalah tang pemotong yang mungkin pada umumnya sering dipakai untuk orang orangteknik mesin dan tang penjepit,masih dalam fungsi umum yang sama yakni pembuatan plat talang instalasi air baca fungsi dan cara kerjanya : TANG PEMOTONGFungsi :Sebagai alat pemotong dan penjepit.Cara kerja :Masukkan pelat pada sela tang lalu potong atau jepit dengan tekanan. TANG PENJEPITFungsi :Sebagai alat untuk menjepit pelat, untuk dijadikan sebagai pegangan atau penopang.Cara kerja :Masukkan pelat pada sela tang lalu tekan sampai erat.Posted10th February 2012bywbs Labels:Praktek PlumbingAdd a comment
0
 
03:19 - Militer Korea
Kajian UtamaNasionalInternasionalAnalisisKristologiKonspirasiMercusuarContentsWallpaper Islami
HomeDaftar IsiAboutOur IdeologyAkhwat ZoneRecent CommentStay Connected
 
Komunitas Atheis Indonesia
Jumlah komunitas Atheis Indonesia (KAI - Ingat, bukan perusahaan
Kereta Api Indonesia
lho ) jumlahnya dari waktu ke waktu terus bertambah. Merekamembentuk wadah tersendiri untuk berkumpul. Berikut ini salah satu kisah wargaIndonesia yang murtad jadi Atheis.Hidupnya berputar lima tahun lalu ketika masih berusia 19 tahun. Di umur sebeliaitu, putaran dilakoni Nu ( bukan nama sebenarnya) bukan soal nasib, tapikeyakinan. Dari penganut Katolik taat berganti atheis.Tuhan biasanya menjadi sandaran pamungkas ketika seseorang galau. Namun itutidak lagi berlaku buat bungsu dari tiga bersaudara ini. "Gue nyaman dengankeadaan ini," kata Nu saat ditemui
merdeka.com
, Selasa malam dua pekan lalu, disebuah kafe di bilangan Setiabudi, Jakarta Selatan. "Sampai sekarang tidak adabukti membuat gue percaya Tuhan itu ada."Pemuda berkaca mata itu tidak sendirian. Dia merupakan anggota komunitasIndonesia Atheists, sebuah kumpulan penolak Tuhan eksis lewat lamanFacebook. Bahkan, Nu terhitung pendiri bersama Karl Karnadi. Komunitas inidibentuk pada 1 Oktober 2008.Hingga Rabu pekan lalu, Indonesian Atheists beranggotakan 1.110 orang. Sekitar 65 persen adalah lelaki dan kebanyakan yang tidak percaya Tuhan tadinyapenganut agama dibawa oleh Nabi Muhammad. Jumlah mereka sedikit unggulketimbang mantan pemeluk Nasrani. "Dasar pembentukan adalah mendirikansemacam suaka buat teman-teman atheis dan non-religius untukmengekspresikan pemikiran," ujar Nu.Di awal berdirinya, baru ada sekitar seratus anggota. Komunitas Indonesian Atheists ini juga menggelar pertemuan kecil untuk sekadar saling kenal danbertukar kabar. Nu mengklaim sampai saat ini anggota mereka tersebar mulaiujung Sumatera hingga Papua. Bahkan, ada juga yang menetap di luar negeri.Untuk bergabung tidak sulit, cukup mengajukan diri lewat laman FacebookIndonesian Atheists. Nu sebagai administratur, lantas bakal memverifikasipendaftar. Dia bakal mencari tahu latar belakang dan tujuan mereka. Saban hari,komunitas ini kedatangan 5-10 orang. Setelah verifikasi selesai, pendaftar menjalani wawancara lewat pesan pribadi. Selepas itu, Nu dan Karl bakalmembahas hasil wawancara itu sebelum memutuskan apakah pendaftar bisaditerima menjadi anggota atau ditolak.Indonesia Atheists tidak berjalan kaku. Tidak ada aturan main dan pemimpin."Yang penting tiap anggota dalam berdiskusi menjaga situasi supaya nyaman,tidak berkata kasar atau melecehkan," tutur Nu. Meski kebanyakan sudah paham,komunitas ini mengingatkan anggota mereka agar tidak sembarangan sesumbar didepan publik sebagai orang tidak percaya Tuhan.Imbauan ini berkaca dari pengalaman Alexander alias Aan, administratur lamanFacebook Ateis Minang. Dia ditangkap karena berkoar sebagai seorangateis.Majelis hakim Pengadilan Negeri Muaro Sijunjung, Sumatera Barat,pertengahan Juni tahun lalu, memvonis lelaki 30 tahun itu 2,5 tahun kurungan dandenda Rp 100 juta. Dia didakwa dengan Pasal 28 Undang-undang Informasi danTransaksi Elektronik lantaran menyebarkan kebencian rasial dan agama.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->