Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
proposal skripsi ilmu pemerintahan

proposal skripsi ilmu pemerintahan

Ratings: (0)|Views: 695 |Likes:
Published by Arny Aby
pemilukada pemalang
pemilukada pemalang

More info:

Published by: Arny Aby on Apr 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2014

pdf

text

original

 
 xiv
PENDAHULUANA.
 
Latar Belakang Penelitian
Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang menganut pahamdemokrasi. Dalam paham ini rakyat memiliki kedudukan yang sangat penting,sebab kedaulatan berada di tangan rakyat. Menurut Abraham Lincoln ( dalam Ngabiyanto 2003: 42) suatu negara demokratis adalah negara yang memiliki bentuk pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Sebagaikonsekuensi negara demokrasi, Indonesia telah menyelenggarakan sembilankali pemilihan umum (Pemilu) secara reguler, yaitu Tahun 1955, 1971, 1977,1982, 1987, 1992, 1997, 1999, dan 2004 untuk pemilihan calon legislatif (Pileg) dan pemilihan calon presiden dan wakil presiden (Pilpres).Pemilu ( pemilihan umum ) menurut Pasal 1 UU RI No12 Tahun 2003adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam Negara KesatuanRepublik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang
 – 
Undang Dasar  Negara Republik Indonesia Tahun 1945.Pemilihan umum menjadi salah satu indikator stabil dan dinamisnyademokratisasi suatu bangsa. Dalam konteks Indonesia, penyelenggaraan pemilu memang secara periodik sudah berlangsung sejak awal-awalkemerdekaan bangsa ini, akan tetapi proses demokratisasi lewat pemilu- pemilu yang terdahulu belum mampu menyemai nilai-nilai demokrasi yangmatang akibat sistem politik yang otoriter. Harapan untuk menemukan formatdemokrasi yang ideal mulai nampak setelah penyelenggaraan 2 pemilu
 
 xvlangsung terakhir di tahun 2004 dan 2009 yang berjalan relatif cukup lancar dan aman. Untuk ukuran bangsa yang baru beberapa tahun lepas dari sistemotoritarian, penyelenggaraan pemilu yang terdiri dari pemilu legislatif dan pemilu presiden secara langsung yang berjalan tanpa tindakan kekerasan dankonflik menjadi prestasi bersejarah bagi bangsa ini. Terlebih dengan diadakan pemilihan Kepala Daerah yang juga dilaksanakan secara langsung.Dalam tahapan demokrasi ini, bangsa Indonesia kembali diuji denganmomentum pemilihan kepala daerah langsung yang telah berlangsung sejak 2005. Meskipun sebagian masyarakat masih skeptis dengan Pilkada langsungini terutama ketidaksiapan materi dan infrastruktur, namun demikianmomentum pilkada idealnya dijadikan sebagai proses penguatandemokratisasi. Di tengah masih lemahnya kesadaran politik di
level grassroot,
maka momentum Pilkada menjadi ajang pertarungan politik yang selalumembuka ruang potensi konflik, manipulasi
 , money politics
, dan intimidasi.Semua itu jika tidak disikapi dengan bijak dengan tingginya kesadaran politik masyarakat untuk berpartisipasi politik ikutserta dalam menciptakan jalannya pemilihan umum langsung, maka akan dapat menimbulkan perpecahandidalam intern suatu wilayah yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan NKRI. Untuk itulah dibutuhkan peraturan perundang-undangan yang jelas dansesuai untuk diterapkan guna memandu jalannya pelaksanaan pemilu.Berbicara pilkada langsung kita tidak lepas dari Undang undang No. 32Tahun 2004. Tidaklah kalah penting dari Undang-undang tersebut adalahaspek demokratisasi. Aspek demokratisasi dalam Undang-undang ini diukur 
 
 xvidari dua faktor penting, yaitu unsur keterlibatan masyarakat dalammenentukan pejabat publik di daerah (kepala daerah) dan keterlibatanmasyarakat dalam proses pembuatan kebijakan publik yang terkait dengankepentingan masyarakat secara luas. Salah satu aspek efektifitas demokrasiadalah adanya kesempatan bagi masyarakat atau publik untuk menentukan pejabat publik tersebut pada tingkat lokal melalui pemilihan umum yangdilaksanakan langsung secara periodik. Karena demokrasi dan partisipasi politik rakyat menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Adalah tidak realistis jika kita ingin menegakkan demokrasi sementara itu rakyat tidak bisa berperan secara aktif.Berdasarkan konsep tersebut dapat diambil pengertian bahwa sebuah pemerintahan dapat dikatakan demokratis apabila para pejabat yangmemimpin pemerintahan itu dipilih secara langsung dan bebas oleh publik dengan cara terbuka dan jujur. Dalam konteks penguatan demokratisasi, pilkada langsung sebenarnya menjadi peluang untuk melakukan pematangandan penyadaran berdemokrasi. Rakyat yang memiliki kesadaran berdemokrasiuntuk berpartisipasi aktif mensukseskan jalannya pilkada langsung sampaikepada tingkatan masyarakat yang paling bawah terutama dalam masyarakat pedesaan. Sebagaimana diatur dalam pasal 24 ayat (5) UU No. 32 Tahun
2004 yang menyatakan bahwa, “Kepala daerah dan wakil kepala daerah
sebagaimana dimaksud pada ayat dipilih dalam satu pasangan secara langsung
oleh rakyat di daerah yang bersangkutan”.
Disini jelas dikatakan bahwa pemilihan kepala daerah harus dilakukan secara langsung oleh rakyat di

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Jajang Sulaeman liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->