Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
“Refleksi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928_ Tolak Nasionalisme, Saatnya Pemuda Perjuangkan Syariah dan Khilafah”

“Refleksi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928_ Tolak Nasionalisme, Saatnya Pemuda Perjuangkan Syariah dan Khilafah”

Ratings: (0)|Views: 127|Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on May 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/15/2014

pdf

text

original

 
HomePosts RSSComments RSSFacebookContact UsSearch...
HOMEHEADLINEANALISISOPINITSAQOFAHTARIKHMAHASISWIKEGIATANAKHBAR UIKAISLAMIC SHAREDOWNLOAD
Home»Torehan syabab FKIM» “Refleksi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928: Tolak Nasionalisme, Saatnya Pemuda Perjuangkan Syariah dan Khilafah”
“Refleksi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928: Tolak Nasionalisme, Saatnya Pemuda Perjuangkan Syariahdan Khilafah”
Written By fkim uikabogor on 4/07/2013 | 03:23
Tanggal 28 Oktober, para pemuda bolehberbangga. Se jarah telahmengukir hari itu sebagai Hari Sumpah Pemuda. Hari di mana parapemuda berserikat menuntut kemerdekaanIndonesia ataspenjajahanasing. Gebrakan yang dilakukan oleh para pemuda bangsa pada 84 tahunlalu, telah berhasil menorehkan rumusan sumpah pemuda. Tepat 28Oktober 1928, ribuan pemuda memadati sebuah bangunan di Jalan KramatRaya 106 untuk membacakan Sumpah PemudaIkatan Nasionalisme telah menggerakkan para pemuda kala itu untuk bersatu demi merebutkemerdekaan bangsa Indonesia. Perang fisik yang terjadi di tengah-tengah kondisi bangsa yangterja jah, rupanya mampumemberikan suntikan semangat dalam diripara pemuda. Namun sayangnya, semangat itu hanyalah semangat semu. Mereka bersatu karena terikat oleh semangat nasionalisme.Ikatan satu tanah air, satu bangsa, serta satu bahasa. Ikatan semu yang hanya muncul saat adanyaserangan dari luar yang mengancam mereka. Pemuda merasa terancam dengan serangan bertubi-tubi yang dilakukan oleh penjajah. Hal inilah yang akhirnya menggerakkan mereka untuk melakukanperlawanan. Bersatu (hanya) saat dijajah secara fisik. Namun, ketika penjajahan fisik itu telah berakhir,semangat nasionalisme pun turut surut. Sehingga salah besar jika kita berharap pada ikatannasionalisme. Ikatan semu, mudah hilang, dan bathil. Apakah kita pikir sekarang bangsa ini sudah merdeka dari penjajahan? Salah besar jika kitamenganggap demikian. Bahkan hingga detik ini pun kita masih dijajah. Walaupun penjajahan itu tidaklagi secara fisik, tetapi penjajahan secara pemikiran terus mengancam. Lalu di manakah nasionalismeyang kalian banggakan? Hilang, terbawa arus globalisasi, terkubur genangan hedonisme. Bayangkan jika suatu saat kalian berpindah kewarganegaraan ke Belanda, dan (seandainya) saat itu Belandasedang dijajah oleh Indonesia. Lalu atas dasar ikatan nasionalisme kalian beralih membela Belandadan memusuhi Indonesia. Betapa munafiknya ikatan ini bukan? Karenanya nasionalisme memangmerupakan ikatan yang bathil (salah), dan tidak layak dijadikan pedoman.Berbeda halnya dengan pandangan Islam dalam menyatukan umat dengan digerakkan oleh ikatanakidah/ideologi, yaitu ideologi Islam. Ikatan yang didasarkan atas keimanan kepada Allah swt. Ikatanyang tidak hanya tersekat batas negara, tetapi lebih bersifat global dan mendunia. Tidak lagimemandang bahwa kita adalah bangsa Indonesia, tetapi melihat bahwa kita adalah makhluk ciptaan Allah swt. Ikatan yang muncul karena konsekuensi keimanan kita, yang mengakui Allah swt. sebagaipencipta sekaligus pengatur hidup kita. Sehingga ketika melihat kondisi dunia yang mencampakkanaturan Allah swt, takni Syariah, maka di manapun berada, pemuda dengan ikatan akidah ini akanmemberontak, meneriakkan perubahan demi diterapkannya Syariah secara totralitas di muka bumi.bunuh sejenak sumpah pemuda dengan ikatan nasionalisme-nya. Mari kita buka lembaran sejarah
NextNext
PreviousPrevious
RECENTPOPULARCOMMENTMISTERI
Khilafah Hanya 30 Tahun?Khilafah Hanya 30 Tahun?
Soal:Benarkah Khilafah hanya tigaSoal:Benarkah Khilafah hanya tiga puluh tahun? Jika benar, apakah puluh tahun? Jika benar, apakah berarti setelah itu kewajiban berarti setelah itu kewajibanmen...men...
Tafsir QS al-Furqan [25]: 67: Sifat-Tafsir QS al-Furqan [25]: 67: Sifat-sifat ‘Ibâd al-Rahman (3)sifat ‘Ibâd al-Rahman (3)
Oleh: Rokhmat S. Labib,Oleh: Rokhmat S. Labib,M.E.I.Dan orang-orang yangM.E.I.Dan orang-orang yangapabila membelanjakan (harta),apabila membelanjakan (harta),mereka tidak berl...mereka tidak berl...
Tafsir QS al-Furqan [25]: 68-69,Tafsir QS al-Furqan [25]: 68-69,Sifat-sifat ‘Ibâd al-Rahmân (4 )Sifat-sifat ‘Ibâd al-Rahmân (4 )
Oleh: Rokhmat S. Labib,Oleh: Rokhmat S. Labib,M.E.I.Dan orang-orang yangM.E.I.Dan orang-orang yangtidak menyembah tuhan yang laintidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah da... beserta Allah da...
Partisipasi Perempuan, SepertiPartisipasi Perempuan, SepertiApa?Apa?
Motif sesungguhnya, mengapaMotif sesungguhnya, mengapa perempuan dimotivasi agar lebih perempuan dimotivasi agar lebihmaksimal berpartisipasi dalammaksimal berpartisipasi dalam proses ek... proses ek...
Meredam Rasa TersinggungMeredam Rasa Tersinggung
Salah satu hal yang seringSalah satu hal yang seringmembuat energi kita terkurasmembuat energi kita terkurasadalah timbulnya rasaadalah timbulnya rasaketersinggungan diri....ketersinggungan diri....
HomeHomeLikeSendBe the first of your friends to like this.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->