Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
LANDASAN TEORI

LANDASAN TEORI

Ratings: (0)|Views: 239|Likes:
Published by Defrin Yks
ffhg
ffhg

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Defrin Yks on May 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/25/2013

pdf

text

original

 
LANDASAN TEORI
 Hukum Ohm pertma kali dikemukakan oleh seorang ilmuan Jerman yang bernamaGeorge Simon Ohm. Beliau dapat menggambarkan hubungan pokok antara voltase, arus, danhambatan. Hubungan ini kemudian dikenal dengan hukum ohm. Bunyi hukum Ohm adalah
“Kuat arus yang mengalir dalam suatu penghantar sebanding
dengan beda potensial dan
 berbanding terbalik dengan resistansipenghantar”. Secara matematis hukum Ohm dapat
dituliskan sebagai berikut:I =Keterangan:I = Kuat arus yang melewati penghantar (Ampere)R = Resistansi penghantar (Ohm) V = Beda potensial antara ujung penghantar (Volt)Dari hukum Ohm ini didapatkan besaran resistansi yang merupakan karakteristik penghantar,karena nilai tetap dalam kondisi penghantar tetap (Istiyono, 2004:147).Dalam rangkaian dua resistor yang dihubungkan secara seri melalui Vin, yangmerupakan tegangan listrik yang terhubung ke resistor, Rtop, di mana tegangan keluaran Voutadalah tegangan resistor Rbottom yang diberikan oleh formula. Jika lebih resistor dihubungkansecara seri pada rangkaian maka tegangan yang berbeda akan muncul di setiap resistor berkaitandengan masing-masing hambatan R (IxR hukum Ohm) menyediakan tegangan berbeda dari satusumber pasokan/catudaya. Namun, harus berhati-hati ketika menggunakan jaringan jenis inisebagai impedansi karena dapat mempengaruhi tegangan keluaran ( Malvino, 2003:63).Dalam ilmu elektronika
 
 banyak sekali cara yang dapat di pergunakan untuk memperkecilatau membagi
 
sebuah tegangan. Apabila kita memiliki sebuah teganganyang besar dan perluuntuk memperkecilnya kita bisa membaginya dengan salah satu cara yaitu membuat sebuahrangkaian pembagi tegangan. Berikut adalah sebuah rangkaian sederhana dari pembagitegangan.
Rangkaian Pembagi Tegangan
 Pada rangkaian pembagi tegangan
 
diatas dapat kita lihat bahwa Tegangan Input
 
(Vin) akanmengalirkan Arus (I) melalui dua buah Resistor (R1 & R2) yang di hubungkansecara seri. Arus yang melewati kedua Resisto
r
tersebut akan memiliki nilai yang sama dengan Arus yang masuk karena kedua resistor tersebut di hubungkan secara seri. Besarnya nilaihambatan atau resistansi total kedua resistor
 
adalah Rtotal = R1 + R2. Sedangkan besarnya nilai
 
tegangan input
 
(Vin) dapat kita cari menggunakan teori hukum ohm. Besarnya arus yangterdapat di dalam rangkaian dapat kita kethui nilainya dengan persamaan :Sehingga besarnya nilai tegangan
 
 yang melalui resistor
 
kedua (R2) dapat di ketahui melaluipersamaan : Vout = i x R 
2
 Sehingga dari Rangkaian Pembagi Tegangan
 
di atas dapat disimpulkan bahwa, besarnya nilaitegangan output
 
(Vo) ditentukan oleh besarnya nilai resistansi
 
atau hambatan
 
pada R1 & R2(Depari, 2002:77).
3. ALAT DAN BAHAN
 
3.1 Alat
 a. Catu daya variabel (1x) b. Multimeter (2x)c.
 
Papan Roti
3.2 Bahan
 a.
 
Resistor (1000, 200, 10) b
.
Jamper (kabel penghubung)
4. LANGKAH KERJA 
 
4.1 Hukum Ohm
 
a.
Membuat rangkaian seperti gambar di bawah ini :
 b.
Menghitung tegangan menggunakan multimeter dengan mengubah tegangan pada catu daya (2V,4V, 6V, 10V, 20V)
c.
Menulis hasil perhitumgan pada hasil percobaan
d.
Menghitung arus dengan menggunakan multimeter dengan mengubah tegangan pada catu daya(2V, 4V, 6V, 10V, 20V)
e.
Menulis hasil perhitungan pada tabel hasil percobaan.
4.2 Rangkaian pembagi tegangan
 
a.
Membuat rangkaian seperti gambar dibawah ini :
 b.
Menghitung teganan keluaran ( )menggunakan multimeter dengan mengganti-ganti nilaiResistor 3 () (1000, 200, 10) dengan nilai tegangan masukan tetap yaitu 12
c.
Menulis hasil perhitungan pada tabel hasil percobaan.
5. DATA HASIL PENGAMATAN
 
5.1 Tabel Hasil Percobaan Hukum Ohm
 No. R (KOhm) V resistor(Volt) I (mili Ampere) Vsumber(Volt)1.
10
 
2,2
 
0,2
 
2
 2.
10
 
4
 
0,4
 
4
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->