Namun dalam dampak mengglobalnya informasi tak dirasa positif saja karena setiapinformasi itu memberitahukan tentang suatu nilai baru bagi masyarakat tertentu sedangkantidak semua nilai baru tersebut adalah nilai kebaikan atau norma positif akan tetapi juga bisamemberikan nilai yang buruk bagi masyarakat yang tanpa disadari mungkin juga akan diikutidan justru malah mengikis identitas asli suatu bangsa.Dalam hal ini saya ambil contoh di masa orde baru yang dimana dimasa itu tidak adanya transparansi dalam pemerintahan, siapa legislatif-legislatifnya kemudian bagaimanakeuangan negara dikelola dsb. Ditambah dikekangnya para pengkritik kebijakan pemerintahmaka tak heran jika di masa orde baru dulu banyak aktivis yang dipenjara ataupun hilangtiba-tiba dan tak jelas dimana keberadaanya. Hal-hal tersebut coba ditutupi oleh pemerintahdalam era orde baru semua media juga dibatasi pemerintah maka jadi tidak heran jikamasyarakat indonesia saat ini berfikir statis dan cenderung tidak kritis.Dimasa reformasi informasi begitu mudahnya didapat bahkan informasi menjadisebuah kebutuhan yang fundamen. Informasi dan pengetahuan, seperti diutarakan olehThomas A. Steward (1997) dalam bukunya:
Intellectual Capital
, memang tidak sama dengan
uang kas, sumber
alam, tenaga kerja, dan mesin
. Informasi adalah
sumber daya yanganeh
(
weird
resources
), katanya. Ia menyebutkan beberapa alasan mengapa demikian:(1) Informasi merupakan
public-good
, yang dapat dipergunakan, tanpa dikonsumsi (
can beused without being consumed
). Karena itu, informasi bersifat
non
substractive
(tidak berkurang). Walaupun telah dijual, informasi yang sama bisa dijual pada pihak lain, sepertidosen yang mengajar mata kuliah yang sama di berbagai tempat, bahkan informasi atau pengetahuan dari dosen itu bisa diajarkan oleh sang murid kepada khalayak lain tanpa adamasalah.(2) Dalam ilmu ekonomi, nilai timbul karena kelangkaan (
scarcity
). Itu untuk sumber dayaekonomi lain. Informasi dan pengetahuan bertambah nilainya justru karena melimpah(
abundant
), bukan karena langka.(3) Barang dan jasa padat pengetahuan memiliki struktur biaya yang “berat di depan” (
front-loaded
). Artinya biaya untuk unit pertama akan tinggi dibanding dengan unit berikutnya.(4) Karena cirinya yang kreatif, pada informasi dan pengetahuan sulit dilihat keterkaitanantara masukan (
input
) dan keluaran (
output
). Karena itu sulit untuk diprediksi tidak sepertimodal tetap (mesin) yang lebih dapat diprediksi (
predictable
). Jikalau kita lihat hasil pembangunan nasional yang disumbangkan oleh teknologiinformasi seperti e-government, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat saat ini
Leave a Comment
kunjungi facebook saya fatah_best2@yahoo.com