Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
0Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengantar Filsafat

Pengantar Filsafat

Ratings: (0)|Views: 88|Likes:
Published by Azwar Syamsul Kamal

More info:

Published by: Azwar Syamsul Kamal on May 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/01/2013

pdf

text

original

 
Pengantar Kepada Filsafat
Hanya ada 2 pandangan hidup yang memberi kekuatan untuk mewarnai dunia ini yaitufilsafat dan agama. Sains (ilmu dan teknologi) tidak dianggap mampu memiliki pandanganyang begitu kuat karena dalam garis besarnya sains bersifat netral dan hanya mampumewarnai dunia berdasarkan pandangan hidup keilmuannya. Bukti sejarah menuliskan pengaruh agama dan filsafat mewarnai dunia yakni adanya orang-orang berani matimengorbankan nyawanya untuk mempertahankan agama yang diyakininya dan mati karena proses pemikirannya yang sangat diyakini kebenarannya, misalnya tokoh Socrates yang relamati karena pemikirannya dianggap sangat berbahaya dan menyesatkan tidak sesuai dengankebijakan gereja Kristen di masa Yunani.Letak persamaan agama dan filsafat ialah pertama, masing-masing memiliki pengikut yangmeyakini atas keyakinan yang dianutnya. Kedua, agama-filsafat merasa perlu menyebarkanajaran-ajarannya sehingga terbentuk sikap atas apa yang diyakininya, terbentuk tindakan dan pandangan hidup masing-masing penganutnya. Sebaliknya, letak perbedaannya adalah agama berasal dari Tuhan yang memberikan wahyu dan petunjuk kepada hamba-Nya berupa peraturan tentang cara hidup lahir batin dan menekankan rasa iman atau kepercayaan.Sedangkan filsafat berasal dari buah pikir radikal manusia.Terkhusus pada bidang filsafat awal mula timbulnya berasal dari rasa ingin tahu kemudianterbentuklah mitos yang mempercayai keberadaan sifat gaib yaitu roh-roh di balik alam jagatraya ini, dan ini dipercayai oleh orang dahulu sebagai suatu kebenaran. Selanjutnya rasa kritis pun mulai menderai orang-orang atas kebenaran mitos itu rasa sangsi pun muncul, lalu inginkepastian, timbulnya pertanyaan dan rasa-rasa tersebut adalah dasar timbulnya filsafat.Mula-mula filsafat berarti sifat seseorang berusaha menjadi bijak, selanjutnya filsafat mulaimenyempit yaitu lebih menekankan pada latihan berpikir untuk memenuhi kesenanganintelektual (
intelectual curiosity
), juga filsafat pada masa ini ialah menjawab pertanyaan yangtinggi yaitu pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh sains. Secara terminologi filsafat banyak diartikan oleh para ahli secara berbeda, perbedaan konotasi filsafat disebabkan oleh pengaruh lingkungan dan pandangan hidup yang berbeda serta akibat perkembangan filsafatitu sendiri seperti; James melihat konotasi filsafat sebagai kumpulan pertanyaan yang tidak  pernah terjawab oleh sains secara memuaskan. Russel melihat filsafat pada sifatnya ialahusaha menjawab, objeknya
ultimate question
. Phytagoras menunjukkan filsafat sebagai perenungan tentang ketuhanan. Poedjawijatna (1974: 11) menyatakan filsafat diartikan inginmencapai pandai, cinta, pada kebijakan, dan sebagai jenis pengetahuan yang berusahamencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran belaka.Hasbullah Bakry (1971: 11) mengatakan filsafat menyelidiki segala sesuatu denganmendalam mengenai ketuhanan, alam semesta, dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai akal manusia dan bagiamana sikap manusia itu harus setelah mencapai pengetahuan itu, dan masih banyak  pendapat dari tokoh-tokoh lainnya.Metode mempelajari filsafat terbagi atas 3 macam metode;
 pertama
, sistematis yang berartimenghadapi karya filsafat secara berurutan mulai dari menghadapi teori pengetahuan yangterdiri atas beberapa cabang filsafat, kemudian teori hakikatnya, kemudian teori nilai.
 Kedua,
historis yang berarti mengetahui filsafat dengan cara mengetahui sejarahnya.
 Ketiga,
kritisyakni memahami isi ajaran filsafat kemudian mengkitiknya dalam bentuk menentang,memberi dukungan.
 
Objek penelitian filsafat ada 2 yakni: obyek materi yakni obyek yang dipikirkan ialah segalayang ada dan yang mungkin ada, atau dengan kata lain cakupannya luas sekali baik itu bersifat empiris dan abstrak, juga hal yang mengenai Tuhan, hari akhir sebagaikesimpulannya lebih luas dari objek material sains. Objek forma yakni penyelidikan yangmendalam.Faedah mempelajari filsafat antara lain :
 pertama
, agar terlatih berfikir serius sehinggamemberikan kemampuan memecahkan masalah secara serius menemukan akar  permasalahan, dan menemukan sebab terakhir suatu penampakan.
 Kedua,
mampu memahamifilsafat sehingga mampu berpartisipasi dalam membangun dunia dengan baik karena duniaini hanya diwarnai oleh dua yakni agama dan filsafat.
 Ketiga,
mampu menemukan rumusan baru dalam penyelesaian dunia, mungkin berupa kritik, usul.
 Keempat,
menjadi warga negarayang baik.Sistematika filsafat terbagi atas 3 garis besar yakni;
 Pertama,
teori pengetahuan yangmembicarakan bagaimana cara memperoleh ilmu pengetahuan yang disebut epistemologi.Pengetahuan manusia itu sendiri terdiri atas 3 macam dengan ilustrasi bagan sebagai berikut:Pengetahuan ManusiaMacam Pengetahuan Objek Paradigma Metode UkuranSainsFilsafatMistik EmpirisAbstrak LogisAbstrak SupralogisPositivismeLogisMistisSainsRasioLatihanmistisLogis dan buktiempirisLogisRasio, yakin,kadang-kadangempirisAda beberapa aliran yang berbicara tentang ini:1) Empirisme,
kata ini berasal dari kata Yunani “empirikos” yang berarti pengalaman,
menurut aliran ini manusia memperoleh pengetahuan dari pengalamannya yaitu pengalamaninderawi. Sumber kebenaran ialah hasil dari pengamatan indera manusia. Kelemahan darialiran ini ialah inderat indera terbatas, karena indera dapat melaporkan objek tidak sebagaimana adanya. Indera tertipu, yakni obyek yang ditangkap tidak sebagaimana yangoleh alat indera sehingga menyebabkan pengetahuan yang salah.2) Rasionalisme, aliran ini menyatakan akal adalah dasar kepastian pengetahuan,walaupun tetap menggunakan indera dalam memperoleh pengetahuan namun dianggapsebatas memberikan stimulus kepada akal untuk bekerja. Akal bekerja tidak hanya bahan- bahan dari indera saja tapi mampu juga menghasilkan pengetahuan objek yang betul-betulabstrak. Kerjasama inderawi dan akal melahirkan metode sains (
 scientific method 
) danmelahirkan pengetahuan sanis (
 scientific knowledge
).3) Positivisme, pendapat aliran ini adalah indera amatlah penting dalam memperoleh pengetahuan, tetapi harus dipertajam dengan alat bantu dan diperkuat dengan eksperimen.Karena kekeliruan indrawi dapat dikoreksi oleh eksperimen. Tokoh aliran ini adalah AugusteComte (1798-1875).
 
4) Intuisionisme, tokohnya ialah Henry Bergson (1859-1941) ia menganggap tidak hanyaindera yang terbatas, akalpun terbatas karena objek yang ditangkap selalu berubah-ubah.Misalnya akal hanya dapat memahami suatu objek bila ia mengkonsentrasikan dirinya pdadaobjek itu. Intuisi menangkap objek secara lagsung tanpa melalui pemikiran lewat cara latihan.
Dalam Islam disebutkan “riyadlah” dengan metode tariqat. Kemampuan intuisi mampu
menepis batas-batas tuhannya dalam dunia barat bisa disebut latihan kontemplasi dan dalamfilsafat disebut filsafat rasa lewat hati dan ini merupakan tingkatan tertinggi dalam filsafat.Berdasarkan 3 uraian aliran sebagai kesimpulan manusia memperoleh pengetahuan dengan 3cara; sains, logika/akal, dan latihan rasa (intuisi,
kasyf 
).Kedua, ontologi yakni teori hakikat, membicarakan apa pengetahuan itu sendiri. Hakikatdidefinisikan realitas artinya kenyataan yang sebenarnya, bukan keadaan sementara, ataupunmenipu. Kronologi membicarakan hakikat asal, antropologi membicarakan hakikat manusiadan lain-lain. Beberapa aliran yang menjawab hakikat dari realitas benda-benda sebagai berikut:1.
 
Materialisme, menurut aliran ini hakikat benda adalah materi benda itu sendiri.Rohani, jiwa, spirit muncul dari benda. Aliran ini sama dengan naturalisme yangmenganggap Tuhan, roh, spirit bukan hakikat berdasarkan alasan; (1) apa yangkelihatan, dapat diraba, bisa dijadikan kebenaran terakhir. Pikiran yang sederhanatidak mampu memikirkan sesuatu di luar ruang (abstrak); (2) penemuan menunjukkan jiwa bergantung pada badan (jasmani); (3) dalam sejarah manusia selalu bergantung pada benda, seperti pada padi dalam cerita Dewi Sri dan Tuhan muncul dari situ.2.
 
Idealisme berpendapat hakikat benda adalah rohani, spirit atau sebangsanya dengan beberapa alasan: (1) nilai roh lebih tinggi dari badan; (2) manusia lebih dapatmemahami dirinya daripada dunia luar dirinya; (3) materi ialah kumpulan energi yangmenempati ruang; benda tidak ada, yang ada energi itu saja.3.
 
Dualisme, hakikat menurut aliran ini ada 2 materi dari imaterial, benda dan roh, jasaddan spirit. Materi bukan dari roh, roh bukan muncul dari benda4.
 
Agnotisme sama dengan skeptisisme berpendapat manusia tidak mampu mengetahuihakikat.5.
 
Teisme adalah paham yang menyatakan bahwa Tuhan ada. Kata itu berasal dari kataTheus, bahasa Yunani, berarti Tuhan. Tuhan itu ada, pencipta, pengatur, beberapaaliran berkembang dari aliran ini seperti deisme yang mengajarkan bahwa Tuhanmenciptakan alam ini dari permulaan. Monoteisme mengajarkan bahwa Tuhan ituEsa, Triniteisme mengajarkan bahwa Tuhan itu Satu, tetapi beroknum tiga, politesisme ialah politeisme ialah paham teis yang mengajarkan Tuhan itu banyak,masing-masing mempunyai tugas dan wewenang sendiri. Panteisme mengajarkan bahwa antara Tuhan dan alam tidak ada jarak, Tuhan itu ialah alam ini. lawan dariTeisme adalah Ateisme yang mengajarkan Tuhan Tuhan itu tidak ada, tokoh aliran iniadalah Marxisme, Holbarch.Ketiga, teori nilai membicarakan guna pengetahuan itu, disebut aksiologi di sinimembicarakan 2 hal yakni: etika dan estetika.1.
 
Etika yakni teori tentang nilai baik dan buruk. Beberapa pandangan seperti: Islammengkategorikan nilai direntang menjadi S: Baik sekali, baik, netral, buruk-buruk sekali (wajib, sunnah, mubah, makruh, haram) nilai ini dalam Islam ditentukan olehTuhan. Hedonisme mengajarkan bahwa sesuatu dianggap baik bila mengandung

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->