Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Pendahuluan Resusitasi Jantung Paru

Laporan Pendahuluan Resusitasi Jantung Paru

Ratings: (0)|Views: 1,055|Likes:
Published by Moh Khaerul Efendi
lp kd 5
lp kd 5

More info:

Published by: Moh Khaerul Efendi on May 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/22/2014

pdf

text

original

 
LAPORAN PENDAHULUAN RESUSITASI JANTUNG PARUBy, Moh Khaerul Efendi, 11060031441.
 
PengertianResusitasi jantung paru merupakan suatu tindakan yang merupakan salah satu usahauntuk mengembalikan keadaan henti nafas dan henti jantung ke fungsi optimal, gunamencegah kematian biologis. Soerasdi menyebutkan bahwa resusitasi merupakan tindakanuntuk menghidupkan kembali atau memulihkan kembali kesadaran seseorang yangtampaknya mati sebagai akibat berhentinya fungsi jantung dan paru dan beroirientasi pada pada otak.Usaha untuk menjaga airway tetap terbuka, menunjang pernapasan dan sirkulasidarahdisebut bantuan hidup dasar (BHD). BHD dimulai dengan mengenali secara tepatkeadaan henti jantung atau napas dan segera memberikan bantuan ventilasi dan sirkulasi.BHD bertujuan untuk memasok oksigen ke otak, jantung dan alat vital lainnya secara cepat.Kemudian dilanjutkandengan bantuan hidup lanjut. Adapun beberapa keadaan yang dapatdiberikan tindakan resusitasiadalah keadaan henti napas pada korban tenggelam, obstruksi benda asing di jalan napas,keracunan obat, tersedak, koma, dll. Selain itu juga fibrilasiventrikel, takhikardi ventrikel, asitoldan disosiasi elektromekanikal. Sirkulasi untuk menjamin oksigenasi yang adekwat sangatdiperlukan dengan segera karena sel-sel otak menjadi lumpuh apabila oksigen ke otak terhentiselama 8
 – 
20 detik dan akan mati apabilaoksigen terhenti selama 3
 – 
5 menit (Soerasdi, 2004).2.
 
Tujuan Tindakan-
 
Memulai kembali sirkulasi yang spontan (advance life support)-
 
Memberikan bantuan eksternalterhadap sirkulasi (fungsi jantung) dan ventilasi (fungsi pernapasan/paru) pada pasien henti jantung atau henti napas-
 
Mencegah berhentinya sirkulasi atau berhentinya respirasi (nafas)-
 
Untuk membentuk jalan napas yang lancar -
 
Pengelolaan intensif pasca resusitasi (prolonged life support)Melindungi otak secaramanual dari kekurangan oksigen (fungsi utama)-
 
Mencegah berhentinya sirkulasi atau berhentinya respirasi (napas).
 
-
 
mengalirkan darah yang mengandung oksigen ke otak dalam upaya mencegah kerusakan jaringan yang permanen.3.
 
Indikasi-
 
Henti jantung-
 
Henti napas (obstruksi jalan napas akibat benda asing, tersedak, tersengat listrik, syok hipovolemik karena pendarahan, reaksi anafilaktik, tenggelam, overdosisobat,ketidakseimbangan elektrolit)-
 
Dyspnea, henti napas 15
 – 
30 detik -
 
Kulit pucat abu abu-
 
Pupil lebar dan tidak reaktif 60
 – 
90 detik -
 
Pulsasi arteri karotis tidak teraba-
 
Tak terabanya nadi segera-
 
Ketidaksadaran 10
 – 
20 detik -
 
Keadaan penurunan mental4.
 
Kontraindikasi-
 
Fraktur Kosta-
 
Trauma thorax-
 
Pneumothorax-
 
Emphysema bera-
 
Fraktur Kosta-
 
T rauma thorax-
 
Pneumothorax-
 
Emphysema berat-
 
Cardiac tamponade-
 
Cardiac arrest lebih dari 5-6 menit5.
 
Komplikasi-
 
Tertutupnya saluran pernapasan akibat kepala terlalu dihiperekstensikan-
 
Patah tulang dada dan tulang iga-
 
Bocornya paru-paru ( Pnemotoraks)-
 
Perdarahan dalam paru-paru/rongga dada ( Hemotoraks)-
 
Luka dan memar pada paru-paru
 
-
 
Robekan pada hati6.
 
Penghentian RJP
 
Jika penderita sudah tidak memberikan respon yang stabil.
 
Pupil dilatasi maksimal
 
Tidak ada respon spontan setelah RJP selama 15-30 menit
 
Gambaran EKG sudah flat7.
 
Anatomi toraxDinding dada terdiri dari Tulang dada yakni iga, columna vertebralis torakalis,sternum, tulang clavicula dan scapula. Dinding dadaterdiri dari otot serta pembuluh darah terutama pembuluh darah intrerkostalis dan torakalis interna.Bagian bawah torax dibatasi oleh otot diafragma.Diafragma tempat jalan untuk aorta, vena cava inferior serta esofaguIsi rongga torak. Rongga torax dibagimenjadi tiga, yakni kiri, tengah dan kanan, didalamnyaterdapat paru
 – 
paru. Rongga torax dibatasi oleh pleuravisceralis dan parietalis. Rongga mediastinumdan isinya terletak di tengah dada. Mediastinum dibagi menjadi bagian anterior, medius, posterior dan superior.Rongga Mediastinum1)
 
Mediastinum superior, batasnya :Atas : bidang yang dibentuk olehvertebra torakalis 1, kosta 1, dan jugular notch.Bawah : bidang yangdibentuk dari angulus sternal ke vertebra torakalis 4Lateral : pleuramediastinalisAnterior : manubrium sterni.Posterior : Corpus vertebratorakalis 1-4.2)
 
Mediastinum inferior terdiri dari mediastinum anterior, mediastinummedius,mediastinum posterior.3)
 
Mediastinum anterior batasnya :Anterior : sternum ( tulang dada )Posterior : pericardium ( selaput jantung )Lateral : pleura mediastinalisSuperior : plane of sternal angleInferior : diafragma.

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->