Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Royalti Buku

Hukum Royalti Buku

Ratings: (0)|Views: 1|Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on May 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/06/2014

pdf

text

original

 
konsultasi.wordpress.com/2013/05/01/hukum-royalti-buku/ 1/2
Konsultasi Islam
Mengatasi Masalah dengan SyariahHukum Royalti Buku
Posted by Farid Ma'ruf pada 1 Mei 2013
Tanya :
Ustadz, bagaimanakah hukum royalti buku? (Rosyid Aziz, Bogor)
Jawab :
Royalti buku adalah pembayaran yang diberikan oleh penerbit kepada penulis buku berupapersentase tertentu dari harga jual buku dalam periode tertentu. Sebagai contoh, penerbit bersepakat memberi royalti sebesar 10% dari harga jual buku sebesar Rp 30 ribu yang dicetaksebanyak 5.000 eksemplar untuk cetakan pertama. Maka royalti yang diterima penulis buku besarnya adalah 10 % (besaran royalti) dikalikan Rp 30 ribu (harga jual buku) = Rp 3.000,- pereksemplar buku, kemudian dikalikan 5000 eksemplar (jumlah cetak) sehingga hasilnya adalah Rp15 juta (lima belas juta rupiah). Jumlah ini dikurangi pajak sebesar 15%, sehingga royalti bersihyang diterima penulis sebesar Rp 12.750.000,- (dua belas juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).Menurut kami, sistem royalti buku seperti ini tidak sah (fasad) secara syar’i. Sebab bertentangandengan cara bagi hasil dalam hukum syirkah Islami, khususnya syirkah mudharabah, dalam duaaspek. Pertama, dalam sistem royalti buku, pembayaran yang diterima penulis buku sudahdiketahui nominalnya dalam jumlah rupiah yang tertentu, walaupun dinyatakan dalam persentase.Bagi hasil yang demikian ini dalam hukum syirkah Islami tidak dibolehkan dan mengakibatkansyirkah menjadi fasad. Wahbah Zuhaili dalam kitabnya Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu, mengutipImam Ibnul Mundzir yang menyebutkan adanya kesepakatan ulama (ijma’) bahwaakad qiradh (mudharabah) hukumnya tidak sah jika salah satu atau atau kedua belah pihak dalamakad mudharabah mensyaratkan bagi hasil dalam jumlah dirham yang tertentu. (WahbahZuhaili, Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu, 4/851; Ibnul Mundzir, Al Ijma’, no 529, hlm. 40; IbnuHazm, Maratibul Ijma’, hlm. 90, Abdul Aziz Al Khayyath, Al Syarikat fi Al Syari’ah Al Islamiyyahwa Al Qanun Al Wadh’i, 1/169). 

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->