Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
RN.12

RN.12

Ratings: (0)|Views: 447|Likes:
Minggu ke II April 2011
Minggu ke II April 2011

More info:

Published by: Radarnusantara Peduli on May 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/22/2013

pdf

text

original

 
Minggu ke II April 2011E-mail: radarnusantara@yahoo.comHarga Rp.5000,-
Hubungi Pengaduan Masyarakat KPK:Telp: (021) 2557 8389Faks: (021) 5289 2454E-mail: pengaduan@kpk.go.idKPK On-line Monitoring System:www.kpk.go.id
Untuk Informasi Seputar KPK & Pemberantasan Korupsi,Hubungi Biro Humas KPK:Telp: (021) 2557 8498 / Faks: (021) 5290 5592E-mail: informasi@kpk.go.id
Untuk Pengaduan Dugaan TindakPidana Korupsi
Untuk Kritik dan Saran: E-mail: radarnusantara@yahoo.comSms: 0818418944
 
2
Minggu ke II April 2011
Editorial  
Diterbitkan Oleh:
CV. Nadya Tama Globalindo
Pimpinan Perusahaan:
Sindak, SH
Pemimpin Umum/Pimpinan Redaksi:
Sindak, SH
Wakil Pemimpin Umum:
Parulian Silalahi, Drs.Benny S
Wakil Pemimpin Redaksi:
Pahala
Redaktur Pelaksana:
 Alleh Simbolon, Putriman Manalu
Redaktur:
Jaya Tp. Bolon,S.Sos, Anton, Smjk
Bendahara:
Wanti, Partini
Sekretaris Redaksi:
Rohmah, Ayu
Dewan Penasehat:
 Afandi.SH, Manjadi S, SH, Ferdinan.SH, Iyus Faundra.SH,MA,Sahala Tobing.SH.MH, Tuaman.SH, Herawan.SH, MangapulSH, M.Silalahi.SH.MM, Sudirman.SH, Henri Hutapea.SH,Haposan Marbun.SH, Hotman, Hutagaol, SH,Antoni S. SH,Yunus.SH, Jonny Manulang. SH, Fadlin Saleh, SH, Anggiat Sinurat, SH, MH
Dewan Redaksi:
Sindak, SH (ketua) Putriman Manalu, Anton Smjk, ErySafrizal, Drs.Benny S, Jaya.TP.Bolon.Sos, Wilmar Bakara,Herman Pribadi, Jamal, Hotbel M.
Libank:
R.Pictor Simatupang
Sirkulasi:
 Anto, Adi, Feri R
Staf Redaksi:
 Amirudin,Budiman,Heri, Diana, Hermanto, Ellisa,Edi Hairul, Jul Ardiansyah, Fauzi,Reni, Ardiansyah, Sumartini, Syarif  Abdulah,Candra Septiadi,Zulkifli,Agus Darmawan,AntoniSinaga.SH, Ir.Effendi,Fahrudin, Junaidi,Titin Rukmini, Hotbel M, Alexsander, Jenggo, SH, Bambang, Mulyono, Deni saputra,Rudi.S,Yudika, Mesryani, Wastini.Gatot Nugroho, Jejen, KetutS, Sukirno.M,Gunawan, Anton Simanjuntak, Krismanto,Parulian.Smjk.se, R,Wijaya.S, Budi Santoso.se, Robert M, Arsyad Elly, Koresponden: Rohmayanti, Andini, Maringan,Yendy Sumadi, Mahendra Rahmadi, Listar,Gestiady, RismanManihuruk, Jamal T, Eko, Sugimin, Anto,
Design/Layout:
Ifank (08561245731)
Nomor Rekning:
Bank MandiriNo Reg. 1250007565427Bank BRINo.Reg. 013901002099533Bank BCANo.Reg. 0662467071 An.SP Silalahi SH
REDAKSIKU
Sindak. SH 
POJOK RANUS
*KY mengatakan ada pelanggaran kode etik hakim dalam kasus Antasari Azhar…-Maksudnya apa ya, mungkin hakimnya kena suap kali…*Sekarang dimana-mana ulat bulu bukan saja di pohon tapi sudah menyerang ke rumah-rumah …-Oh ya, di gedung DPR ulat berbulu malah ditonton …*Dunia perbankan saat ini tercemar akibat ulah Malinda Dee dan oknum debt kolektor ..-Lama-lama masyarakat tidak percaya diri nyimpan uang di bank …
Redaksi:
Jl. Bambu Kuning Raya No. 108 - 109 SetiakawanBekasi Jawa BaratTelp: (021) 91863377 -70693643 /Fax: 8825889Hp. - 081289289456 - 0818418944E-mail: radarnusantara@yahoo.comsindaksilalahi@yahoo.com
BIRO-BIRO DAERAH:
 
Sulawesi :
Jarwo, Irwansyah,
Maluku :
Budiman,
Irian Jaya :
Wilman, Budi,
Papua :
Wati, Herman,
Jawa Tengah :
Sugiarto, Hartoyo,
Jogya :
Sulaeman, Danuri,
Jawa Timur:
Binsar,Reno,
Bangkalan:
Sudirman.Wanti,
Magelang:
Kardi,SH.Dasila,
Banyuwangi
:Budiman,Robi.SE,
Blitar 
: Hasbi.SE,
Bojonegoro:
Burhan.Bertus.
Bondowoso:
Sugeng,
Gersik:
Maula-na, Ibrahim
Jombang:
Kusnadi,Hadiro,
Kediri
: Sugeng, Ramlan,SH
Makasar:
Yudi, Arifin,
Sorong:
Antonius, Yudika,
Fakfak:
Saor,SH,Didi,
Sorong:
Leo,Fernando,
Mandailing Natal;
Julius. SH, Maria.
Langkat:
Sorta,Jonny Pardede.SE,
Karo:
Kondy. Elly,
Dairi:
Imam.SH,Budiman,
 Asahan:
Patar,Gukis,Marta
Nias:
Samsul, Ikhmal,
Bengkulu:
Radit, Samsudin, Mardi,
Pematang Siantar:
Winton Smjk
Medan:
M. Silalahi(perwakilan)
Gorontalo:
Nikmal, Wawan,
Batam:
Presly sitompul (Ka Perwakilan) Perjuangan Sihombing,
Serdang Bedage:
Edy Saputra,
Majalengka:
Drs. S. Simatupang (Kabiro), Roy S, Yogi Siregar, Asep Trisno, Carles Erwin,
Karawang
: Robert Limbong, SH, Habnal, Irawan,
Lubuk Pakam:
Ericson Sinaga,
Nangro Aceh Darusalam:
Budiman. Jamin.Ginting.
 Aceh Tenggara
: Edison Nabaan, Mindo.
Riau:
RobinsonSirait.Waldimar.P,
Lampung:
Marto,Budiman,Merry,
Tulang Bawang:
Nirwan,
Bali:
Henri, Agung,
Kepulauan Karimun:
Rudolf, S, Togar Manalu, Udo,
Bandung:
Cecep. Iwan,
Cirebon:
Carles, Biman,
Ciamis:
waluyo, Marto,
Cianjur:
Hasan,
Banjar:
Yansen Napitupulu, Widia-waty.
Bangka Belitung:
Rudi. Richat. Manurung. Albiner.Siagian,
Banten:
Yogi. Sudirman,
Lebak:
Burhan Samosir. Ricardo,
Tangerang:
 Abner,Yunus,
Pandeglang:
Justin Simamora, SE. Marlon.
Tulang Bawang;
Harti, Sahat. SH,
Tanggamus:
Lambok,Rico.Sarden,
Merto:
Darwin.SH.
Pekan Baru:
Aminuddin Sitompul, Palembang: Udin,
Padang:
Leo,
Kalimantan:
Roy,
Rokan Hilir:
Winson Simbiring,
Sumedang:
 Aidin Sinaga, Sardion Lubis,
Tanjung Pinang:
Yuando Simanjuntak, Antony Hutapea, Tongam P.
Seluruh Wartawan Radar Nusantara Setiap Melaksanakan Tugas, Liputan Dilengkapi Dengan Identitas, dan tidakdiperkenankan menerima/meminta apapun dari narasumber.
Iklan halaman Fullcolor (FC)
Ukuran 400 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm= Rp 40.000.000
Iklan ½ halaman Fullcolor (FC)
Ukuran 200 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm= Rp 20.000.000
Iklan ¼ halaman Fulcolor (FC)
Ukuran 100 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm= Rp 10.000.000
IKLAN BWIklan 1 halaman Blac White (BWE)
Ukuran 400 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm= Rp 72.000.000
Iklan1/2 halaman Black White (BW)
Ukuran 200 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm= Rp 36.000.000Iklan ¼ halaman Black White (BW)Ukuran 100 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm= Rp18.000.000
IKLAN BARIS
Rp 300 Per Karakter, Minimal 150 Karakter (Rp 45.000)Maksimal 300 Karakter ( Rp 90.000)
TARIF IKLAN
HUBUNGI:Partini: 081313936905 -081510730302- 93576028 - 96813377
DIBUTUHKAN
Kepala Perwakilan, Biro, PerwakilanKalimantan, Jawa Tengah, JawaTimur, Jawa Barat, Palembang,Bengkulu.
Hubungi:
Redaksi Radar Nusantara
Jl. Bambu Kuning Raya No. 108 - 109 SetiakawanBekasi Jawa BaratTelp: (021) 91863377 -70693643Fax: 8825889Hp. - 081289289456 - 0818418944E-mail: radarnusantara@yahoo.comsindaksilalahi@yahoo.com
Pernyataan pihak Komisi Yustisi (KY) terkait soal dugaan pelanggaran kode etik dan perilaku hakim yang memvonis man-tan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar 18 tahun dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Direk-tur Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnain meng-indikasikan bahwa proses penanganan hukum di Indonesia be-lum maksimal serta tidak professional.Ketua KY, Eman Suparman menyebutkan bahwa para hakimtelah mengabaikan fakta yakni keterangan dari saksi ahli menyangkut peluru dan pistol yang digunakan pelaku. Dari pernyataan KYtersebut mengindikasikan adanya kasus suap sehingga seolah-olahkasus tersebut ada unsur rekayasa. Akibatnya, sebagai pihak yang bertugas dalam pengawasan hakim, KY dalam waktu dekat akanmemeriksa para hakim yang menangani perkara Antasari Azhar.Dengan adanya temuan fakta baru oleh KY tersebut tentu dapat dijadikan oleh tim kuasahukum Antasari Azhar sebagai bahan untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke MahkamahAgung (MA). M Assegaf salah satu tim kuasa hukum Antasari Azhar mengakui hal itu.Yang menjadi pertanyaan, ada kepentingan apa KY mengeluarkan pernyataan seperti itu yangseolah-olah menuding ada unsur rekayasa atas kasus tersebut. Kenapa baru sekarang diungkapkan halitu padahal di banding juga sudah menguatkan putusan dari para hakim Pengadilan Negeri (PN) JakartaSelatan itu. Lalu, apakah pernyataannya itu dapat dibuktikan atau hanya sekadar mereka-reka.Kemudian persoalan berikutnya, jika hal ini terbukti atas dasar apa hakim berani memvonis 18tahun seorang Ketua KPK yang dikenal berani dan tegas serta memiliki segudang ilmu dan pengala-man di bidang hukum. Atas desakan dan tekanan dari pihak mana, dan siapa sehingga seolah-olahhakim terpaksa menjatuhkan vonis terhadap AA yang dituduh sebagai otak pembunuhan berenca-na Nasrudin Zulkarnain.Satu sisi, seorang Ketua KY dianggap memiliki kredibilitas yang tinggi sehingga tidak mungkinasal bicara tanpa didasari fakta. Masalah ini tampaknya semakin pelik dan serba dilematis. Danyang pasti, saat ini prosesi hukum di Indonesia kembali tercoreng, apalagi terbukti sesuai yangdiungkapkan KY tersebut…
 Ya ng S ia p  Be ker ja  Keras
Syarat & Ketentuan :
Sehat jasmani dan rohaniPunya kendaraan sendiriMinimal D3 semua jurusanPengalaman minimal 3 tahun dibidang JurnalisMempunyai Kendaraan SendiriSiap bekerja keras
Dadang .S. Bin Tomi(Uyut Anom)
PUSAT PENYEMBUHANTRADISIONAL
LANGSUNG TERBUKTI DITEMPAT,DITANGANI LANGSUNG OLEHPAKARNYA PAK DADANG. S.
Berdasakan keyakinan insya Allah segala penyakit pasti bisadisembuhkan dan akan ada obatnya dan atas ijin Allah salah satunya.
TBCPARU- PARUBUTA / KATARALUMPUH / SETRUK MAAGLEMAH SYAH-WATSERING KEGUGURANPERJODOHANKARIER PENGIN CEPAT PUNYAKETEURUNANSUSAH PUNYA ANAK RADANG USUSPENYAKIT KULITMUNTAH DARAHSESAK NAFAS /BENGEK DLL
 ALAMAT :
KAMPUNG KAMUNING KARANGNUNGGAL CIBEBER - CIANJURJAWA - BARAT
HP. 082116683037 - 08174998535
 
3
Minggu ke II April 2011
RADAR UTAMA 
NEGARA HUKUM MEMALUKAN
KY menduga ada pengabaian buktiyang dilakukan hakim. KY pun beren-cana mengundang para saksi ahli untuk memberikan keterangan terkait bukti- bukti, termasuk Antasari.Adanya pengabaian bukti pentingoleh hakim dalam perkara terpidana ka-sus pembunuhan berencana Antasari di-nilai KY sebagai pelanggaran kode etik dan perilaku hakim. “Sementara ini, dite-mukan ada pengabaian bukti-bukti yangdilakukan hakim di tingkat pertama, band-ing, dan tingkat kasasi. Ini termasuk pe-langgaran kode etik dan perilaku hakim,”ujar Komisioner KY Taufik RachmanSyahuri di Jakarta baru-baru ini.Adanya pengabaian bukti, menu-rut Taufik, terkait kesaksian tim foren-sik yang tidak menjadi pertimbanganhakim. Temuan KY seperti menyangkuttidak dihadirkan di sidang baju korban.Kasus hukum Antasari yang menjaditersangka atas meninggalnya Nasrudinmeninggalkan pertanyaan hingga saatini, Antasari yang pernah menjabat se- bagai ketua KPK yang berani mem- bongkar kasus-kasus korupsi ini harusmenjadi korban kebiadapan para actor yang mampu memporak-porandakanhukum negeri yang semakin runyam.Coky sapaan
 Anak Bangsa
danPemerhati Pemerintahan di Kota Bekasiini mengungkapkan kalau Antasari mur-ni rekayasa hukum.Coky punya alasan tersendiri dimana kuat dugaan bah-wa sejak proses awal penyelidikansudah beraroma kurang sedap dan baumenyengat dimana Jaksa tidak pernahmemberikan bukti-bukti kuat baik saksiahli dan bukti pakayan Nasrudin padasaat kejadian. Kasus Antasari adalah pengalihan kasus Gayus Tambunan ter-kait penggelapan pajak yang merugi-kan keuangan Negara trilyunan rupiahini murni scenario dan Coky berharapdan optimis kalau kasus ini akan ter-ungkap. “Hukum di Indonesia palinggampang dibeli ibarat nasi yang dijualdi warung dimana oknum-oknum pene-gak hukum selayaknya ditembak mati bila perlu tembak mati juga semua ke-luarganya karena telah menghancurkan Negara ini, seperti Negara Cina”,singkatnya kepada media ini.
Pantas Dihukum Mati
Pernyataan KY tentang temuanadanya indikasi pelanggaran profesion-alitas oleh hakim yang menangani per-sidanganAntasari Azhar karena meng-abaikan bukti bakal jadi pre-seden buruk bagihokum di Indo-nesia.“Kesimpu-lan sementaran-ya adalah ada potensi pelang-garan perilaku hakim, terutama dalamhal profesionalitas karena mengabaikan bukti-bukti kuat,” kata juru bicara KYAsep Rahmat Fajar, belum lama ini.Asep menambahkan, hakim kasusAntasari ini juga mengabaikan keteran-gan ahli yang terkait senjata atau pelu-ru serta terkait dengan teknologi infor-masi. “Teknologi informasi ini terkaitsms (pesan pendek) dari Antasari.”Atas kesimpulan sementara terse- but, lanjutnya, KY akan melangkah ketahap berikutnya, yaitu akan memintaketerangan dari para pihak, yakni pel-apor, saksi beserta ahli (seperti ahli balistik, IT) hingga terlapor.Tentang kesimpulan sementara diatas, Asep mengungkapkan, KY telahmenelaah dokumen pengaduan yang di-laporkan pihak Antasari dan dokumenhasil investigasi.Antasari divonis 18 tahun penjaradi Pengadilan Negeri Jakarta Selatankarena terbukti melakukan pembunu-han berencana dan dijerat dengan Pasal55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 55 ayat (1)ke-2 KUHP pasal 340 dengan ancamanmaksimal hukuman mati.Antasari juga dituduh berbuat tidak senonoh dengan Rhani Juliani, istri siri Nasrudin. Antasari pun dinilai terbuk-ti secara sah dan meyakinkan bersalahmelakukan tindak pidana melakukan perbuatan membujuk orang lainmelakukan pembunuhan berencana ter-hadap Nasrudin Zulkarnaen.
Pada tingkat banding di PengadilanTinggi, permohonan Antasari Azharditolak.
Putusan yang sama ditujukan ke- pada terdakwa lain, yakni mantanKapolres Jakarta Selatan KomisarisBesar Wiliardi Wizar 12 tahun, Sigid Haryo Wibisono 15 tahun, dan JerryHermawan Lo 5 tahun penjara.
Ajukan PK
Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak keberatan atas kemauan terpidanaAntasari Azhar yang berencana menga- jukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan Mahkamah Agung (MA). Haltersebut dikuatkan dengan putusan Pen-gadilan Tinggi DKI Jakarta dengan men- jatuhkan hukuman 18 tahun penjara.Pernyataan tersebut dikatakan Jak-sa Agung Muda Pengawasan (Jamwas)Marwan Effendi, Jumat (8/4). Marwanmenegaskan Kejagung sama sekali tidak keberatan atas kemauan mantan KetuaKPK ini meski timnya tengah melaku-kan eksaminasi (penelitian ulang) ter-hadap berkasnya saat disidang di Pen-gadilan Negeri Jakarta Selatan.“Sekarang, kalau ada keberatan ter-hadap putusan itu, satu-satunya jalanya PK itu, itu hak terpidana yaitu Pak Antasari,” ujar Marwan.Lanjut mantan Jaksa Agung MudaPidana Khusus ini, timnya hanya me-neliti berkas secara formal dan tidak masuk materi perkara. Apalagi, kasus pembunuhan terhadap Direktur Uta-ma PT Putra Rajawali Banjaran, Nas-ruddin Zulkarnaen telah diputus MA.“Untuk saat ini kami hanya menelitiuntuk formalnya berkas itu, sedangkankelengkapan materiil, menguji tentang pembuktiannya, itu urusan pengadilan.Itu sudah berkekuatan hukum tetap,sampai ke MA Pak Antasari dinyata-kan bersalah,” ujar Marwan.Sementara itu, dari hasil eksaminasisementara, Marwan mengatakan perka-ra ini berjalan sesuai prosedur. Dari ha-sil pemeriksaan timnya tersebut, Mar-wan menilai pernyataan dugaan reka-yasa kasus Antasari hanya isu yangdilontarkan Gayus HP Tambunan. “Lhostatement itu kan bisa berubah, pagi lain,sore bisa berubah. Pagi tempe, sore tahu.Jangan didengar itu, bisa berubah-ubahGayus,” tandas Marwan.Seperti diketahui, dugaan adanyarekayasa ini terungkap setelah sebel-umnya Gayus seusai sidang putusanmengungkap adanya indikasi rekayasakasus Antasari yang akan menyeretnama jaksa senior Cirus Sinaga. Antasarisaat ini mendekam di Lembaga Pe-masyarakatan Tangerang setelah MAmenolak kasasi dan menjatuhkan hu-kuman 18 tahun penjara.Sementara dalam waktu dekat KYakan memeriksa hakim yang menanganikasus pembunuhan direkur Putra RajawaliBanjaran, Nasrudin Zulkarnain. Ketua Ko-misi Yudisial, Erman Suparman, mengata-kan pemeriksaan itu akan dilakukan sete-lah bukti dan indikasinya lengkap. “Padaakhirnya kami akan melakukan pemerik-saan setelah bukti dan indikasi dilengka- pi,” kata Erman di Kantor Presiden.Dalam permasalah ini, lanjut Erman, pihaknya tidak ingin keliru melakukan pemeriksaan. Karena itu keputusantersebut akan dibicarakan terlebih dahu-lu melalui rapat pleno. “Sebab nanti akanmenjadi trial by the press, saya tidak  boleh menghukum sendiri,” kata dia. Na-mun, dia tidak menyebut siapa saja pii-hak yang akan dipanggil terkait dugaan pengabaian alat bukti dalam persidangnitu. “Kami tidak bisa sebut, ini kan asas praduga tidak bersalah,” ujar Ermanmemberikan alasan.Apakah KY akan memanggil hakimdi tingkat pertama sampai pada tingkatkasasi? “Ya kira-kira seperti itu,” katadia. Meski demikian, pihaknya akanmelakukan klarifikasi soal bukti ter-hadap para hakim tersebut. “Tentu sajaakan kami tanyakan,’ kata dia.Kasus yang melibatkan mantan ket-ua Komisi Pemberantasan korupsi(KPK) Antasari Azhar itu memang ker-ap menjadi pertanyaan. Salah satu yangdipertanyakan itu yakni tidak dig-gunakannya keterangan saksi ahli bal-istik dan forensik oleh hakim. Padahalketerangan itu sangat dibutuhkan gunamencocokan antara peluru dan pistolyang dipakai untuk membunuh dengan bukti yang ada.Memang sempat terjadi perbedaanketerangan saksi balisitik dan forensik ketika di persidangan. Ada perbedaan ant-ara peluru yang bersarang di kepala Nas-rudin dengan senjata yang digunakan. Per- bedaan juga terdapat pada luka tembak dikepala Nasrudin. Sebagaimana diketahui,Antasari Azhar divonis 18 tahun penjaradi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Feb-ruari 2010 lalu. Putusan hakim di tingkat banding dan kasasi menguatkan vonis ditingkat pertama menjatuhkan vonis 18tahun penjara.Antasari divonis bersama-sama den-gan Sigit Haryo Wibisono, WilliardiWizar, dan Jery Hermawan Lo. Dia di-tuding merencanakan pembunuhan ter-hadap Nasrudin Zulkarnain. MantanDirektur Penuntutan Jampidum Kejak-saan Agun itu kini mendekam di Lemba-ga Pemasyarakatan Tangerang.Pada kesempatan terpisah KetuaMahkamah Agung Harifin Tumpa men-yatakan putusan hakim hanya bisa diko-reksi oleh Pengadilan bukan oleh temuanKomisi Yudisial. Hal ini dikemukakanHarifin Tumpa menanggapi temuan in-dikasi Komisi Yudisial tentang kejang-galan dalam proses persidangan kasusAntasari Azhar.Semua hakim memiliki pertimbangansendiri dalam menjatuhkan putusan, yangharus dihormati karena asas otonomi dankebebasan hakim. Karena itu menurutKetua MA temuan Komisi Yudisial yangmengindikasikan adanya pelanggaran kodeetik oleh para hakim yang menangani ka-sus Antasari Azhar tidak akan mempen-garuhi putusan terhadap Antasari Azhar.Sebaliknya, mantan kuasa hukum Antasa-ri Azhar, Juniver Girsang menilai, temuanKomisi Yudisial akan sangat bermanfaatuntuk membongkar adanya rekayasadalam kasus yang menimpa mantan Ket-ua KPK Antasari Azhar.
(sind)
Jakarta,Radar Nusantara-
Dalam penanganankasus Antasari Azhartim investigasi Komisi Yudisial (KY) telahmenemukan bukti-buktipelanggaran kode etikhakim pada gelarperkara Antasari, mulaidari peradilan tingkatpertama, tingkat band-ing, hingga kasasi.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->