Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Perbankan - Kegiatan Pemberian Kredit

Hukum Perbankan - Kegiatan Pemberian Kredit

Ratings: (0)|Views: 104 |Likes:
Published by Hani Mongkau

More info:

Published by: Hani Mongkau on May 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2013

pdf

text

original

 
MAKALAH
HUKUM PERBANKAN“KEGIATAN PEMBERIAN KREDIT BANK”
 DisusunOleh: Rinolia G. N. MongkauGrieth C. B. Rompis Dosen: Rietha Lontoh, S.H., M.H.
PROGRAM STUDI ILMU HUKUMFAKULTAS HUKUMUNIVERSITAS KATOLIK DE LA SALLE MANADO2013
 
 ________________________________________________________________________KEGIATAN PEMBERIAN KREDIT HUKUM PERBANKAN 1
Grieth C.B.Rompis
|
Rinolia G.N. Mongkau
A.
PENGERTIAN DAN UNSUR-UNSUR KREDIT (BANK) DANPEMBIAYAAN
Dalam bahasa sehari-hari kata kredit sering diartikan memperoleh barangdengan membayar cicilan atau angsuran di kemudian hari atau memperolehpinjaman uang yang pembayarannya dilakukan di kemudian hari dengancara membayar angsuran atau cicilan sesuai dengan perjanjian. Artinyakredit dapat berbentuk uang atau barang. Baik kredit berbentuk uangmaupun barang dalam hal pembayarannya dengan menggunakan metodeangsuran atau cicilan tertentu (Kasmir, 200:72).
Kata “kredit” berasal dara bahasa Latin
creditus
yang merupakanbentuk 
 past participle
dari kata
credere
(lihat pula
credo
dan
creditum
,yang berarti
to trust 
atau
 faith
. Kata
trust 
itu sendiri berarti “kepercayaan”
(Munir Fuady, 1996: 5 dan D. Gandaprawira, 1992: 1).Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesiam kata kredit kata kredit antaralain diartikan:1)Pinjaman uang dengan pembayaran pengembalian mengangsur,2)Pinjaman sampai batas jumlah tertentu yang disizinkan olehbank atau badan lain.Secara yuridis Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 sebagaimanatelah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 menggunakandua istilah yang berbeda, namun mengandung makna yang sama untuk pengertian kredit. Kedua istilah itu, yaitu
 pertama
, kata “kredit”, istilah
yang digunakan pada bank konvensional dalam menjalankan kegiatanusahanya, dan
kedua
, kata “pembiayaan” berdasarkan Prinsip Syariah,
istilah yang digunakan pada bank syariah.Pengertian kredit disebutkan dalam ketentuan Pasal 1 angka 11Undang-Undang Nomor7 Tahun 1992 sebagaimana telah diubah denganUndang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, yaitu:
Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan
 
 ________________________________________________________________________KEGIATAN PEMBERIAN KREDIT HUKUM PERBANKAN 2
Grieth C.B.Rompis
|
Rinolia G.N. Mongkau
 pinjam-meminjam atara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentudengan pemberian bunga.
Sementara itu pengertian pembiayaan disebutkan dalam ketentuanPasal 1 angka 12 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 sebagaimana telahdiubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, yaitu:
Pembiayaan berdasarkanPrinsip Syariah adalah penyediaan uangatau tagihan yang dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuanatau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.
Kemudian pengertian pembiayaan tersebut lebih diperjelas lagi dalamketentuan Pasal 1 angka 3 Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/19/PBI/2007yang menyatakan sebagai berikut:
Pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan/piutang yangdapat dipersamakan denga itu dalam:a.transaksi investasi yang didasarkan antara lain atas Aka Mudharabah dan/atau Musyarakah;b.transaksi sewa yang didasarkan antara lain atas Akad Ijarahatau Akad Ijaah dengan opsi perpindahan hak milik (Ijarah Muntahiyah bit Tamlik);c.transaksi jual beli yang didasarkan antara lain atas Aka Murabahah, Salam, dan Istishna;d.transaksi pinjaman yang didasarkan antara lain atas AkaQardh; dane.transaksi multijasa yang didasarkan antara lain atas Akad  Ijarah atauKafalah.
Pengertian yang sama kembali juga dirumuskan dalam ketentuanPasal 1 angka 25 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->