Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Alat Penegak Hukum

Alat Penegak Hukum

Ratings: (0)|Views: 36 |Likes:
Published by TomeGoncalves

More info:

Published by: TomeGoncalves on May 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN1.1
 
Latar Belakang Masalah
Dalam struktur negara Republik Indonesia, alat-alat penegak hukum dijalankan olehLembaga Eksekutif yang terdiri dari Polisi dan Jaksa, Lembaga Yudikatif atau KekuasaanKehakiman oleh Badan Peradilan yang perannya dijalankan oleh Hakim, dan yang terakhir adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meskipun tidak disebutkan secara eksplisitsebagai alat penegak hukum namun telah dibentuk Undang-Undang sebagai institusi yangindependen dengan tugas dan wewenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.Dalam makalah ini saya mengambil topik mengenai penyalahgunaan wewenang alat penegak hukum, salah satunya adalah wewenang jaksa. Kasus yang akan saya jelaskan adalahmasalah Jaksa yang menangani kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia diduga menerimadana dari Bank Indonesia untuk menyelamatkan para mantan petinggi Bank Indonesia yangdianggap terlibat skandal pengucuran dana Bantuan Likuiditas. Kasus ini mulai mucul sekitar  bulan Oktober 2008. Hal yang akan saya kedepankan mengenai kasus ini adalah jika kasusini telah terbukti benar apakah pantas seorang jaksa berbuat hal yang demikian, berarti jaksatersebut telah melanggar wewenang dan tugasnya serta harus mendapat sanksi yang sesuaidengan Undang-Undang yang ada.Kejaksaan sebagai salah satu lembaga penegak hukum dituntut untuk lebih berperandalam menegakkan supermasi hukum, perlindungan kepentingan umum, penegakkan hak asasi manusia, serta pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme. Sebagaimana telahdikatakan pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaaan Kehakiman yang
menyatakan bahwa “Badan
-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan
kehakiman, salah satunya adalah Kejaksaan Republik Indonesia”.
 
1.2
 
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah:1.
 
Apakah yang dimaksud dengan Alat Penegak Hukum?2.
 
Apa saja tugas dan wewenang dari Alat Penegak Hukum?3.
 
Penyalahgunaan wewenang manakah yang melanggar kasus Jaksa Penerima Dana BItersebut?
 
2
1.3
 
Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah diatas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalahuntuk mengetahui apakah yang dimaksud dengan Alat Penegak Hukum, siapa saja lembaga-lembaganya, untuk mengetahui apa saja tugas dan wewenang masing-masing lembaga AlatPenegak Hukum dan untuk mengetahui tugas atau wewenang yang mana yang dilanggar olehJaksa Penerima Dana BI tadi.
1.4
 
Sistematika Penulisan
Makalah ini terdiri atas empat bab, dan masing-masing bab terdapat beberapa sub bab.Berikut adalah penjabarannya:BAB I : merupakan bab pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, perumusanmasalah, tujuan penelitian, dan sistematika penulisan.BAB II : merupakan bab pembahasan landasan teoritis yang terdiri dari teori-teori dan analisiskasus.BAB III : merupakan bab penutup yang terdiri atas simpulan dan saran.BAB IV : merupakan bab referensi dan daftar pustaka.
 
3
BAB IIPEMBAHASAN2.1 Pengertian Alat Penegak Hukum
Sebagaimana yang telah dikatakan pada bagian latar belakang, telah dijelaskan bahwaAlat Penegak Hukum itu adalah polisi, jaksa, hakim, advokat (pengacara) dan KPK. DalamUU Hukum Acara Pidana yang mengatur pelaksanaan tata cara peradilan dalam lingkungan peradilan umum pada suatu/semua tingkat peradilan
1
memberi batasan tentang beberapaistilah hukum. Istilah tersebut diantaranya adalah:Penyidik adalah pejabat polisi Negara RI atau pejabat negara sipil tertentu yang diberiwewenang khusus oleh UU untuk melakukan penyidikan. Penyidikan adalah serangkaiantindakan penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang terjadi guna menemukantersangka pelaku tindak pidana/pelanggaran. Penyelidik adalah pejabat polisi Negara RI(yang diberi wewenang oleh UU) untuk melakukan penyelidikan. Penyelidikan adalahserangkaian tindakan menyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang didugasebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan.Jaksa adalah pejabat yang bertindak sebagai penuntut umum serta melaksanakan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (melaksanakan putusanhakim). Penuntutan adalah tindakan penuntut umum untuk melimpahkan perkara pidana ke pengadilan negeri yang berwenang dalam hal dan menuntut cara tertentu agar diperiksa dandiputuskan oleh hakim di sidang pengadilan. Hakim adalah pejabat peradilan negara yangdiberi wewenang oleh UU untuk mengadili dan menyatakan keputusan pengadilan (memutus perkara).Kepolisian adalah suatu kekuasaan yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat manapununtuk mengawasi anggota masyarakat agar tidak melanggar peraturan dan norma yang telahdisepakati, sehingga dapat dicapai keadaaan tertib dan aman dalam kehidupan masyarakat.Pentingnya peran polisi tersebut mendapat pengakuan Walter C. Reekless serta menempatkankeberadaan polisi sebagai syarat mutlak dari pendisiplinan suatu negara
2
.
1
UU NO. 8 Tahun 1981
2
Walter C. Reekless adalah pakar kepolisian dan penjelasan tersebut terdapat di dalam bukunya yang berjudul
The Crime Problem
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->