Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kewajiban Manusia Ketika Melihat Kemungkaran

Kewajiban Manusia Ketika Melihat Kemungkaran

Ratings: (0)|Views: 0|Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on May 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2014

pdf

text

original

 
m.hizbut-tahrir.or.id/2009/05/09/ma’al-hadits-syarif-kewajiban-manusia-ketika-melihat-kemungkaran/ 1/6
HOME BERITA TERBARU TENTANG KAMI FAQ DEKSTOP
Ma’al Hadits Syarif: Kewajiban Manusia Ketika MelihatKemungkaran
May 9th, 2009 by farid
 Allah SWT. berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamukembali semuanya. Kemudian Allah akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamukerjakan”.
(QS. Al-Maidah [5] : 105). Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Wahai sekalian manusia, sungguh kalian semua telahmembaca firman Allah ini:
“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya. Kemudian Allah akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamukerjakan”. (QS. Al-Maidah [5] : 105).
Dan sungguh kami telah mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya manusiaapabila mereka telah melihat kemungkaran, namun mereka tidak berusaha mengubahnya,maka hampir Allah ak anmenjatuhkan hukuman-N yake pada mer eka semua—yang  melakukan kemungkaran dan yang melihatnya namun tidak berusaha merubahnya”.
(SunanIbnu Majah, 12/158)Ibnu Taimiyyah Rahimahullahu Ta’ala berkata: Di dalam ayat ini terdapat banyak pelajaran yangbesar sekali faidahnya.
VIDEO FOTO KEGIATAN
 
m.hizbut-tahrir.or.id/2009/05/09/ma’al-hadits-syarif-kewajiban-manusia-ketika-melihat-kemungkaran/ 2/6
Pertama
, orang yang beriman tidak perlu takut kepada orang-orang kafir dan munafik, sebabmereka tidak akan pernah memberikan mudharat (membahayakan) kepada dirinya, apabila iatelah mendapatkan petunjuk.
Kedua
, orang yang beriman tidak perlu sedih dan gelisah melihat sepak terjang mereka, sebabkemaksiatan yang mereka lakukan tidak akan membahanyakan dirinya, apabila ia telahmendapatkan petunjuk. Sedangkan sedih atas sesuatu yang tidak membahayakan dirinya adalahperbuatan sia-sia. Kedua pengertian ini dijelaskan dalam firman Allah SWT:
“Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah, dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamubersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan”.
(QS. An-Nahl [16] : 127).
Ketiga
, orang yang beriman jangan sampai mendukung mereka, dan jangan pula terpedayadengan apa yang mereka janjikan atau berikan, seperti kekuasaan, kekayaan, dan kesenangandunia lainnya.
Keempat 
, orang yang beriman jangan sampai memusuhi para pelaku maksiat melebihi apa yangtelah disyari’atkan Allah, misalnya dalam membencinya, mencelanya, melarangnya,mengisolasinya, atau dalam menghukumnya. Sebab, tidak sedikit di antara mereka yangmelakukan amar makruf nahi munkar yang terkadang melanggar apa yang telah ditetapkan Allah,baik hal itu dilakukan karena kebodohannya maupun kezalimannya. Dan ketentuan Allah dalamhal ini harus dijadikan pegangan dalam mengingkari orang-orang kafir, orang-orang munafik,orang-orang fasik, dan orang-orang yang bermaksiat.
Kelima
, orang yang beriman akan melakukan amar makruf nahi munkar seperti yangdisyari’atkan Allah, seperti berdasarkan ilmu, lemah lembut, sabar, bertujuan baik, dan dilakukandengan terarah dan terencana.Kelima hal ini dipahami dari ayat tersebut, dan harus dimiliki oleh siapa saja yang hendakmelakukan amar makruf dan nahi munkar.Sehingga bagi siapapun yang telah memutuskan diri untuk menjadi pengemban dakwah, yangmenyerukan tegaknya agama Allah, maka ia harus mengerti dasar-dasar dakwah, dan dasar-dasar amar makruf nahi munkar. Dasar-dasar tersebut haruslah diambil dari al-Qur’an danSunnah Rasulullah. Dalam berdakwah harus konsisten mengikuti thariqah (metode) Rasulullahdalam mengemban dakwah, dan sedikit pun jangan sampai menyimpang darinya, karena metodeitu wahyu dari Allah SWT. Metode itu telah menuntut untuk terus mendalami akidah Islam dan
 
m.hizbut-tahrir.or.id/2009/05/09/ma’al-hadits-syarif-kewajiban-manusia-ketika-melihat-kemungkaran/ 3/6
hukumnya; berinteraksi bersama masyarakat dengan melakukan pergolakan pemikiran,perjuangan politik, mencari dukungan untuk mendapatkan mandat kekuasaan, dan menegakkanhukum Allah dengan terlebih dahulu mendirikan Daulah Islam.Ya Allah, berilah taufik, petunjuk, dan pertolongan kepada mereka yang dengan ikhlas berusahadan bekerja mengikuti metode nabi-Mu, demi tegaknya hukum Allah di muka bumi, denganmendirikan Khilafah yang kedua, yaitu Khilafah yang berdiri di atas metode kenabian (‘alaminhajin nubuwah).(Sumber: Hizb ut-Tahrir info)
Baca juga :
1.Ma’al Hadîts Asy-Syarîf: Kesucian Darah Seorang Muslim2.Ma’al Hadits Asy-Syarîf: Kelemahlembutan3.Ma’al Hadîts Syarîf: Politik Kemunafikan4.Ma’al Hadîts Asy-Syarîf: Doa Adalah Inti Ibadah5.Ma’al Hadîts Syarîf: Khilafah Membentuk Masyarakat Islami
 
TweetTweet
0
Posted inHeadline,Nafsiyah|7 comments Previous post:Lihatlah Foto-foto Rakyat Sipil Korban Serangan Keji Terbaru AS di Afganistan (Selasa;05/05),diperkirakan 100 orang terbunuh : Bukti Nyata Obama Memusuhi IslamNext post:Biaya Perang Afghanistan akan Menyusul Irak pada 2010
7 comments on this post.subanindro:
May 9th, 2009 at 15:47
Memang benar bahwa pengemban da’wah haruslah juga sesuai qudwahRasulullah SAW dalam da’wahnya. Mendo’akan orang yang kita da’wahiagar segera mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. Apa yang kita lakukanharuslah direfleksi dianalisa dan dievaluasi. Kalau guru di sekolahan sajaharus melakukan refleksi, analisa dan evaluasi. Maka pengemban da’wahpun semestinya melakukan lebih dari itu. Juru da’wah yang kita anggapkuat pun MENGATAKAN bisa!. Semestinya kita juga bisa. Hanya saja perlu
Like0

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->