Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK

Ratings: (0)|Views: 358|Likes:

More info:

Published by: Nurwansyah Kayaknya Lebih Okee on May 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/02/2013

pdf

text

original

 
PEMBUATAN PUPUK ORGANIKBY :NURWANSYAH1. Pupuk Kompos
Kompos merupakan hasil fermentasi atau dekomposisi dari bahan-bahan organik seperti tanaman, hewan, atau limbah organik lainnya.Kompos yang digunakan sebagai pupuk disebut pupuk organik karenapenyusunnya terdiri dari bahan-bahan organik. Berikut ini adalahproses pembuatan kompos dengan menggunakan cara yang praktis.
Bahan yang diperlukan:
Bahan organik sisa-sisa pertanian, misal: jerami, tongkolbatang jagung, rumput dan kotoran ternak yang telah dibasahi.
Cara membuat kompos :
1.
 
Mengecek control terlebih dahulu mesin pencacah baik dari pengecekan minyak, oli, airraidator, dll.2.
 
Masukan media yang akan dijadikan kompos kemesin pencacah (Hasil dari penggilingandinamakan bokasi).3.
 
Kemudian bokasi tersebut dipindahkan ketempat penumpukan dan dilakukan prosesfermentasi.4.
 
Setelah itu, tumpuk dan taruh rumput di bagian atas. Buat tumpukan setebal 15 cm5.
 
Taruh kotoran ternak yang telah dibasahi pada bagian paling atas tumpukan6.
 
Setelah selesai, campurkan cacahan sisa-sisa tanaman dengan dedak atau pupuk kandangkemudian taburkan pupuk dolomit secukupnya kemudian siram dengan air
 
7.
 
Lakukan menggunakan cara yang sama sampai semua bahan habis dan Tumpuk semuanya sampai mencapai ketinggian maksimal 4,2 m8.
 
Lakukan Penyiraman menggunakan Bioaktivator (Stardek, EM-4 dll). Biokatalisatorsebelum disiramkan ke media pupuk kompos dicampur dengan gula tebus atau gula pasiruntuk mengaktifkan bakteri-bakteri yang terdapat dalam biokatalisator tersebut9.
 
Jaga kelembaban dalam tumpukan bahan agar tetap lembab dan tidak becek denganmenutup media kompos dengan terpal dengan rapat agar tidak upayakan tidak ada ronggaudara masuk untuk menjaga suhu dan kelembapan10.
 
Lakukan pembalikan pupuk kompos dan penyiraman dengan interval 7 hari sekali.11.
 
Apabila pengomposan berlangsung baik, pada minggu ke 3-4 akan terjadi kenaikan suhu.Gunakan tongkat kayu untuk mengetahui telah terjadi kenaikan suhu dengan caramenusukkan tongkat kayu tersebut ke dalam tumpukan kompos kemudian tarik dan lihatujung tongkatnya, apakah sudah terasa lembab dan hangat. Bila iya, berarti prosespengomposan berjalan dengan normal dan baik. Jika ujung tongkat terasa kering, segerasiramkan air ke dalam kompos. Bila ujung tongkat terasa dingin, berarti pengomposangagal dan harus diulang kembali pembuatannya dari awal.12.
 
Setelah terjadi kenaikan suhu, maka suhu akan mengalami penurunan. Pada saat inilahtumpukan kompos harus dibalik.13.
 
Sebulan setelah terjadi penurunan suhu dan kompos telah dibalik, maka kompos telah jadi dan siap dipakai14.
 
Untuk langkah selanjutnya, kompos yang susah jadi di pindahkan ketempat yang sedikitluas dan terbuka untuk proses pengeringan kompos sebelum dikemas
 
15.
 
Setelah kompos kering, giling kembali agar tekstur lebih halus, kemudian kompos yangsudah digiling tersebut diayak menggunakan mesin ayak.16.
 
Kompos yang telah diayak, memiliki bentuk yang menyerupai dengan tanah dan agregatlebih remah tersebut kemudian di kemas kedalam kemasan (Packing) dengan berat sesuaikeinginan untuk proses pemasaran dan meningkatkan harga jual (Nilai Tambah).17.
 
Tutup ujung plastik packing kompos dan berikan label kompos dengan menggunkan alatpress plastiks.18.
 
Kompos siap dipasarkan
2. Agen Hayati dan Pemanfaatannya
Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari perkembangan dan kemajuan pertanian.perkembangan dan kemajuan pertanian akan memenuhi kebutuhan manusia baik secara langsungmaupun tidak langsung. Untuk memenuhi kebutuhan manusia perlu dilakukannya peningkatanproduksi tanaman. Selain peningkatan produktivitas tanaman, pertanian juga harusmengahasilkan produk yang sehat bebas dari bahan-bahan yang dapat membahayakan kesehatantubuh manusia.Usaha peningkatan kualitas dan kuantitas hasil tanaman dapat dilakukan dengan berbagaicara. Salah satu cara tersebut ialah melalui pemanfaatan agen hayati berupa cendawan danbakteri. Bakteri dan cendawan yang dapat digunakan dalam menciptakan pertanian yang organik antara lain bakteri tricoderma dan cendawan antomopatogen. Selain itu agen hayati jugamemanfaatkan cacing untuk menghasilkan pupuk yang disebut pupuk kascing yang berasal darikotoran cacing, pupuk kandang berasal dari hewan ternak, mikroorganisme lokal yang dibuatdari buah-buahan dan hewani, pembuatan nutrisi sebagai pengganti pupuk kimia.Bakteri

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->