LampiranKeputusan Menteri KesehatanNomor 1027/Menkes/SK/IX/2004Tanggal 15 September 2004
STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEKBAB IPENDAHULUAN
1. Latar BelakangPelayanan kefarmasian pada saat ini telah bergeser orientasinya dari obatke pasien yang mengacu kepada pelayanan kefarmasian (pharmaceuticalcare). Kegiatan pelayanan kefarmasian yang semula hanya berfokus padapengelolaan obat sebagai komoditi menjadi pelayanan yang komprehensifyang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dari pasien .Sebagai konsekuensi perubahan orientasi tersebut, apoteker dituntut untukmeningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan perilaku untuk dapatmelaksanakan interaksi langsung dengan pasien. Bentuk interaksi tersebutantara lain adalah melaksanakan pemberian informasi, monitoringpenggunaan obat dan mengetahui tujuan akhirnya sesuai harapan danterdokumentasi dengan baik. Apoteker harus memahami dan menyadarikemungkinan terjadinya kesalahan pengobatan (medication error) dalamproses pelayanan. Oleh sebab itu apoteker dalam menjalankan praktik harussesuai standar yang ada untuk menghindari terjadinya hal tersebut. Apotekerharus mampu berkomunikasi dengan tenaga kesehatan lainnya dalammenetapkan terapi untuk mendukung penggunaan obat yang rasional.Sebagai upaya agar para apoteker dapat melaksanakan pelayanankefarmasian dengan baik, Ditjen Yanfar dan Alkes Departemen Kesehatanbekerja sama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) menyusunstandar pelayanan kefarmasian di apotek untuk menjamin mutu pelayanankefarmasian kepada masyarakat .2. TujuanStandar Pelayanan Kefarmasian di apotek disusun :2.1. Sebagai pedoman praktik apoteker dalam menjalankan profesi.2.2. Untuk melindungi masyarakat dari pelayanan yang tidak profesional2.3. Melindungi profesi dalam menjalankan praktik kefarmasian3. Pengertian3.1. Apotek adalah tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaankefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi, perbekalan kesehatanlainnya kepada masyarakat.3.2. Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus pendidikan profesidan telah mengucapkan sumpah berdasarkan peraturanperundangan yang berlaku dan berhak melakukan pekerjaankefarmasian di Indonesia sebagai apoteker.