Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
74Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KERAJAAN MELAYU TRADISIONAL

KERAJAAN MELAYU TRADISIONAL

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 19,571|Likes:

More info:

Categories:Types, Research, History
Published by: ABDUL RAZAK BIN ISMAIL on Apr 03, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/09/2013

pdf

text

original

 
KERAJAAN MELAYU TRADISIONAL JOHOR 
Sejarah Johor sebagai negeri telah dimulai sekitar abad ke-9 M. Saat itu, Johor telah berkembang menjadi bandar perdagangan yang cukup ramai. Karena posisi inilah,maka Johor kemudian menjadi incaran kekuatan besar yang ada di Nusantara. Pada abadke-14, Johor ditaklukkan oleh Majapahit. Ketika Majapahit mulai melemah, kemudianmuncul Malaka sebagai kekuatan baru pada abad ke-15. Saat itu, Johor segera beralih penguasa, menjadi daerah kekuasaan Malaka. Selama lebih dari satu abad, Johor terus berada dalam kekuasaan Malaka, hingga datangnya pasukan kolonial Portugis menyerangdan menghancurkan Malaka. Malaka runtuh, penguasanya, Sultan Mahmud melarikandiri ke Pahang, kemudian ke Bentan Johor.Di Bentan Johor, Sultan Mahmud Shah mencoba menghimpun kekuatan denganmengumpulkan kembali sisa-sisa pasukannya. Dengan sisa pasukannya ini, ia kemudian beberapa kali menyerang Malaka. Sultan Mahmud juga melakukan blokade perdaganganyang menggangu jalur perniagaan Portugis. Untuk mengatasi perlawanan SultanMahmud, pada tahun 1526, Portugis kemudian mengirim sepasukan tentara dengan kapal besar di bawah pimpinan Pedro Mascarenhaas untuk menyerang Bandar Bentan. Bentanambruk, Sultan Mahmud kembali menyingkir, kali ini ke menyeberang Selat Malakamenuju Kampar, Riau. Di sinilah ia meninggal dunia.Sultan Mahmud meninggalkan dua orang putera: Tengku Muzaffar Shah dan TengkuAlauddin Riayat Shah. Muzaffar Shah kemudian menjadi Sultan Perak, sementaraAlauddin Riayat Shah kembali ke Johor dan menjadi Sultan Johor yang pertama.Selanjutnya, Kerajaan Johor ini lebih dikenal dengan nama Kesultanan Johor-Riau-Lingga." Kerajaan Johor telah resmi berdiri.
Perang Melawan Portugis
Sebagai keturunan Sultan Mahmud, Sultan Alauddin Riayat Shah berkewajiban untuk melanjutkan perjuangan ayahnya melawan penjajah Portugis. Sebagai tindak lanjut dariitu, ia kemudian membangun sebuah kota di Johor Lama yang terletak di tebing SungaiJohor. Dari tempat inilah, ia kemudian terus melancarkan serangan terhadap Portugis di3
 
Malaka. Dalam perlawanan ini, ia terus menerus bekerjasama dengan saudaranya SultanPerak, dan juga Sultan Pahang.Perang antara Portugis dan Johor terus berlangsung. Pada saat bersamaan, muncul sebuahkekuatan baru diujung barat Sumatera, yaitu Aceh. Karena Portugis beragama Kristen,maka pedagang muslim kemudian banyak yang berpindah ke Aceh, sehingga pelabuhanAceh menjadi ramai. Seiring kebangkitan Aceh, timbul pula semangat ekspansi untuk menguasai Semenanjung Malaya. Maka, kemudian Aceh menyerang Portugis di Malakadan Johor di Bentan. Merasa menghadapi musuh yang sama, Johor yang semula bertikaidengan Portugis, kemudian bersatu melawan Aceh. Ketika Aceh sudah mulai lemah,Johor dan Portugis kembali bertikai.Ketika Belanda tiba di Asia Tenggara, Johor mengajaknya bersekutu melawan Portugis.Belanda setuju dan kemudian membantu Johor mengusir Portugis. Akhirnya, pada tahun1641, Belanda dan Johor berhasil mengalahkan Portugis di Malaka. Konsekuensinya,Malaka kemudian harus diserahkan pada Belanda. Menurut pepatah, nasib Malaka ibaratkeluar dari mulut buaya, kemudian masuk ke mulut harimau. Kekuasan Belanda atasMalaka berakhir ketika perjanjian antara Inggris dan Belanda ditandatangani pada tahun1824. Sejak saat itu, Malaka masuk ke dalam mulut harimau lain: Inggris.Pada tahun 1666, Kerajaan Jambi di Sumatera yang banyak membantu Johor dalammelawan Portugis berusaha unutk melepaskan diri dari kekuasaan Johor. Akibatnya,terjadilah peperangan antara Jambi yang ingin merdeka melawan Johor yang inginmempertahankan daerah kekuasaannya. Peperangan berlangsung dari 1666 hingga 1673,hingga akhirnya Johor berhasil dikalahkan Jambi, dan ibukota Johor, Batu Sawar dihancurkan oleh pasukan Jambi. Untuk mengalahkan Jambi, pada tahun 1679, LaksanaTun Abdul Jalil dari Johor meminta bantuan Bugis untuk menyerang Jambi. Atas bantuanBugis, Johor kemudian berhasil mengalahkan Jambi.
Perang SaudaraKekalahan Jambi di tangan Johor dengan bantuan orang-orang Bugis ternyatatidak menyelesaikan masalah. Masalah tersebut mulai timbul ketika SultanMahmud II mangkat pada tahun 1699 tanpa meninggalkan Putra Mahkota.Perselisihan mulai muncul karena perebutan kekuasaan. Bendahara Tun Abdul Jali
4
 
kemudian melantik dirinya sebagai Sultan Johor dengan gelar
Sultan Abdul JalilRiayat Shah IV. Pelantikan ini telah menimbulkan ketidaksenangan di hati para Pembesar Istana, sebab Abdul Jalil bukanlah orang yang berhak untuk menduduki jabatan tersebut.Pada sisi lain, pengaruh Bugis yang banyak membantu Johor ketika melawan Jambimulai bertambah kuat. Orang-orang Minangkabau yang berjumlah cukup banyak jugaterus memperkuat pengaruhnya. Di kalangan orang Minangkabau, ada seorang putra dariSiak, bernama Raja Kecil, mengaku sebaga pewaris sah Sultan Mahmud II. Semuakelompok ini berambisi untuk memegang tampuk kekuasaan. Hingga suatu ketika, RajaKecil meminta bantuan orang-orang Bugis untuk menggulingkan Bendahara Abdul Jalildari kekuasaannya. Saat itu, orang Bugis bersedia membantu, namun mereka harus keSelangor terlebih dulu untuk mempersiapkan pasukan. Ketika orang-orang Bugis pergi keSelangor, Raja Kecil berinisiatif menyerang Johor tanpa bantuan Bugis, dan berhasilmenggulingkan Bendahara Abdul Jalil.Ketika orang-orang Bugis sudah kembali dari Selangor, mereka mendapatkan Raja Kecilsudah menjadi Sultan Johor. Orang-orang Bugis kemudian menuntut jabatan untuk mereka, tapi ditolak oleh Raja Kecil, karena memang Bugis tidak membantunya dalammengalahkan Abdul Jalil. Penolakan Raja kecil telah membuat orang-orang Bugiskecewa. Keadaan ini kemudian dimanfaatkan oleh Bendahara Abdul Jalil untuk meminta bantuan pada Daeng Parani, pemimpin orang Bugis, menurunkan Raja Kecil dari tahta,dengan imbalan orang Bugis akan dilantik menjadi Yang Dipertuan Muda. Abdul Jalildan orang Bugis kemudian berhasil menurunkan Raja Kecil pada tahun 1722 M.Selanjutnya, anak Bendahara Abdul Jalil dilantik menjadi sultan dengan gelar, SultanSulaiman Badrul Alam Shah. Semetara Daeng Marewah, pemimpin orang Bugis menjadiYang Dipertuan Muda. Dalam praktiknya, ternyata Sultan sangat lemah dan tidak punyakuasa, sebab kekuasaan dipegang oleh Daeng Marewa.
SilsilahBerikut ini silsilah para penguasa Kerajaan Johor:
1.Sultan Mahmud Shah I (1511-1528)2.Sultan Alauddin Riayat Shah II (Raja Ali/Raja Alauddin) (1528-1564)5

Activity (74)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
aikolim liked this
Chiew Shan Tan liked this
Allyeja Lineker liked this
Haziq Najwan liked this
mhupseng liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->