ABSTRAK
Fungsi penghijauan di perumahan selain memiliki nilai estetis juga dapat ditekankan sebagai penyerap CO
2
, penghasil oksigen, penyerap polutan dan peredam kebisingan. Potensiberkembangnya areal vegetasi di suatu kawasan secara fisik dipengaruhi kondisi topografisdan parameter iklim lokal, dimana daerah bervegetasi menciptakan suhu lebih rendah dari pada daerah yang tidak ditumbuhi oleh tanaman. Penghijauan di rumah perumnas Sarijadi yang berlokasi pada dataran tinggi, mempunyai suhu sekitar 29 °C dan kelembaban 52,65 %.Sementara di Perumahan GSP mempunyai areal yang kurang bervegetasi dengan suhu sekitar 29-37°C dan kelembaban 45 %, yang dipengaruhi pula oleh letak geografis Kota Cirebon yang berada di tepi laut. Berdasarkan hasil pengamatan di beberapa perumahan di Kota Bandung dan Cirebon, secara umum ditemukan bahwa luas lahan penghijauan di perumahan Kota Bandung sebesar 2,24 – 2,62 m
2
/penduduk, sedangkan di Cirebon sebesar 1,02 – 2,09m
2
/orang (tabel 1). Luas lahan penghijauan di Perumnas Sarijadi, Antapani dan Perumnas Burung masih memenuhi kriteria luas lahan hutan kota yang di tetapkan yaitu sekitar 1,5-1,9m
2
/orang. Klasifikasi tanaman di perumahan Kota Bandung dan Kota Cirebon dikelompokkanberdasarkan tanaman perdu, tanaman hias, tanaman keras dan rumput. Kontribusi kelompok tanaman tersebut dalam penyerapan CO
2
serta polutan di udara tergantung banyak faktor seperti jenis tanaman, kerimbunan, dan ketinggian tanaman, jumlah emisi karbon, suhu,kecepatan angin, kepadatan dan ketinggian bangunan
.
Kata Kunci : vegetasi, CO
2
, topografis, iklim lokal
1Pendahuluan
Kondisi pembangunan perumahan di perkotaan yang sangat pesat cenderung untuk tidak mempertimbangkan faktor konservasi lingkungan dengan meminimalkan ruang terbukahijau. Kondisi demikian menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem perkotaandengan meningkatnya suhu udara di perkotaan, serta pencemaran udara. Sumber pencemaranudara di kota besar Indonesia terutama disebabkan kegiatan transportasi, permukiman, persampahan dan industri.Karbon dioksida (CO
2
) merupakan gas utama penyebab pemanasan global, yang akan berakibat pada perubahan iklim yang menyebabkan banjir dan kekeringan, perubahanekosistem hutan dan daratan, dan kemudian berpengaruh pada kesehatan manusia. Tahun1994, 83% peningkatan radiasi gas rumah kaca disebabkan oleh CO
2
, 15 % CH
4
dan sisanya N
2
O dan CO (
Ministry of Environment, 2001
). Jumlah emisi CO
2
terbesar di Indonesiadisebabkan oleh deforestasi dan konversi lahan (74%), diikuti konsumsi energi (23%) dan proses industri (3%). Untuk mengatasi masalah ini,upaya yang dilakukan diantaranya adalahmengurangi konsumsi energi dan mencari energi alternatif yang lebih bersih, pembangunanruang terbuka hijau, pembangunan permukiman yang berkelanjutan, dan sistem transportasiumum yang ramah lingkungan. Tanaman mempunyai potensi dan fungsi ekologismenurunkan kadar CO
2
pada saat melakukan aktivitas fotosintesis dengan mengubah CO
2
dan air menjadi karbohidrat dan oksigen. Gas gas diudara akan didifusikan kedalam daunmelalui stomata (mulut daun) pada proses fotosintesa atau terdeposisi oleh air hujankemudian didifusikan oleh akar tanaman. Setiap tumbuhan mempunyai karakteristik yang2