Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengusaha Kena Pajak

Pengusaha Kena Pajak

Ratings: (0)|Views: 9 |Likes:
Published by valuer

More info:

Published by: valuer on May 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2014

pdf

text

original

 
Pengusaha Kena Pajak (PPN)
Pengertian PKP (Pasal 1 angka 15 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2000)
 - Pengusaha (Perusahaan) yang tidak termasuk Pengusaha Kecil yang menyerahkan BarangKena Pajak /Jasa Kena Pajak.- Pengusaha yang memenuhi syarat ini, wajib dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak sebelum melakukan penyerahan BKP dan/atau JKP.- Pengusaha kecil yang menyerahkan BKP/JKP, dan memilih menjadi Pengusaha Kena Pajak.Pengusaha kecil diberikan pilihan untuk menjadi Pengusaha Kena Pajak atau tidak menjadiPengusaha Kena Pajak. Artinya, hukumnya tidak wajib.
Apa saja yang termasuk PKP menurut Peraturan Pemerintah Nomor  143 TAHUN 2000  
 
1. Termasuk PKP (Peraturan Pemerintah Nomor 143 TAHUN 2000)
 a) Pengusaha yang baru berniat akan melakukan penyerahan Barang Kena Pajak/Jasa KenaPajak (dalam tahap pra operasi/belum berproduksi komersial), artinya perusahaan tersebut belum memulai usahanya tetapi dari kegiatan persiapan yang dilakukan seperti pembelian barang modal atau bahan baku dapat diketahui bahwa Pengusaha ini berniat akan melakukan penyerahan Barang Kena Pajak/Jasa Kena Pajak. b) Bentuk kerja sama operasi
(Joint Operation/Joint Venture)
yang melakukan penyerahanBarang Kena Pajak/Jasa Kena Pajak. Apabila
 Joint Operationt 
tersebut hanya merupakan alatkoordinasi, sedangkan transaksi penyerahan BKP/JKP tetap dilakukan sendiri-sendiri oleh peserta JO, maka JO tersebut tidak perlu dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak.
Bagaimana tata cara pengusaha kecil berdasarkan  552/KMK.04/200 Jo  571/KMK.03/2003 ,  SE 
 
1.
 
Sejak 1 Januari 2003 Batasan Pengusaha kecil adalah Rp 600.000.000 (enam ratus jutarupiah) untuk pengusaha yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan atau JasaKena Pajak.2.
 
Sebelum 1 Januari 2003 Batasan Pengusaha Kecil adalah :1.
 
Rp 360 Juta peredaran bruto setahun untuk :
 
Pengusaha yang melakukan penyerahan BKP atau JKP
 
Pengusaha yang melakukan penyerahan BKP dan JKP, tetapi penyerahan BKP lebih dari50% dari total peredaran bruto dan penerimaan bruto
 
2.
 
Rp 180 Juta peredaran bruto setahun untuk :
 
Pengusaha yang melakukan penyerahan BKP atau JKP
 
Pengusaha yang melakukan penyerahan BKP dan JKP, tetapi penyerahanJKP lebih dari 50% dari total peredaran bruto dan penerimaan bruto.3.
 
Beberapa hal seputar pengukuhan PKP :1.
 
Pengusaha kecil yang omsetnya telah melampaui batasan omset Rp 600 juta,wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak  paling lambat akhir bulan setelah bulan terlampauinya batasan tersebut. Apabila batas waktu pelaporan tersebut terlampaui, maka saat pengukuhan sebagai PKPadalah awal bulan berikutnya.
Contoh :
Bapak Meidi terdaftar di KPP JakartaKebayoran Baru Dua memiliki toko onderdil mobil di Pusat Onderdil Fatmawati,omset bulan Januari s.d. April 2004 mencapai Rp 500 juta. Sementara omset bulan Mei 2004 adalah Rp 300 Juta. Dengan demikian, batasan Pengusaha Keciltelah terlampaui pada bulan Mei 2004, sehingga Bapak Meidi harus segeramelaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP kepada KPP JakartaKebayoran Baru Dua selambat-lambatnya 30 Juni 2004. Namun jika Bapak Meidi baru melaporkan usahanya pada tanggal 20 Juli 2004, maka saat pengukuhan PKPterhitung mulai tanggal 1 Juli 2004.2.
 
Dalam hal pengukuhan dilakukan secara jabatan, maka saat pengukuhan adalahawal bulan kedua setelah bulan terlampauinya batasan pengusaha kecil. Jikadalam contoh diatas, Bapak Meidi tidak melaporkan usahanya untuk dikukuhkansebagai PKP ke KPP Jakarta Kebayoran Baru Dua dan berdasarkan hasilekstensifikasi pada bulan Desember 2004 diketahui bahwa batasan PengusahaKecil telah terlampaui pada bulan Mei 2004. Maka saat pengukuhan sebagai PKPterhitung sejak tanggal 1 Juli 2004 dan atas PPN terutang bulan Juli s.d. Nopember 2004 beserta sanksi bunga 2 % sebulan dari PPN terhutang.3.
 
Kewajiban untuk memungut, menyetorkan dan melaporkan PPN dan PPnBMyang terhutang dimulai sejak saat pengukuhan sebagai PKP.1.
 
Hak dan Kewajiban Pengusaha Kena Pajak (Pasal 3A Undang-Undang Nomor 18Tahun 2000) :
 2.
 
Kewajiban PKP
 a. Pengusaha yang telah wajib menjadi Pengusaha Kena Pajak atau Pengusaha Kecil yangmemilih menjadi Pengusaha Kena Pajak seperti tersebut diatas berkewajiban untuk :1) Melaporkan usahanya (mendaftarkan perusahaannya) untuk dikukuhkan menjadiPengusaha Kena Pajak.2) Memungut PPN/PPn BM yang terutang.3) Menyetor PPN/PPnBM yang terutang (yang kurang dibayar)4) Melaporkan PPN/PPn BM yang terutang (menyampaikan SPT Masa PPN/PPn BM). b. Pengusaha kecil yang menyerahkan Barang Kena Pajak/Jasa Kena Pajak tidak wajib menjadiPengusaha Kena Pajak tetapi boleh memilih menjadi Pengusaha Kena Pajak atau tidak.Dengan demikian, atas penyerahan Barang Kena Pajak/Jasa Kena Pajak oleh Pengusaha Keciltidak dikenakan PPN, kecuali jika Pengusaha Kecil tersebut memilih dikukuhkan menjadiPengusaha Kena Pajak.
 
c. Apabila sampai dengan suatu bulan dalam satu tahun buku, peredaran bruto (omzet)Pengusaha telah melewati batasan Pengusaha Kecil, Pengusaha tersebut wajib melaporkanusahanya untuk dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak, selambat-lambatnya akhir bulan berikutnya.d. Apabila dalam satu tahun buku peredaran bruto Pengusaha Kena Pajak tidak melebihi batasanPengusaha kecil, maka Pengusaha Kena Pajak yang bersangkutan dapat mengajukan permohonan pencabutan sebagai Pengusaha Kena Pajak.1.
 
Hak PKP
 a. Pengkreditan Pajak Masukan atas perolehan BKP/JKP b. Restitusi atau kompensasi atas kelebihan PPN1.
 
Proses Pencabutan PKP :
 a. Direktur Jenderal Pajak akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. b. Keputusan akan diberikan dalam jangka waktu 2 bulan sejak permohonan diterima.c. Jika Dirjen Pajak tidak memberikan keputusan dalam jangka waktu 2 bulan, maka permohonan tersebut dianggap dikabulkan dan keputusan pencabutan akan diberikanselambat-lambatnya 1 bulan setelah 2 bulan tersebut.1.
 
Contoh :PT A bergerak dalam bidang perdagangan garmen. Selain itu, PT A juga melakukan penyerahanasa pengecetan gedung. Pada Masa September 2002, PT A melakukan pengecetan penjualangarmen s.d. September 2002 sebesar Rp 350.000.000,00 dan penyerahan jasa pengecetan gedungs.d. bulan September 2002 Rp 50.000.000,00. Dari kasus ini dapat dihitung Peredaran usaha PTA s.d. September 2002 adalah sebesar Rp 400.000.000,00 (87,5% penyerahan BKP). Jadi dalamhal ini PT A sudah berkewajiban melaporkan usahanya untuk dikukuhkan menjadi PengusahaKena Pajak paling lambat akhir bulan Oktober 2002.
Transaksi Antar Pengusaha Kena Pajak yang Terdapat Hubungan Istimewa ( Pasal 2Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1994 ) :
 Dalam hal harga jual atas Barang Kena Pajak atau penggantian atas Jasa Kena Pajak dipengaruhiadanya
hubungan istimewa,
maka harga jual atau penggantian tersebut dihitung atas dasar harga pasar wajar pada saat penyerahan Barang Kena Pajak/Jasa Kena Pajak tersebut.
Hubungan Istimewa terjadi dalam hal :
 - Pengusaha mempunyai penyertaan langsung atau tidak langsung sebesar 25% atau lebih padaPengusaha lain, atau hubungan antara Pengusaha dengan penyertaan sebesar 25% atau lebih pada dua Pengusaha atau lebih. Demikian pula hubungan antara dua Pengusaha atau lebihyang disebutkan terakhir.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->