Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
FIGUR 2013 Sistem Pendidikan Islam Solusi Tuntas Pendidikan Nasional

FIGUR 2013 Sistem Pendidikan Islam Solusi Tuntas Pendidikan Nasional

Ratings: (0)|Views: 4 |Likes:
Published by FIGUR2013

More info:

Published by: FIGUR2013 on May 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2013

pdf

text

original

 
Sistem Pendidikan Islam oleh KhilafahSolusi Tuntas Pendidikan Nasional
Oleh: Tim Lajnah Dakwah Sekolah HTI DPD Jatim
Praktisi pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr Arim Nasim menyatakan bahwakegagalan sistem pendidikan nasional tampak dari input, proses, dan output-nya. Hal ini sejalan dengan hasilanalisis Sinta Rachmawati dosen UNEJ yang mengungkapkan bahwa carut-marut masalah pendidikan diIndonesia tidak dapat dipandang secara parsial hanya pada komponen personal peserta didik dan tenagakependidikan, atau hanya pada aspek minimnya sarana-prasaran yang disediakan. Realitasnya pendidikan diIndonesia mengalami masalah pada aspek input (kurikulum, tenaga kependidikan, pembiayaan, dan sarana- prasarana), aspek proses (proses pembelajaran dan standar nilai) dan aspek output (lulusan, hasil penelitian,dan lain lain).
Kegagalan Pendidikan Nasional
Kegagalan pendidikan nasional mengakibatkan beberapa masalah diantaranya kenakalan remaja.
Kenakalan remaja sudah sangat Darurat dan kita berpotensi akan kehilangan 1-2 generasi ke depan.
Hedonis,
 permissive
, pragmatisme, materialisme yang merupakan nilai-nilai ideologi sekuler kapitalisme begitu nyata mencelupi kesucian jiwa dan kecerdasan remaja. Seks bebas, tawuran dan narkoba kian marak dikalangan pelajar.Sejumlah fakta menunjukkan: Menurut Kapolda Metro Jaya, Irjen Putut pada tahun 2012 kenakalanremaja mengalami peningkatan yang cukup tinggi yaitu 36,66% (www.beritasatu.com). Fenomena tawuran pelajar meningkat dari 96 kasus pada tahun 2011 menjadi 103 kasus pada tahun 2012 (
 Kompas.com,27/09/2012
).
 
Penelitian di 33 provinsi pada bulan Januari-Juni 2008 oleh Komnas Perlindungan Anak terhadap remaja SMP dan SMA menyimpulkan, 97% pernah menonton film porno, 93,7% pernah ciumandan oral sex, 62,7% tidak perawan, 21% remaja atau satu dari lima remaja di Indonesia pernah melakukanaborsi. Menurut DinKes Surabaya Penderita HIV/AIDS di Surabaya mencapai 5.576 di tahun 2011 dan 67%nya adalah usia produktif yakni 20-39 tahun. Bahkan ada anak SD yang telah kecanduan film porno danmelakukan pencabulan kepada teman-teman sekelasnya.Selain masalah kenakalan remaja, masalah pendidikan lain yang harus diselesaikan adalah biaya pendidikan yang mahal (walaupun ada sebagian daerah yang gratis, tapi terbatas hanya untuk sebagian kecilsiswa), banyak siswa yang lulus jadi pengangguran, sarana dan prasarana yang kurang memadai, gaji guruyang masih rendah, adanya sebagian guru yang masih kurang profesional bahkan ada yang perilakunya tidak  patut ditiru seperti memberikan contekan dan berbuat mesum dengan muridnya. Fakta ini menunjukan bahwa masalah ini sudah sangat darurat, dan seharusnya kita jangan sampai melihat data-data ini hanyasebagai angka statistik saja tetapi harus ada tindakan konkret mencari solusi masalah pendidikan nasional.
Apakah kurikulum 2013 solusi kegagalan pendidikan nasional?
Solusi yang digagas pemerintah berupa kurikulum 2013 sejatinya merupakan kurikulum sekuler,karena memisahkan agama dan kehidupan dunia. Itu artinya, seperti pada kurikulum yang sebelumnya,materi dan metode pengajaran mata pelajaran pendidikan agama Islam didesain untuk menjadikan Islamsebagai pengetahuan belaka, ini di satu sisi. Di sisi lain, jam mata pelajaran pendidikan agama dirancangsangat minimalis, sekalipun sudah ditambah sehingga menjadi tiga hingga empat jam sepekan. Akibatnya,Allah SWT tetap dipahami sebatas gagasan kebaikan sebagaimana pandangan Barat terhadap konsepketuhanan. Dan bukan Zat yang hakekatnya ada dengan segala sifat ketuhanan-Nya yang Maha Sempurna.Para pelajar tetap tidak akan sampai pada pemahaman konsep keridhoan Allah SWT sebagai kebahagiaantertinggi yang harus diraih, di samping aspek kemashlahatan tetap menduduki posisi lebih tinggi dari padakonsep halal haram dalam menstandarisasi aktivitas. Di samping itu, Islam hanya dipahami sebagai agamayang mengatur urusan akhirat, bukan sebagai sistem kehidupan yang mengatur dan memberikan solusisetiap persoalan kehidupan manusia. Padahal semua itu adalah prinsip-prinsip bagi terwujudnya akhlak mulia pada pelajar. Jadi, bagaimana mungkin moral bangsa akan lebih baik dengan kurikulum 2013?Sebaliknya, yang akan terjadi adalah kemerosotan moral bangsa kian parah. Karena kurikulumsekuler ini didesain untuk memenuhi tuntutan globalisasi (baca liberalisasi, neo imperialisme) sebagaimanadicanangkan WTO, ASEAN Community, APEC dan CAFTA, yang dinyatakan pemerintah sebagai alasan pengembangan kurikulum (Kemendikbud, Novomber 2012). Bahkan ditenggarai pada kurikulum 2013 akan
 
dimasukkan konten materi pendidikan seks ala Barat melalui mata pelajaran jasmani olah raga dankesehatan atau mata pelajaran lainnya.
Urgensi Pendidikan dalam Islam
Pendidikan merupakan perkara yang sangat penting dalam Islam. Banyak isyarat menunjukkan halini.
Pertama
, ayat yang turun pertama kali terkait dengan iqra (bacalah!).
Kedua
, Rasulullah SAWdiperintahkan oleh Allah SWT untuk membacakan ayat-ayat Allah, membentuk jiwa mereka menjadi suci,mengajarkan al-Quran dan as-Sunnah. Allah SWT berfirman:
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakanayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (AsSunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata
(TQS. Al-
Jumu’ah:2).
 
Ketiga
, sepanjang hayatnya beliau terus membina para sahabat. Para sahabat saling membina satusama lain. Setiap ayat yang turun kepada Nabi, beliau sampaikan dan ajarkan kepada para sahabat.
Keempat
, banyak sekali hadits yang menjelaskan bahwa menuntut ilmu itu wajib. Bahkan, banyak sekali pujian bagi orang-orang yang menuntut ilmu.
Siapa yang berjalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke sorga
” (HR Muslim)
 
 Jika manusia mati, terputuslah amalnya kecualli tiga hal, shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat dananak yang shaleh yang mendoakan dirinya
” (HR Muslim)
 
Siapa yang keluar rumah untuk menuntut ilmu, ia berada di jalan Allah hingga kembali
” (Attirmidzi)
 
  
 
 
 
 
 Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", makalapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu,maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang  yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan
 (TQS. Al-Mujadilah:11).
Keunggulan Pendidikan Islam
Islam adalah agama paripurna. Dalam pendidikan pun, Islam sungguh unggul dan tidak ada yangdapat mengunggulinya. Siapapun yang menelaah sistem pendidikan di dalam Islam akan melihat banyak keunggulan yang merupakan solusi atas semua masalah pendidikan nasional. Di bawah ini hanya dijelaskansebagian dan sekilas.
Pertama
, dasarnya adalah akidah islamiyah (iman/
al-aqidah al-islamiyyah
). Dalam sistem sekuler, pendidikan dipisahkan dari agama. Kalaupun ada, agama hanya diberi porsi dua atau beberapa jamseminggu. Kurikulum pun tidak berbasis keimanan. Akhirnya, materi pelajaran, semangat, dan metodeyang dikembangkan jauh dari keimanan. Kering. Tujuannya pun sebatas materi: nilai, gelar, danmendapatkan pekerjaan. Pendidikan yang materialistik memberikan kepada siswa suatu basis pemikiranyang serba terukur secara material serta memungkiri hal-hal yang bersifat non materi. Bahwa hasil pendidikan haruslah dapat mengembalikan investasi yang telah ditanam oleh orang tua siswa.Pengembalian itu dapat berupa gelar kesarjanaan, jabatan, kekayaan atau apapun yang setara dengan nilaimateri yang telah dikeluarkan. Agama ditempatkan pada posisi yang sangat individual. Nilai transendentaldirasa tidak patut atau tidak perlu dijadikan sebagai standar penilaian sikap dan perbuatan. Tempatnya telahdigantikan oleh etik yang pada faktanya bernilai materi juga.Berbeda dengan itu, Islam menjadikan akidah sebagai landasan didalam pendidikan. Sejak awal,
kaum Muslim saat menuntut ilmu baik yang fardlu kifayah maupun fardlu ’ain dasarnya adalah keimanan
kepada Allah. Yakni, menuntut ilmu adalah perintah Allah dan dalam rangka beribadah kepada-Nya. Ilmuyang diajarkan akan menjadi ilmu yang bermanfaat, bukan hanya di dunia, melainkan pahalanya mengalir hingga akhirat. Dari sini saja, baik pendidik maupun peserta didik melakukan proses kegiatan mengajar  belajar dengan dorongan iman dan ibadah.
 
Bukan sekedar itu, pengaruh akidah ini nampak didalam tujuan dan arah pendidikan.Perwujudannya muncul didalam kurikulum dan metode pendidikan. Dengan kata lain, dalam pendidikanIslam, akidah Islam harus menjadi dasar penentuan arah dan tujuan pendidikan, penyusunan kurikulum danstandar nilai ilmu pengetahuan serta proses belajar mengajar, termasuk penentuan kualifikasi guru serta budaya sekolah yang akan dikembangkan. Sekalipun pengaruhnya tidak sebesar unsur pendidikan yang lain, penyediaan sarana dan prasarana juga harus mengacu pada asas di atas.
Kedua
, tujuan pendidikan dalam Islam adalah membentuk kepribadian Islam dan memberikanketerampilan dalam ilmu kehidupan. Dalam sistem pendidikan sekuler, pendidikan ditujukan hanya sekedar mengejar nilai. Kalaupun disebut berkualitas, tolok ukur kualitasnya adalah keunggulan kemampuan di bidang sains dan teknologi. Tidak mengherankan dalam sistem seperti ini siswa dan orang tua stressmenghadapi ujian nasional. Ujian itulah satu-satunya penentu kelulusan. Lagi-lagi, nilai! Tanpa merasa perlu lagi melihat bagaimana kemampuan membaca al-Quran, sikap kepada orang tua dan guru, kerajinanibadahnya, dll. Anak yang disebut pintar hanyalah anak yang rata-rata nilainya tinggi. Padahal, ada pesertadidik yang boleh jadi jeblok dalam seluruh mata pelajaran sains dan teknologi. Tapi, dalam pelajaran haditsdia sangat luar biasa. Jangan-jangan anak tersebut akan menjadi ahli hadits mengikuti jejak Imam Bukhari.Arah pendidikan Islam berbeda dengan arah pendidikan sekuler. Ada dua hal yang hendak diraihdalam pendidikan Islam.
 Raihan pertama
adalah terbentuknya kepribadian Islam (
 syakhshiyyahislamiyyah
). Untuk dapat memiliki kepribadian Islam seseorang harus memiliki pola berpikir islami(
aqliyyah islamiyyah
) dan pola jiwa islami (
nafsiyah islamiyyah
). Pola berpikir islami dibentuk melalui pengkajian dan pemahaman Islam (dirasah wa fahm). Disinilah peserta didik diberikan kemampuan dasar ilmu-ilmu keislaman seperti al-Quran, bahasa Arab, hadits, Akhlak, dll. Sistem pembelajarannya pundilakukan sedemikian rupa sehingga peserta didik bukan sekedar hafal melainkan juga mengerti dan paham.Dengan
’aqliyah islamiyah
mereka menilai dan menghukumi segala hal berdasarkan akidah dan syariatIslam. Islam telah menekankan hal ini. Kurang lebih ada 43 ayat didalam al-Quran berbicara tentang berpikir yang didasarkan pada iman kepada Allah SWT. Selain itu, akal yang terkait dengan berpikir itupundijadikan Islam sebagai standar taklif, bahkan segala hal yang dapat merusak akal diharamkan (
kullumufattirin haramun)
.Pernah suatu ketika putera Rasulullah SAW meninggal dunia. Pada saat yang sama terjadilahgerhana. Berita pun tersebar bahwa gerhana itu terjadi karena kematian tersebut. Menanggapi hal ini,
Rasulullah menyatakan, ”Sesungguhnya gerhana matahari dan gerhana bulan merupakan dua tanda diantara
 banyak tanda kekuasaan Allah, bukan karena hidup atau matinya seseor 
ang”. Sejak awal, Rasulullah
mengubah cara berpikir masyarakat Quraisy. Mereka yang tadinya menyembah berhala danmempertuhankan sesama manusia, berubah menjadi cinta akhirat, tujuannya adalah ridha Allah, duniahanyalah ladang bagi akhirat, dan hidup hanya untuk menyembah Dia Zat Maha Pencipta. Banyak jugasikap dan perkataan Nabi terkait pentingnya membina cara berpikir ini. Semua ini menegaskan bahwa pendidikan haruslah dapat menghasilkan peserta didik yang memiliki
’aqliyah islamiyah
sehingga berpikir secara islami.Bukan hanya itu, pendidikan harus melahirkan peserta didik yang memiliki
nafsiyah islamiyyah
.Mereka akan punya ketakutan pada Allah, kerinduan pada keridlaan dan surga-Nya, ketaatan total terhadapaturannya, cinta dan bencinya karena Allah, dan perilakunya senantiasa terikat dengan hukum-hukum Islam.Hawa nafsunya ditundukkan dengan mengikutu apa-apa yang dibawa oleh Nabi. Beliau menyatakan,
”Tidaklah seseorang diantara kalian beriman hingga ia hawa nafsunya tunduk kepada apa yang aku bawa”
(HR. Bukhari). Para sahabat yang dididik oleh Nabi SAW benar-benar menundukkan hawa nafsunya padaaturan Islam. Bahkan, suatu ketika Rasulullah menyatakan kepada Sumayyah bahwa ia harus bersabar menanggung siksaan Quraisy dan balasannya adalah so
rga. Ia menyatakan, ”Sungguh, aku melihat sorga itudemikian nyata, wahai Rasulullah”. Pola jiwa islami dibentuk dengan prinsip ’imani dan taati’ (
iman wa
tha’at 
). Untuk itu dilakukanlah pembiasaan taat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW melalui penerapandalam kehidupan sehari-hari di sekolah untuk dilanjutkan di rumah dan lingkungan.
 Raihan kedua
adalah ilmu kehidupan. Islam tidak mencukupkan pada pembelajaran yangmembentuk kepribadian Islam, melainkan juga mengajari ilmu kehidupan. Ilmu kehidupan tersebutmencakup
 professional skill 
(keahlian profesional) dengan mengajarkan matematika, IPA, dll. Juga, ilmukehidupan mencakup
life skill 
(keahlian hidup) dengan mengajarkan kemandirian, kemampuan komunikasi, bekerja sama dalam kelompok, siap memimpin dan dipimpin, dll.Peserta didik juga diarahkan untuk menjadi orang-orang yang berkompeten dalam bidangnya. Ilmu pengetahuan dan teknologi pun diberikan. Rasulullah SAW pernah mengirim beberapa sahabat ke Yaman

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->