Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MENGGUGAT TOLERANSI

MENGGUGAT TOLERANSI

Ratings: (0)|Views: 3 |Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on May 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/17/2014

pdf

text

original

 
ivanacmblog.blogspot.com/2013/01/menggugat-toleransi.html 1/4
20th January
MENGGUGAT TOLERANSI
[http://3.bp.blogspot.com/--FeY4kfdSVw/UPsxuw8L79I/AAAAAAAAAUE/JObpoG6IQBg/s1600/menggugat+toleransi.jpg]
tolerance
yang berasal dari kata
toleran
)
[ii]
Istilah toleransi sejatinya tidak ada dalam khasanah islam. Menurut Dr. Anis Malik Toha, pada dasarnya istilahtoleransi tidak terdapat dalam istilah islam. Istilah ini termasuk istilah modern yang lahir dari Barat sebagai respondari sejarah yang meliputi kondisi politis, sosial dan budayanya yang khas dengan berbagai penyelewengan danpenindasan.
 [http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=9161820191409949361#_edn3]
Fakta dilapangan ketika memberlakukan kata toleransi ini, selalu yang menjadi tudingan adalah umat islamsendiri. Anggapan yang muncul adalah umat islam tidak toleran misalnya hasil penelitian yang dilakukan oleh SetaraInstitute pada Juni 2012. Penelitian tersebut bertajuk “Radikalisme Agama di Jabodetabek dan Jawa Barat”.Digambarkan sebanyak 49,5% warganya tidak menghendaki kehadiran tempat ibadah agama lain. Sekitar 84,13%dari para responden menyatakan tidak menyukai anggota keluarga atau kerabat mereka menikah dengan orangberbeda agama. 
 
ivanacmblog.blogspot.com/2013/01/menggugat-toleransi.html 2/4
Sebenarnya bila kita cermati secara dalam sudut pandang toleransi versi barat sejatinya Indonesia bisadibilang sangat toleran. Bagaimana tidak? Di saat berbagai negara melarang ahmadiyah, hanya di Indonesia yangmasih membolehkan. Saat prancis melarang burqa, Indonesia masih membolehkan wanita mengekspresikan dirinyadalam menggumbar aurat. Fakta lain menunjukkan data kementrian agama dari tahun 2004 hingga 2007, pendiriangereja naik 153%, gereja protestan 131% , Vihara bertambah 368% dan pura Hindu 475,25% sedangkan masjidhanya 64%.
[iv]
[http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=9161820191409949361#_edn4]
Standar Ganda
Jika isu toleransi dan sebaliknya intoleransi ini dilihat dari cara pandang yang sama, mungkin tidak terlalumasalah. Namun, isu ini sangat pro pada cara pandang orang kafir juga barat yang memiliki ideologi tertentu.Walhasil, ketika konsep toleransi dan intoleransi diterapkan, ada dominasi kepentingan Barat di dunia islam.
[v]
[http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=9161820191409949361#_edn5]
Secara terminologi, kata
“tolerance” 
(toleransi) sebagaimana dalam
The New International Webster Comprehensive Dictionary of The English Language
(1996 : 1320) diartikan dengan menahan perasaan tanpaprotes (
to endure without protest 
). Artinya, seseorang tidak berhak protes atas argument orang lain, meskipun itugagasan yang salah dalam keyakinan. Inilah toleransi dalam pengertian Barat.
[vi]
[http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=9161820191409949361#_edn6]
Berbeda dengan islam. Islam mengartikan toleransi dengan istilah “tasamuh”. Dalam kamus
 Al-Muhit, Oxford Study Dictionary English-Arabic 
(2008 : 1120). Isitilah tasamuh memiliki arti tasahul (kemudahan). Artinya, Islammemberikan kemudahan bagi siapa saja untuk menjalankan apa yang ia yakini sesuai dengan ajaran masing-masingtanpa ada tekanan dan tidak mengusik ketauhidan.
[vii]
[http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=9161820191409949361#_edn7]
Dari penjelasan diatas, perbedaan sudah sangat jelas. Konsep toleransi saat ini sebenarnya tidak ada dalamislam, karena memberikan kebebasan tanpa batas. Menahan perasaan tanpa protes dalam hal apapun, tentu sajatidak bisa diterima oleh agama Islam. Menurut Barat, keyakinan dalam bentuk apapun diperbolehkan walaupunmengolok-olok agama lain tetapi diyakini sebagai sebuah kebenaran maka harus diterima. Termasuk perkara-perkara lain, menghina nabi, kehidupan cinta sesama jenis, pergaulan dan seks bebas, termasuk diantaranya soalkekerasan. Andaikata seorang muslim yang melakukan kekerasan akan dianggap terorisme, sementara apabilanon-muslim akan dianggap pesakitan.Terminologi toleransi ini sering dipakai kalangan liberal dalam melihat berbagai persoalan di tengahmasyarakat. Namun demikian, mereka tidak konsisten dengan konsep mereka sendiri untuk tidak/tanpa protesterhadap pendapat yang berbeda dari pemikiran/konsep yang mereka bawa. Umat islam dipaksa tunduk denganargumentasi mereka, kendati itu menyalahi konsep mereka sendiri. Hal Ini merupakan standar ganda, akanbermanfaat dari dua sisi dan untuk yang memaksakan pendapat tersebut baik dengan cara halus (soft power) ataupun dengan kasar (hard power), misalnya dengan melakukan invasi militer.
Keadilan Islam
Islam memandang keragaman agama, keyakinan, suku, ras dan bahasa sebagai perkara yang alami danlumrah. Islam tidak berusaha menghapus keragaman tersebut dengan cara memaksa semua orang untukmeninggalkan agama dan keyakinan mereka. Islam dengan tegas melarang seorang muslim memaksa orang kafir memeluk agama islam. Namun, islam hadir untuk mengatur keragaman pluralitas yang ada ditengah-tengahmasyarakat agar terbina kerukunan dan sikap saling menghargai satu dengan yang lain. Tidak hanya itu, Islam punmenyeru manusia meninggalkan keyakinan dan sistem hidup kufur, menuju agama Islam yang lurus.
[viii]
 
[http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=9161820191409949361#_edn8]
Berkaitan dengan toleransi, Islam menggariskan sejumlah ketentuan sebagai berikut :
[ix]
[http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=9161820191409949361#_edn9]
1.
 
Islam tidak akan pernah mengakui kebenaran agama dan keyakinan selain islam. Seluruh keyakinan agamaselain islam adalah kekufuran. Demokrasi, pluralisme, sekularisme, liberalisme dan semua paham yang lahir dari paham-paham tersebut adalah kekufuran. Begitu pula agama Yahudi, Kristen, Hindu, Budha, kebathinan,dan lain sebagainya, semuanya adalah kekufuran.2.
 
Tidak ada toleransi dalam perkara-perkara yang telah ditetapkan oleh dalil-dalil qath’I, baik menyangkutmasalah akidah maupun hukum syariah. Dalam perkara akidah, islam tidak pernah toleran terhadap keyakinanyang bertentangan pokok-pokok akidah islam seperti : ateisme, politeisme, Al-qur’an tidak lengkap, adanyanabi dan rasul baru setelah wafatnya Nabi saw, pengingkaran terhadap hari akhir dan semua hal yangberkaitannya, dan lain-lain. Adapun dalam hukum syairah contohnya adalah menolak kewajiban sholat, zakat,puasa, jilbab bagi muslimah, dan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan berdasarkan dalil qath’i.3.
 
Islam tidak melarang kaum muslim untuk berinteraksi dengan orang-orang kafir dalam perkara mubah seperti jual beli, kerjasama bisnis, dan lain sebagainya. Larangan berinteraksi dengan orang kafir terbatas padaperkara yang dilarang syariah seperti menikahi wanita musyrik-kecuali ahlul kitab, menikahkan wanitamuslimah dengan orang kafir, perwalian, dan lain sebagainya.4.
 
Ketentuan-ketentuan diatas tentu tidak menafikan kewajiban kaum muslim untuk berdakwah dan berjihadmelawan orang-orang kafir dimanapun mereka berada. Hanya saja, pelaksanaan dakwah dan jihad harussejalan dengan syariah. Orang kafir yang hidup di negara islam dan tunduk terhadap kekuasaan islam, dalambatas-batas tertentu diperlakukan sebagaimana kaum muslim. Hak dan kewajiban mereka sebagai warganegara daulah islam sama dengan kaum muslim. Harta dan jiwa mereka dilindungi.
Kesimpulan
 Alhasil, isu intoleransi adalah permainan kaum liberal sebagai corong Barat. Karakteristik kaum liberal adalahmenjadikan kebebasan-kebebasan sebagai fokus utama mereka, yakni kebebasan tanpa batas yang menerjangnorma-norma agama. Tema sentral yang biasa mereka usung ialah pemisahan agama dari politik, demokrasi, HAM,kesetaraan jender, kebebasan penafsiran teks agama, toleransi beragama, kebebasan berekspresi, persamaanagama (pluralism).Maka dari itu, umat islam tidak perlu terpancing dengan stigmasisasi intoleransi ini. Umat tidak dibenarkan jikakemudian –agar tidak disebut intoleran- bersikap memaklumi dan menghargai sesuatu yang bertentangan denganprinsip-prinsip Islam.Wallahu'alamPenulis : Wandra Irvandi (aktivis)
[i]
[http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=9161820191409949361#_ednref1]
 Ali Mustofa Akbar,
“Umat Islam Tidak Toleran?” 
dalam Majalah Alwaie, no.148 tahun XIII, 1-31 Desember 2012/ muharram 1434 H.
[ii]
[http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=9161820191409949361#_ednref2]
Kamus Bahasa Indonesia
, Pusat BahasaDepartemen Pendidikan Nasional, Jakarta : 2008.
[iii]
[http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=9161820191409949361#_ednref3]
Dr. Anis Malik Toha, “
Tren Pluralisme Agama : Sebuah Tinjauan Kritis”,
Gema Insani Press. 2005, dalam Ali Mustofa Akbar,
“Umat Islam Tidak Toleran?” 
dalam Majalah Alwaie, no.148 tahun XIII, 1-31 Desember 2012/ muharram 1434 H.
[iv]
[http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=9161820191409949361#_ednref4]
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/12/06/03/m51lw4-pertumbuhan-masjid-di-indonesia-rendah

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->