Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
(6) Bab 1 Revisi

(6) Bab 1 Revisi

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 458|Likes:
Published by Anugerah Sutawiyana
Ini adalah revisi dengan beberapa perubahan.
Ini adalah revisi dengan beberapa perubahan.

More info:

Published by: Anugerah Sutawiyana on Apr 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/01/2010

pdf

text

original

 
Bab 1
DASAR-DASAR PEMILIHAN
ZHINENG QIGONG 
“ YIN SHUI SI YUAN 
 
(
飲水思源)
- MINUM AIR, INGATSUMBERNYA ”
(Chinese Saying )
1.1. Filosofi dan Kearifan Tiongkok Kuno
Kebahagiaan, pada umumnya merupakan tujuan hidup ideal yang palingmendasar bagi umat manusia di dunia. Salah satu syarat penunjang bagimanusia untuk dapat menikmati kebahagiaan tersebut adalah kesehatan.Jika seseorang sering sakit, maka yang lebih dirasakan ialah penyakitnya,bukan kesehatan. Terutama kesehatan yang terkait dengan kesejahteraanbatin sebagai unsur utama kebahagiaannya. Namun demikian, perlu sekalidisadari bahwa dengan memprioritaskan kesehatan bukan berarti harusdengan begitu saja mengabaikan kenyataan tentang adanya kesakitan ataukondisi sakit. Karena sehat dan sakit itu pada hakikatnya seperti dua sisidari satu mata uang yang sama. Orang akan lebih menghargai maknasehat jika pernah menderita sakit.Kesadaran manusia tentang adanya hubungan kausal antara sehat dansakit tersebut, pada prinsipnya dapat diasosiasikan dan konotasikandengan filosofi dan kearifan Tiongkok Kuno tentang konsep
Taiji’ 
 
(tàijí,
太極/太极
)
,
yang oleh bangsa Barat disebut
great ultimate, supremeultimate, supreme grand ultimate).
Secara singkat dan harfiah,
Taiji 
dapatdiartikan sebagai sesuatu yang terakhir yang maha besar dan agung.Yakni, sesuatu konsep filosofis tentang kosmologi yang esensinyamengajarkan bahwa alam semesta
 
yang meliputi alam dan manusia itupada hakikatnya merupakan satu kesatuan tempat kehidupan yang mahaluas tanpa batas akhir, yang harus dijaga, dipelihara, dan dicintai bersamatanpa pamrih
!.
 Itulah salah satu kearifan Timur 
,
yang sudah ada sejak ribuan tahun SM,dan hingga kini masih relevan dan menjadi dasar kearifan hidup di banyak
8
 
bidang kehidupan manusia termasuk bidang kesehatan. Dalam konteks ini,perlu disadari bahwa filosofi dan kearifan Tiongkok Kuno yangdikemukakan di sini hanyalah yang terpenting karena mendasar dan alami.Namun entah mengapa maka nilai hikmah kebijaksanaan ini seakanmenghilang bersama embusan angin, dan dilupakan serta diabaikan begitusaja. Lalu, setelah sampai batas tertentu, ketika ilmu pengetahuan mutakhir dunia Barat -- setelah melewati masa pencerahan di abad 18 yang disebut
Renaissance
atau
 Aufklarung 
dan memasuki era globalisasi atau masa
Information Technology 
di abad 21 yang dianggap modern -- mengalamikebuntuan dalam memecahkan problema tertentu, barulah kebenaranalami yang hakiki dicari kembali dari dunia Timur yang dianggap kuno.Dunia Timur, disamping dikonotasikan sebagai kuno
,
juga dianggap pulasebagai tidak ilmiah
,
semata karena ‘pada umumnya’ … tidak kasatmata
,
tidak kuantitatif 
,
tidak terukur 
,
tidak tertimbang
,
sehingga dipersepsikantidak bermanfaat untuk dihidupkan kembali. Disini dengan sengaja disebut‘pada umumnya’, karena dalam realitanya, hasil pengolahan ala
TCM (Traditional Chinese Medicine)
dalam pengobatan / penyembuhan suatupenyakit dilakukan berdasarkan pola pikir dan prosedur yang berbeda. Jadi, jika
input 
dan
process
-nya berbeda maka
output 
pengolahan
TCM 
itu juga jelas berbeda!.Dengan mulai diacukannya
TCM 
itu, hal ini dapat diibaratkan sebagai kisahtentang kembalinya anak yang hilang. Sehingga, mau tidak mau atau sukatidak suka, perlu dengan sabar dan secara bertahap dipahami kembaliajaran berdasarkan filosofi dan kearifan Tiongkok kuno tentang konsep
Kesatuan’ 
 
(
得一)
dan konsep ‘
Taiji’ 
/’
Yin-Yang’ 
 
(
yīnyáng,
陰陽 / 阴阳)
.
 Disini, ajaran ini hanya akan dikemukakan secara singkat, beberapa halpokok yang berkaitan dengan objek, konsepsi, dan simbolisasinya, sebagaiberikut:
konsep
Kesatuan’ 
 
(oneness,
 
unity)
 ,
Baik ditinjau dari sudut ‘alam + manusia’ secara
integral
, terdiri dari:
(1)
alam semesta
,
yang (dalam Ilmu Falak / Kosmologi) tergolong
macro cosmic 
, dan(2)
manusia
,
yang tergolong
micro cosmic 
; Maupun ditinjau dari sudut ‘manusia’ yang berdiri sendiri secaraindividual atau
parsial
, terdiri dari :(1)
tubuh
 
(body)
,(2)
pikiran
 
(mind),
 (3)
perasaan
 
(emotion),
dan(4)
 jiwa
 
(soul)
yang semuanya terdapat di dalam diri manusia; dan
konsep
keseimbangan
 
dan
 
keselarasan
yang disebut
Yin-Yang’ 
,yang merupakan dua polaritas
(liangyi),
yang pada hakikatnyamerupakan dua aspek dari satu konsep
Kesatuan’ 
.
 
9
 
Konsep ‘
Kesatuan’ 
yang filosofis dan sistematis tentang alam dan manusiatersebut, secara ilmiah memang dapat dibedakan, namun secara hakikimerupakan satu kesatuan yang sempurna. Konep
Yin-Yang’ 
ajaran
Dao
ini sumbernya adalah kitab klasik Tiongkok yang paling kuno. Yakni, KitabPerubahan
(‘Yi-Jing’ / ‘I-Ching’,
atau orang Barat menyebutnya
Book of Changes / Classic of Changes)
yang telah ada ribuan tahun yang lalu.Konon, secara legendaris, konsep dan simbol ini berasal dari seorangKaisar Agung bernama Fu Xi (2953-2838 SM). Fu Xi inilah yangmengajarkan tentang hakikat perubahan, baik tentang perubahanFenomena Alam Semesta maupun tentang perubahan corak KehidupanManusia.
‘Yin’ 
dilambangkan sebagai gelap, dingin, negatif, pasif, sedih, feminin, dansebagainya. Sebaliknya,
Yang’ 
diasosiasikan dengan terang, panas,positif, aktif, gembira, maskulin, dan sebagainya. ‘
Yin-Yang’ 
ini digambar dalam bentuk lingkaran yang dibagi menjadi dua bagian (seperti bentukdua ekor ikan), masing-masing dengan warna hitam dan putih (sepertimata ikan masing-masing), dimana dalam warna hitam ada titik / lingkarankecil berwarna putih, dan sebaliknya, dalam warna putih ada titik /lingkaran kecil berwarna hitam. Adanya dua titik / lingkaran kecil inimenunjukkan adanya faktor ketidaksempurnaan, baik pada alam maupunpada manusia.Sehubungan dengan filosofi Tiongkok Kuno tentang kondep
Kesatuan’ 
dari sesuatu yang maha besar yang disebut
Taiji’ 
, yang pada hakikatnyamempresentasikan konsep
Dao/Tao’ 
(道)
dan konsep
Wu Ji’ 
 
(勿吉
,
 
void 
,kekosongan, kehampaan
)
yang bersifat mutlak dan tak terbatas.Sedangkan konsep ‘
Yin
-
Yang’ 
hanyalah aspek dari konsep
Taiji 
. Konsep
Yin-Yang 
ini dalam praktek juga dikaitkan dengan konsep
Wu Xing’ 
 
(五行)
tentang asal-usul segala sesuatu.Dan, pada gilirannya konsep ‘
Wu Xing’ 
ini pun juga berkaitan dengan duakonsep lainnya, yakni :- konsep
Wu Wei’ 
(
wúwéi,
無為 / 无为
) -- yang berfokus pada faktor “pembiaran(segala sesuatu yang berkaitan dengan gejala alam /perilaku manusia untuk berproses menurut jalannya sendiri) atau
“doless achieve more”.
Dalam hal ini,
 
sesungguhnya, dasarnya yang lebihmendalam, adalah filosofi Lao Zi tentang konsep
Dao/Tao’.
DalamDaoisme (berdasarkan ilmu Kosmologi) segala sesuatu di alam raya itusudah ada yang mengatur dengan baik dan sempurna, yang olehnyadisebut
Dao/Tao
. Misalnya, bagaiman mekanisme kerja dala hubunganantara matahari dan bulan, siang dan malam, atau hubungan antaramatahari dan timbuh2an, dan sebagainya. Jadi, pada hakikatnya,manusia tak perlu lagi mencampurinya; dan- konsep
Wu Chang’ 
(
wuchang,
無常 / 无常
) -- yang berfokus padafaktor kebajikan ajaran
Confucius
yang dikembangkan oleh pengikutnya
10

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->