Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pendidikan Anak Menurut Perspektif Ajaran Islam

Pendidikan Anak Menurut Perspektif Ajaran Islam

Ratings: (0)|Views: 37 |Likes:
Published by JAMRIDAFRIZAL

More info:

Published by: JAMRIDAFRIZAL on May 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/01/2013

pdf

text

original

 
1
PENDIDIKAN ANAK MENURUT PERSPEKTIF AJARAN ISLAMBy jamridafrizal (Pencari ilmu dari kolong langit Allah)
A.Tujuan Mendidik Ana
Tujuan mendidik anak sebenarnya berkaitan amat erat, bahkan inherent padatujuan umum pendidikan. Jika dirangkaikan dengan Islam, maka tujuan tersebutdengan sendirinya berkait amat erat dengan dan bahkan inherent pada tujuan pendidikan Islam. Dan tujuan pendidikan yang tersebut terakhir ini dengan sendirinyaharus menjadi tujuan pendidikan anak.
1
Baihaqi AK cenderung merumuskan tujuan pendidikan anak –– sesuai dengankonsepsi Islam tentang pendidikan tersebut –– sebagai upaya menolong anak agar menjadi manusia yang beriman, taat beribadah, berakhlak mulia dan berilmu sertagemar beramal (bekerja keras) sesuai dengan petunjuk ilmu dan tuntunankeimanannya, mampu memimpin umat, cakap mengolah "bumi dan isinya untuk mencapai kebaikan, kesejahteraan dan kemakmuran dunia dan kemenangan akhirat.Upaya pertolongan tersebut harus dilakukan secara sadar, bersungguh-sungguh dan berencana serta rnemenuhi persyaratan-persyaratan metodologis, paedagogis dan psikologis serta terarah dan terpadu menuju tujuan tadi.
2
B. Langkah-Langkah Mendidik Ana
Baihaqi AK mengatakan bahwa langah-langkah dalam mendidik anak dapatdiuraikan kedalam dua kategori yaitu 1) Langkah-langkah persiapan melalui pembinaan lingkungan Islami dan 2) Langkah-langkah pelaksanaan pendidikananak 
3
a)Langkah-langkah Persiapan.
Setiap orang tua muslim yang bermaksud agar berhasil dalam kegiatannyamendidik anaknya, harus melakukan langkah-langkah persiapan seperlunya melalui pembinaan lingkungan islami, terutama ia mulai dari pembinaan dirinya sendiri. Diantara langkah-langkah tersebut adalah
4
:
1.Menghormati orang -tua.
Pembinaan lingkungan Islami bagi mendidik anak harus dimulai dengan
1
Baihaqi AK,
 Konsepsi Islam Tentang Pendidikan Anak Dalam Rumah Tangga,( 
Jakarta:UINJakarta, 1989),
h.394.DIsertasi tidak diterbitkan
2
 
 Ibid 
.,
h.398
3
 
 Ibid 
.,
h.411
4
 
 Ibid 
1
 
2mendidik diri sendiri, dalam hal ini, dengan menghormati orang tua (ayah dan ibu).Di dalam ajaran Islam terdapat kaitan yang sangat erat antara harapan agar anak menjadi baik (saleh) dengan sikap hormat dan berbakti kepada kedua orang-tua.
5
 Di dalam Al Qur'an terdapat banyak ayat yang menjelaskan kewajiban berbaktikepada kedua orang tua, antara lain, seperti terlihat dalam ayat berikut ini:
      
 
    
 
   
 
         
 
      
 
           
 
      
 
 
      
 
    
 
    
 
    
 

 
  
 
   
 
  
 
    
 

 
    
 

 
  
 
  
 
   
(:
(
 Artinya”Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakankepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka danucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia
(Al-Isra’: 23)
6
2.Mendo’akan anak.
Do’a, meskipun hanya sunat hukumnya dalam ajaran Islam, -sangat memberimakna bagi kehidupan manusia, terutama makna ketenangan batin dan kemantapan perasaan. Dalam realitas kehidupan sosial di Indonesia, umpamanya, terlihat bahwasegala upacara khidmat, termasuk upacara negara, besar atau kecil, senantiasaditutup dengan do'a, karena dengan itu segala sesuatunya terasa sudah cukup mantap,tenang dan optimis serta dengan harapan masa depan yang terbayangkan akan lebihcerah.
7
Islam, di satu pihak, sangat menganjurkan penganutnya agar selalu berdo'akepada Allah SWT, sebagaimana terlihat dalam ayat berikut;
        
 
       
 
      
 
 
      
 

 
          
 
   
 
 Artinya “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas
(Q.S. Al A'raf : 55)
5
 
 Ibid 
6
 
Al-Qur’an:Terjemahan Kata-Perkata
, (Bandung:Syamil Al-Quran, 2007),h
 
7
 
 Ibid.,416 
 
3
b)Langkah-langkah pelaksanaan (operasional)
Dengan melaksanakan hanya langkah-langkah persiapan di atas tipis sekalikemungkinan keberhasilan yang bisa diharapkan dari upaya pendidikan anak olehorang tua dalam rumah tangga. Oleh karena itu, langkah-langkah persiapan tersebutharus segera diikuti atau malah disekaliguskan dengan langkah-langkah operasional(pelaksanaan). Langkah-langkah ini dapat dibagi dua: (1) Mendidik anak yang masihdalam kandungan dan (2) Mendidik anak setelah lahir.
8
A.Mendidik Anak Dalam Kandungan.
Pendapat yang secara umum dikenal adalah bahwa anak mulai dididik setelahlahir atau beberapa tahun kemudian. Kini semakin disadari bahwa anak, sejak di dalamkandungan, sudah dapat dididik melalui ibunya. Sigmud Frued, sebagaimanadijelaskan oleh Lee Salk dan Rita Kramer, menegaskan bahwa pengalaman- pengalaman sebelum dan sejak awal setelah lahir merupakan persiapan sikap mentaldan
response emosional 
, meskipun pengalaman tersebut terasa sudah terlupakanPenelitian terakhir tentang bayi menusia, menurut Lee Salk, telah memperlihatkan bukti yang kuat bahwa pengalaman-pengalaman awal berpengaruh amat besar bagi pertumbuhan emosi dan intelektual anak. Para pengamat kini menjelaskan bahwa bayi, pada umur 24 jam pertama, sudah mampu belajar. Bahkan, sejak masa dalamkandungan, bayi telah
responsive
terhadap rangsangan dari luar yang ibunya malahtidak menyadarinya. Penemuan tersebut telah membuat para orang tua menjaditerdorong untuk mempelajari langkah-langkah (metode atau teknik) yang seharusnyaditerapkan dalam rangka mendidik anak tersebut guna mencapai tujuan pendidikanyang dianut.Islam telah mengajarkan, jauh sebelum penemuan itu, langkah-langkah mendidik anak di dalam kandungan, sebagai berikut:a.Mempersiapkan diri dengan cara-cara memilih isteri (dan tentunya juga suami)yang beragama –dalam arti mengahayati dan mengamalkannya- dengan harapanagar isteri dan suami bersama-sama mendidik anak-anaknya secara agamawi(Islam) guna mencapai tujuan pendidikan Islam. b.Membina hubungan harmonis antara suami dan isteri dalam rumah tangga. Islammemerintahkan
mu'asyarah bi al-ma'ruf 
(bergaul dengan baik) antara suami danisteri. Pergaulan yang harmonis itu akan memberi kesan positif terhadap anak yang akan dan sedang dikandung.c.Meningkatkan kasih sayang kepada isteri yang ternyata kandungannya sudah positif, sebagaimana diperlihatkan oleh Nabi SAW ketika isterinya Khadijahsudah hamil. Nabi bersabda:
. .
 Artinya Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik kepada isterinya.(H.R. Al-Tabrani dari Abi Kabsyah)
8
 
 Ibid.,421

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->