Javanese Encyclopedia
http://putripandanwangi.blogspot.com/2008/02/javanese-encyclopedia.html Agama Ageming AjiAgama dalam pandangan orang Jawa sama dengan pedoman atau ageman yang berarti pakaian.Aji artinya raja atau mulia. Warga negara yang mulia tentu akan memperhatikan ajaran agama,ajaran leluhur sebagai yang tertera dalam Kitab Suci. Kewibawaan seorang pemimpin yangdituntun oleh ajaran agama akan terbebas dari perbuatan aniaya, nista dan hina yang dapatmeruntuhkan derajat dan martabatnya. Prinsip kepemimpinan terhadap orang Jawa menuntutagar pemimpin selain memimpin secara formal juga pemimpin agama agar berkah danadiluhung di depan pengikutnya. Kepemimpinan yang agamis selalu mementingkan kepentinganorang banyak dan menyantuni orang lemah. Mereka inilah ynag membuat pemimpin menjadi aji'berharga'.AirlanggaPengganti Prabu Dharmawangsa Teguh adalah Airlangga. Nama kraton Medang, oleh Airlanggadirubah menjadi kraton Kahuripan. Kata kahuripan berasal dari kata urip yang berarti hidup.Jadi kahuripan berarti kehidupan yang setara dengan kraton Amarta milik Pandawa. Airlanggalahir di Bali tahun 922 Çaka atau 1000 Masehi. Ibunya bernama Mahendradata GunapriyaDharmaputri. Ayahnya adalah Dharma Udayana Warmadewa, raja di Bali. Setelah dewasadiambil menantu oleh Sri Dharmawangsa Teguh. Ketika perkawinan Airlangga berlangsung, tiba-tiba kratonnya diserang musuh. Para pembesar negara dan raja banyak yang gugur. Airlanggabersama pembantunya, Narotama, melarikan diri ke puncak gunung untuk mohon perlindunganpara pertapa (Zoetmulder, 1985). Putri Airlangga yang bernama Dewi Sanggramawijayadipersiapkan menjadi pengganti penguasa Kahuripan namun dia menolak menjadi raja. Diamemilih menjalani hidup sebagai pertapa di Pucangan tahun 963 Çaka. Dewi Sanggramawijayaini disebut juga dengan nama Dewi Kilisuci, Rara Sucian atau Rara Pucangan. Akhirnya beliauberhasil menduduki tahta mertuanya kembali. Kehidupan sastra budaya sangat diperhatikan.Empu Kanwa disuruh menulis Kakawin Arjuna Wiwaha. Kraton Kahuripan kemudian dibagimenjadi dua: Kraton Panjalu (Kediri) dengan ibukota Dahanapura. Rajanya adalah SamaraWijaya; Kraton Jenggala, dengan rajanya bernama Garasakan. Airlangga wafat pada tahun 10Çaka atau 1079 Masehi. Makamnya di Tirta. Menantu sang raja yang bernama Airlangga, putramahkota raja Udayana dari Bali, telah berhasil melakukan konsolidasi untuk menyelamatkankraton warisan mertuanya. Kraton Medang kemudian diubah namanya menjadi KratonKahuripan. Ketentraman kraton dapat dipulihkan oleh Airlangga, menantu Raja Dharmawangsa,yang berasal dari Bali putra Udayana. Pada masa Raja Airlangga ini disusun KitabArjunawiwaha. Pengarangnya adalah Empu Kanwa, sebagai persembahan pada Raja Airlanggayang berjuang memulihkan stabilitas negara antara tahun 1028-1035 dan mengalahkan RajaWengker. Maklumatnya yang terakhir ditulis pada tahun 1042 Masehi (Zoetmulder, 1985: 309).Raja Airlangga bertahta sekitar tahun 941-964 Çaka atau 1019-1042 (Poerbatjaraka, 1957: 17).Raja Airlangga menjelang mangkatnya membagi kraton menjadi dua penghubung, Jenggala danKediri (Zoetmulder, 1985: 22). Dua kraton ini dalam kisah-kisah kesusastraan Jawa mengilhamipara pujangga untuk menciptakan karya romantis yitu cerita Panji. Cerita Panji mengisahkanperjalanan Panji Asmarabangun yang menjalin asmara dengan Dewi Sekartaji atau GaluhCandra Kirana. Ceita ini sering dipentaskan dalam bentuk drama tradisional, yaitu kethoprak.Ajining Diri Saka LathiSetiap orang harus memahami konsep ajining diri saka lathi yang artinya harga diri seseorangitu dinilai dengan apa yang keluar dari lidahnya. Suara yang manis, sopan, dan merdu bisamembuat rasa simpati. Sebaliknya, suara yang keras, kasar, tidak memperhatikan perasaanorang lain, akan menimbulkan masalah dan meruntuhkan harga dirinya. Penghargaan orangterhadap orang lain banyak bersumber dari tutur kata. Apa bila tutur kata itu mengenakkanhati, tentu orang lain akan senang, teduh, dan dihormati. Sebaliknya tutur kata sinis, pedas,caci maki akan mendatangkan rasa benci dari pihak lain. Dalam pergaulan sedapat-dapatnyaorang itu berbuat kebajikan dalam bertutur kata. Kata peparah Arab: setajam-tajam pedang
Leave a Comment