• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Persiapan Pemilu
2009
Delapan Kabupaten Belum Selesaikan Data Penduduk 
Jakarta, Kompas - Pemerintah optimis akan menyerahkan data kependudukan keKomisi Pemilihan Umum atau KPU pada 5 April 2008. Saat ini tinggal delapankabupaten yang masih harus menyelesaikan data kependudukannya, yang akandijadikan dasar penyusunan data pemilih.Selasa (24/3) malam di Jakarta, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto menyatakan, pemerintah akan menyampaikan data kependudukan dalam bentuk Data AgregatKependudukan per-Kecamatan (DAK2) dan Daftar dan Daftar Penduduk PotensialPemilih Pemilu (DP4). "Insya Allah, 5 April nanti kami akan menyerahkan datadengan ketentuan," katanya, seusai membuka Rapat Regional PenyerasianPelaksanaan Kebijakan Administrasi Kependudukan.Saat ini, Depdagri bersama dengan pemerintah daerah telah menyelesaikan datakependudukan di 449 kabupaten/kota. Delapan daerah yang sedang menyelesaikanadalah Kabupaten Halmahera Selatan (Maluku UTara), Kabupaten Balangan(Kalimantan Selatan), Kabupaten Timor Tengah Utara (Nusa Tenggara Timur), sertaKabupaten Muna, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Bombana, KabupatenKolaka Utara, dan Kabupaten Buton Utara (Sulawesi Tenggara)."Keraguan banyak pihak terhadap ketepatan waktu penyelesaian data kependudukanmenjadi pemicu bagi kami untuk bekerja kerja dan bertanggung jawab memberikansuatu data kependudukan untuk kepentingan awal pelaksanaan pemilu," kataMendagri lagi.Di Jakarta, Selasa, anggota KPU, I Gusti Putu Artha, meminta data pemilih yangdiserahkan pemerintah pada April nanti memiliki tingkat validasi yang baik. KPUtidak ingin menjadi pihak yang dipersalahkan jika terjadi gugatan terhadap keabsahandata pemilih pemilu.Menurut Putu Artha, data pemilih dalam pemilu diperoleh dengan proses dan regulasiyang sama untuk memperoleh data pemilih pemilihan kepala daerah (pilkada).Kenyataannya, banyak pilkada yang validitas data pemilihnya sering diragukan dandigugat peserta pilkada.Kondisi itu terjadi karena pendaftaran pemilih di tingkat bawah sering kali kurangserius. Pendaftaran pemilih tidak dilakukan dengan pendataan langsung dari pintu ke pintu, namun hanya menggunakan data Kartu Keluarga yang jarang diperbaharui.
Harus bersiap
Secara terpisah, Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) JeirrySumampouw mengatakan, KPU seharusnya sudah bersiap-siap melaksanakan pemutakhiran data penduduk untuk menjadi data pemilih Pemilu 2009.
 
"Kami melihat KPU belum siap melakukan pemutakhiran data pemilih. Ada beberapamasalah, seperti petugas pemutakhiran data pemilih, KPU daerah yang menghadapi pilkada, dan juga sedang mengalami pergantian KPU. Di daerah pasti akankerepotan," kata Jeirry.
Persiapan Pemilu 2009 Masih Tunggu RUU Pemilu
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Komisi pemilihan Umum (KPU) Abdul HafizAnshary mengungkapkan berbagai persiapan pemilu yang dilakukannya sepertiverifikasi parpol dan pemutakhiran data pemilih belum bisa dilakukan, sepanjangDPR belum mengesahkan RUU Pemilu."Kita tidak bisa berbuat apa-apa kalau belum ada undang-undangnya. Jadi saat ini kitahanya melakukan persiapan-persiapan saja," katanya kepada pers, seusai melantik Suripto Bambang Setyadi, sebagai Sekjen KPU yang baru di Jakarta, Senin.Ditegaskannya, berbagai tahapan pelaksanaan Pemilu 2009 yang disiapkan KPUsangat terkait dengan berbagai ketentuan yang dirumuskan dalam UU pemilu."Kita mau memulai tahapan itu sangat terkait dengan bagaimana ketentuan perundang-undangannya," ujarnya. Namun demikian, dikemukakannya bahwa KPU telah menyusun agenda kerja pelaksanaan Pemilu 2009 dan hal itu akan diawali dengan memverifikasi partai-partai politik yang akan ikut di Pemilu 2009.Agenda selanjutnya adalah melakukan pemutakhiran data pemilih berdasarkan "data base" penduduk yang rencananya baru diserahkan pemerintah ke KPU pada Aprilmendatang."Soal verifikasi parpol belum sampai sekarang. Juga pemutakhiran data pemilih juga belum bisa dilakukan. Padahal April 2008 ini semua itu sudah harus dilaksanakan,"katanya.Sementara itu, kalangan DPR berharap agar Rancangan Undang-Undang tentangPemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah,dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah bisa selesai akhir Januari 2008. Namun, pembahasan tingkat lobi hingga saat ini masih alot dan forum tim perumus pun baru akan dimulai pada 11 Januari.Materi RUU itu yang masih alot dibahas dalam forum lobi, antara lain soal sistem pemilu yang berkaitan dengan daerah pemilihan, jumlah kursi setiap daerah pemilihan, penentuan calon terpilih, dan sisa suara terkait ambang batas suara(parliamentary threshold atau electoral threshold).
 
KPU Laporkan Persiapan Pemilu 2009 pada Presiden
Jakarta (ANTARA News) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) bertemu denganPresiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kepresidenan Jakarta, Jumat, untuk melaporkan persiapan penyelenggaraan pemilu 2009."Kita melaporkan semua kegiatan yang terkait dengan persiapan penyelenggaraan pemilu. Hingga saat ini, parpol yang sudah ambil formulir (untuk klarifikasi-red) ituada 69 dan selanjutnya akan kita klarifikasi," kata Ketua KPU Abdul Hafidz Ansyari.KPU menetapkan batas waktu 12 Mei 2008 bagi partai politik untuk mengambilformulir bagi klarifikasi partai terkait keikutsertaan dalam pemilu 2009.Sementara itu terkait adanya partai politik yang bermasalah karena memilikikepengurusan ganda, Abdul Hafidz Ansyari mengatakan KPU telah bertemu denganMenteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta untuk menyelesaikan masalah itu."Kemarin kami sudah ke Depkum dan HAM. Kita sudah ada kesepakatan bahwa yangkepengurusan ganda itu yang pengesahannya sesuai di Depkumdan Ham," tuturnya.Sementara itu hal senada juga disampaikan oleh Menteri Hukum dan HaAMAndiMattalatta. Ia menjelaskan pihaknya tidak dalam kapasitas menyatakan apakah suatukepengurusan partai sah atau tidak saat adanya kepengurusan kembar, namun pihaknya akan melihat siapa yang telah terdaftar di Depkum dan HAM."Kalau nanti mereka (parpol-red) mendaftarkan dua-duanya di KPU dan KPU mintaklarifikasi, kita tinggal melihat di komputer, siapa yang terdaftar di Depkum danHAM," kata Andi.Andi mengatakan pihaknya bertugas melakukan verifikasi atas partai baru terkait badan hukum yang kemudian diserahkan pada KPU."Jadi yang melakukan verifikasi yang bisa ikut pemilu itu KPU. Untuk memperolehstatus badan hukum itu baru Depkum dan HAM," tegasnya.Menurut Andi, parpol yang baru ada 24, yang tidak bisa ikut verifikasi oleh Depkumdan HAM adalah yang tidak memenuhi syarat badan hukum."Yang daftar itu ada 100 lebih yang tidak lolos 81 dan yang lolos ada 24. Jadi, yangikut pemilu menurut UU Pemilu, adalah semua partai yang punya kursi di DPR ada16 atau 17 dan yang kedua partai baru, yaitu partai baru yang memenuhi persyaratansesuai dengan UU Pemilu," paparnya.Andi mengatakan telah memerintahkan Direktur Tata Negara di Depkum dan HAMagar membuat daftar parpol yang terdaftar di Depkum dan HAM beserta pengurusnya.Terkait dengan masalah Partai Kebangkita Bangsa, Andi mengatakan beberapa waktuyang lalu Muhaimin Iskandar memperbaharui nama-nama pengurusnya di PKB dan pihaknya akan menelaah apakah sesuai dengan prosedur anggaran dasar dan anggaran
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...