Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
uu 48 tahun 2009

uu 48 tahun 2009

Ratings: (0)|Views: 22 |Likes:
Published by Rama Astadipati
Undang - Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman
Undang - Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman

More info:

Published by: Rama Astadipati on May 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2013

pdf

text

original

 
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 48 TAHUN 2009TENTANGKEKUASAAN KEHAKIMANDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,Menimbang :a. bahwa kekuasaan kehakiman menurut Undang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945 merupakan kekuasaan yangmerdeka yang dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badanperadilan yang berada di bawahnya dalam lingkungan peradilanumum, lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilanmiliter, lingkungan peradilan tata usaha negara, dan olehsebuah Mahkamah Konstitusi, untuk menyelenggarakan peradilanguna menegakkan hukum dan keadilan;b. bahwa untuk mewujudkan kekuasaan kehakiman yang merdeka danperadilan yang bersih serta berwibawa perlu dilakukanpenataan sistem peradilan yang terpadu;c. bahwa Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang KekuasaanKehakiman tidak sesuai lagi dengan perkembangan kebutuhanhukum dan ketatanegaraan menurut Undang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945;d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalamhuruf a, huruf b, dan huruf c perlu membentuk Undang-Undangtentang Kekuasaan Kehakiman;Mengingat :Pasal 20, Pasal 21, Pasal 24, Pasal 24A, Pasal 24B, Pasal 24C danPasal 25 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;Dengan Persetujuan BersamaDEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIAdanPRESIDEN REPUBLIK INDONESIAMEMUTUSKAN:Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG KEKUASAAN KEHAKIMAN.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:1. Kekuasaan Kehakiman adalah kekuasaan negara yang merdekauntuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dankeadilan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945, demi terselenggaranya NegaraHukum Republik Indonesia.
 
 2. Mahkamah Agung adalah pelaku kekuasaan kehakiman sebagaimanadimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik IndonesiaTahun 1945.3. Mahkamah Konstitusi adalah pelaku kekuasaan kehakimansebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945.4. Komisi Yudisial adalah lembaga negara sebagaimana dimaksuddalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945.5. Hakim adalah hakim pada Mahkamah Agung dan hakim pada badanperadilan yang berada di bawahnya dalam lingkungan peradilanumum, lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilanmiliter, lingkungan peradilan tata usaha negara, dan hakimpada pengadilan khusus yang berada dalam lingkungan peradilantersebut.6. Hakim Agung adalah hakim pada Mahkamah Agung.7. Hakim Konstitusi adalah hakim pada Mahkamah Konstitusi.8. Pengadilan Khusus adalah pengadilan yang mempunyai kewenanganuntuk memeriksa, mengadili dan memutus perkara tertentu yanghanya dapat dibentuk dalam salah satu lingkungan badanperadilan yang berada di bawah Mahkamah Agung yang diaturdalam undang-undang.9. Hakim ad hoc adalah hakim yang bersifat sementara yangmemiliki keahlian dan pengalaman di bidang tertentu untukmemeriksa, mengadili, dan memutus suatu perkara yangpengangkatannya diatur dalam undang-undang.BAB IIASAS PENYELENGGARAAN KEKUASAAN KEHAKIMANPasal 2(1) Peradilan dilakukan "DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANGMAHA ESA".(2) Peradilan negara menerapkan dan menegakkan hukum dan keadilanberdasarkan Pancasila.(3) Semua peradilan di seluruh wilayah negara Republik Indonesiaadalah peradilan negara yang diatur dengan undang-undang.(4)Peradilan dilakukan dengan sederhana, cepat, dan biaya ringan.Pasal 3(1) Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, hakim dan hakimkonstitusi wajib menjaga kemandirian peradilan.(2) Segala campur tangan dalam urusan peradilan oleh pihak laindi luar kekuasaan kehakiman dilarang, kecuali dalam hal-halsebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945.(3) Setiap orang yang dengan sengaja melanggar ketentuansebagaimana dimaksud pada ayat (2) dipidana sesuai denganketentuan peraturan perundang-undangan.
 
Pasal 4(1)Pengadilan mengadili menurut hukum dengan tidak membeda-bedakanorang.(2) Pengadilan membantu pencari keadilan dan berusaha mengatasisegala hambatan dan rintangan untuk dapat tercapainyaperadilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan.Pasal 5(1) Hakim dan hakim konstitusi wajib menggali, mengikuti, danmemahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalammasyarakat.(2) Hakim dan hakim konstitusi harus memiliki integritas dankepribadian yang tidak tercela, jujur, adil, profesional, danberpengalaman di bidang hukum.(3) Hakim dan hakim konstitusi wajib menaati Kode Etik danPedoman Perilaku Hakim.Pasal 6(1) Tidak seorang pun dapat dihadapkan di depan pengadilan,kecuali undang-undang menentukan lain.(2) Tidak seorang pun dapat dijatuhi pidana, kecuali apabilapengadilan karena alat pembuktian yang sah menurut undang-undang, mendapat keyakinan bahwa seseorang yang dianggapdapat bertanggung jawab, telah bersalah atas perbuatan yangdidakwakan atas dirinya.Pasal 7Tidak seorang pun dapat dikenakan penangkapan, penahanan,penggeledahan, dan penyitaan, kecuali atas perintah tertulis darikekuasaan yang sah dalam hal dan menurut cara yang diatur dalamundang-undang.Pasal 8(1) Setiap orang yang disangka, ditangkap, ditahan, dituntut,atau dihadapkan di depan pengadilan wajib dianggap tidakbersalah sebelum ada putusan pengadilan yang menyatakankesalahannya dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap.(2) Dalam mempertimbangkan berat ringannya pidana, hakim wajibmemperhatikan pula sifat yang baik dan jahat dari terdakwa.Pasal 9(1) Setiap orang yang ditangkap, ditahan, dituntut, atau diadilitanpa alasan berdasarkan undang-undang atau karena kekeliruanmengenai orangnya atau hukum yang diterapkannya, berhakmenuntut ganti kerugian dan rehabilitasi.(2) Pejabat yang dengan sengaja melakukan perbuatan sebagaimanadimaksud pada ayat (1) dipidana sesuai dengan ketentuan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->