Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tafsir Surat Al Bayyinah Dan Al-Zalzalah

Tafsir Surat Al Bayyinah Dan Al-Zalzalah

Ratings: (0)|Views: 992|Likes:
Published by Khoirul Anwar

More info:

Published by: Khoirul Anwar on May 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/27/2013

pdf

text

original

 
Tafsir Surat Al-Bayinah dan Al-ZalzalahI.
 
Surat Al-Bayyinaha.
 
Versi Tafsir Al-Maraghi
Di dalam surat ini, firman Allah yang berbunyi:
 Lam yakunillazinaa kafaru
…sampai
dengan ayat yang berbunyi:
 Zalika liman khasyiya Rabbah
seperti diturunkannya Al-
Qur‟an. Seolah
-
olah dikatakan, “
Sesungguhnya Kami menurunkan Al-
Qur‟an karena
kaum kafir masih tetap teguh dengan kekafirannya, hingga rasul membawakan kepadamereka suhuf (Kitab Suci) untuk dibacakan kepada mereka
”.
 Penafsiran kata-kata sulit
 Ahlul-Kitab
: kaum Yahudi dan Nasrani
 Al-Musyrikun
: kaum penyembah berhala dan patung, yang terdiri dari bangsa Arabmaupun lainnya.
 Munfakkina
: tidak mau berhenti terhadap apa saja yang selama ini terbiasa merekalakukan.
 Al-Bayyinah
:
hujjah
yang jelas, maksudnya, diutusnya Nabi Muhammad saw.sebagai rasul
 As-Suhuf 
:
mufrad 
(tunggalnya) adalah
 sahifah
. Artinya adalah sesuatu yang tertulis
 Mutahharah
: bebas dari kepalsuan dan kesesatan.
 Al-Qayyimah
: lurus, tidak bengkok, sebab keseluruhannya kebenaran.
 Al-bayyinah
: dalil yang kuat.
 Al-Ikhlas
: melakukan suatu pekerjaan dengan ikhlas, hanya karena Allah SWTsemata, dan di dalam melakukan pekerjaan, tidak menyekutukan Allah.
 Ad-Diin
: ibadah.
 Akhlasud-Diini lillah
: membersihkan diri dari kemusyrikan.
 Bariyyah
: artinya makhluk.
 Khasyiyallah
: takut kepada siksaan Allah.
Pengertian Secara Umum
Kaum ahli kitab, yakni kaum Yahudi dan Nasrani, hidup dalam kegelapan dankebodohan. Mereka sama sekali tidak mau menerima iman kepada apa yang seharusnyadiimani, yakni berjalan di atas dasar-dasar syariat nabi, kecuali beberapa orang yangtidak turut di dalam arus. Mereka adalah orang-orang yang mendapat pemeliharaanAllah. Keingkaran mereka itu disebabkan karena nenek moyang mereka telah berhasil
 
merubah dan mengganti syari‟at tersebut dan memasukkan hal
-hal yang di luar agamake dalam agama. Kenyataan tersebut, mungkin disebabkan karena kebodohan mereka didalam memahami agama, atau percaya sikap mengganggap baik terhadap berbabagai
bid‟ah
yang mereka duga dapat memperkuat ajaran agama. Padahal, secara faktual
bid‟ah
-
bid‟ah
tersebut telah merusak sendi-sendi agama mereka sendiri. Kadang-kadang, kenyataan tersebut disebabkan karena upaya penipuan yang dilakukan musuh-musuh mereka yang mempunyai maksud menghancurkan agama, dan ingin mengusai pemeluknya.Masa terus berputar, dan setiap generasi berusaha memberikan berbagai tambahan kedalam ajaran agama tentang berbagai persoalan yang tidak tergarap oleh generasiterdahulu. Sebagai akibatnya, garis-garis kebenaran menjadi pudar, dan
nur 
keyakinansemakin terkubur.Di samping mereka, terdapat pula kaum penyembah berhala yang terdiri dari bangsaArab dan lainnya. Mereka ini sudah terbiasa menyembah berhala dan tunduk pada
“kekuatan”
wasani
. Sehingga sulit mengalihkan mereka dari
wasani
ini. sekalipundemikian, mereka tetap berkeyakinan bahwa agama mereka anut adalah agama
 Al- Khalil 
(kekasih Allah), Nabi Ibrahim.Sering kali terjadi perbedaan antara kaum musyrikin dan Yahudi dan antara merekadengan kaum Nasrani
. Kaum musrik mengatakan, “Sesungguhnya Allah akan
mengutusnabi dari bangsa Arab yang menduduki Makkah
”. Kemudian, bangsa Arab
menceritakan cirri-ciri nabi yang dimaksud, dan berjanji akan membantunya jika nabiitu datang.
Penjelasan
(
 Lam yakunil-
lazina…hatta ta‟tiyahumul bayyinah
)Orang-orang yang mengingkari risalah Muhammad SAW dan meragukankenabiannya, yakni kaum musyrikin, Yahudi dan Nasrani, selamanya tidak akan maumeninggalkan pegangan mereka karena kekafiran yang sudah keterlaluan. Mereka telahmeninggalkan kebenaran dan lebih menyukai pegangan yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. Sekalipun pada kenyataannya, nenek moyang itu tidak mengerti samasekali permasalahan agama.Rasulullah hadir di tengah-tengah mereka dengan membawa ajakan yangmenggoncangkan terhadap ajaran yang sudah berakar di dalam keyakinan mereka, didamping sudah menjadi kebiasaan yang membudaya. Karenanya, mereka berupaya
 
terus menerus mencari alasan karena didorong oleh sikap ingkar mereka. Merekamenggunakan
hujjah
yang mengatakan, bahwa apa yang didatangkan Muhammad SAWadalah sama dengan apa yang ada di tangan mereka, dan bukan merupakan kebaikan jika apa yang didatangkan itu diikuti. Menurut mereka, dengan berpegang pada apayang ada pada mereka dan berjalan sesuai dengan tata aturan nenek moyang mereka,adalah lebih baik dan patut, dan bahkan lebih disukai oleh perasaan mereka, karenadianggap akan membawa kemaslahatan.Kemudian, Allah menafsirkan (?) pengertian
 Al-Bayyinah
tersebut yangmenunjukkan kepada kebenaan. Karena Allah berfirman dalam ayat berikut ini:
 Rasulullum minaallahi yatlu shuhufam mutoharoh. Fiiha kutubun qoyyimah
.Yang dimaksud Al-Bayyinah adalah Nabi Muhammad SAW, yang membacakan
mushaf 
Al-
Qur‟an yang terbebas dari pencampuradukan, penyimpangan dan pemalsuan
kepada mereka. Dari Al-
Qur‟an ini, m
emancarlah sinar kebenaran, seperti firman Allah:
“Yang tidak datang kepadanya (Al 
-
Qur‟an) kebatilan, baik dari depan maupun daribelakangnya…”
(Fussilat: 42)Al-
Qur‟an adalah sesuatu kebenaran yang asli, yang disebut di dalam kitab
-kitab para nabi terdahulu, yang telah Allah Firmankan:
 Dan sesungguhnya Al-
Qur‟an itu benar 
-benar tersebut dalam kitab-kitab orang 
 yang dahulu.”
(Asy-
Syu‟ara‟: 196)
 Allah juga berfirman di dalam ayat lainnya:
“Sesungguhnya ini benar 
-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu)kitab-kitab Ibrahim dan Musa.
(Al-
Ala‟: 18
-19)Ada kemungkinan, yang dimaksud dengan Al-Kitab di sini adalah surah-surah danayat-ayat Al-
Qur‟an. Sebab, pada setiap surah Al
-Quran, adalah menunjukan kitab yanglurus, atau
kalamullah
yang mengandung hukum-
hukum syari‟at. Dengan hu
kumtersebut dapat dibedakan antara kebenaran dan kebatilan, sebagaimana firman Allah:
“Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba
-Nya Al-Kitab (Al-
Qur‟an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan (penyelewengan)
di dalamnya, sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedihdari sisi Allah, dan member berita gembira kepada orang-
orang yang beriman…”
(Al-Kahfi: 1-2)Ringkasnya, bahwa keadaan kaum kafir yang terdiri dari kaum Yahudi dan Nasrani,termasuk kaum musyrikin, setelah kedatangan Rasulullah SAW, mereka tersesatmengikuti kebutaan dan keinginan hawa nafsu serta kebodohan. Ketika Nabi SAW

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->