Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Akustik

Akustik

Ratings: (0)|Views: 37 |Likes:
Published by Sayuti_

More info:

Published by: Sayuti_ on May 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/23/2013

pdf

text

original

 
PENGENDALIAN KEBISINGAN PADA INDUSTRI PENCUCI PASIR DI PT. MAHARADIA PRAKARSAREMBANG - JAWA TENGAH(Novantri Faradilla, Andi Rahmadiansah, ST, MT, Dyah Sawitri, ST, MT)Jurusan Teknik Fisika – Fakultas Teknologi IndustriInstitut Teknologi Sepuluh Nopember Kampus ITS Keputih Sukolilo, Surabaya 60111
Abstrak
Sumber bising khususnya pada area industi sering terjadi karena rancangan lokasi produksiataupun alat peredam bising tidak berfungsi dengan baik. Dari hasil observasi lapangan, diperolehnilai kebisingan di industri adalah 85-101 dBA. Salah satu usaha untuk mengurangi tingkatkebisingan di industry tersebut adalah mendesain
enclosure
Generator tersebut sebagai sumber bisingtertinggi. Tujuan desain ini adalah sebagai usaha untuk mengurangi tingkat kebisingan yang terjadi diindustry tersebut sehingga tidak mengganggu aktivitas para karyawan dan di pemukiman disekitarnyatidak merasa terganggu oleh adanya kebisingan Dari perhitungan yang telah dilakukan makadidapatkan enclosure dengan menggunakan bahan:
Polycarbonate
nilai Lp1=103,56 dB danLp2=82,98 dB sehingga terjadi penurunan sebanyak 20,58 dB. Batu bata nilai Lp1=103,95 dB danLp2=79 dB sehingga terjadi penurunan sebanyak 24,95 dB. Sehingga dari hasil diatas dapat diketahui Nilai Ambang Batas telah tercapai dibawah <85 dB. Untuk biaya pembuatan enclosure dari bahan
 polycarbonate
dan bahan batu bata dapat diketahui bahwa biaya pembuatan enclosure menggunakan bahan polycarbonate lebih murah jika dibandingkan dengan pembuatan enclosure menggunakan bahan batubata.
Latar Belakang
Bising adalah suatu gangguan suarayang dapat mempengaruhi kenyamanan dankesehatan terutama yang berasal dari kegiatanoperasional peralatan pabrik. Sedangkanoperator atau karyawan yang mengoperasikan peralatan pabrik merupakan komponenlingkungan yang terkena pengaruh disebabkanadanya peningkatan kebisingan. Oleh sebab itudiperlukan upaya pengendalian bising dilingkungan pabrik yang mencakup pengendalian untuk karyawan dan jugalingkungan sekitar pabrik.Resiko yang timbul akibat kebisingan pada karyawan adalah kerusakan pendengaranatau gangguan pendengaran yang disebabkankarena tingkat kebisingan terlalu tinggi.Kebisingan juga menggangu percakapansehingga akan mempengaruhi komunikasiyang sedang berlangsung dan kebisingantersebut juga menggangu konsentrasikaryawan dalam bekerja sehingga dapatmenurunkan produktivitas kerja.Menurut teori yang telah di pelajari,dalam upaya pengendalian kebisingan dapatmelibatkan tiga elemen yaitu pengendalian bising pada sumber kebisingan, lintasan atau jalur rambat kebisingan dan penerimakebisingan. Jika ketiga elemen tersebut belum bisa menggendalikan kebisingan maka adacara lain yaitu pengendalian kebisingan secaraadministratife yaitu pengendalian kebisingandengan cara mengatur pola kerja, dan upayaterakhir dengan penggunaan alat pelindungdiri yaitu penyumbat telinga (
ear plug
)dan pelindung telinga (
ear muff 
). Dalam pengendalian yang dilakukan agar hasilnyaefektif maka perlu dilakukan survei atauidentifikasi masalah kebisingan di pabrik untuk mengetahui tingkat kebisingan yangditerima oleh karyawan pabrik. BerdasarkanKeputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor :KEP-51/MEN/1999, tentang Nilai AmbangBatas (NAB) kebisingan di tempat kerja,ditetapkan sebesar 85 dBA. Nilai ambang batas kebisingan di tempat kerja adalahintensitas tertinggi dan merupakan nilai rata – rata yang masih dapat di terima tenaga kerjatanpa mengakibatkan hilangnya daya dengar yang tetap untuk waktu kerja secara terusmenerus tidak lebih dari 8 jam sehari dan 40 jam seminggu.
 
 Permasalahan
Permasalahan yang diangkat pada penelitian tugas akhir ini adalah bagaimanamengatasi atau mengendalikan kebisingan pada di industri yaitu pada penerima agar kebisingan tersebut tidak menggangu parakaryawan di industry.
Batasan Masalah
Batasan masalah yang digunakandalam pelaksanaan tugas akhir ini adalah pengendalian kebisingan ini dilakukan padasalah satu ruangan atau satu plant dan tidak mencangkup semua pabrik.
Tujuan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian tugas akhir iniadalah
1.
 
Penggunaan enclosure dalammeredam kebisingan di undustri yangditimbulkan oleh suara Generator.
 2.
 
Mendesain
enclosure
dapat berfungsimaksimal dalam meredam kebisingandi industry tersebut.
 3.
 
Mengusulkan suatu desain
enclosure
 berdasarkan kebisingan yang terjadisehingga tidak mengganggu aktivitas para karyawan dalam melaksanakankerja.
 Metodologi Penelitian
Dalam penelitian tugas akhir ini,langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai tujuan penelitian tugas akhir iniadalah sebagai berikut:1.
 
Identifikasi Permasalahan Melakukan pengamatan langsung ke lokasi yangmenjadi objek pengambilan datasehingga nantinya akan mendapatkandata awal sebagai permasalahan yangakan dibahas.2.
 
Studi Lapangan Mengidentifikasi saat-saat kesibukan dan saat-saat lengangaktifitas produksi di industri sehinggaakan didapatkan tingkat kebisingan paling tinggi.3.
 
Pengambilan Data Sebelummelakukan desain
enclosure
, terlebihdahulu dilakukan
survey
lokasi agar mendapatkan sebuah data awal yang berupa data tingkat kebisingantertinggi dan nilai atenuasi kebisingansebelum mendesain
enclosure.
 4.
 
Analisis Data dan Pembahasan Daridata yang telah diambil, selanjutnyadilakukan analisis data kemudian data-datanya akan digunakan sebagai bahanreferensi dalam mendesain
enclosure
.5.
 
Perancangan
enclosure m
engacu padadata dan analisis pengukuran, makadapat dilakukan desain
enclosure
.6.
 
Kesimpulan dan Saran Setelahmelakukan serangkaian kegiatan diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa hasil dari analisis data apakahtelah dapat mencapai tujuan dari penelitian tugas akhir kali ini
Sistematika Laporan
Sistematika penulisan laporan tugasakhir ini dibagi dalam lima (5) bab.
Bab IPendahuluan
yang membahas tentang latar  belakang, permasalahan, batasan masalah,tujuan tugas akhir, metodologi penelitian, dansistematika laporan.
Bab II Teori Penunjang
 yang digunakan dalam pengerjaan tugas akhir ini.
Bab III Perancangan
Enclosure
yangmembahas segala sesuatu tentang pengukurandata dan metode yang digunakan.
Bab IVAnalisis Data dan Pembahasan
yang berisianalisis mengenai data-data hasil pengukurandan bahan-bahan yang digunakan sebagaireferensi perancangan enclosure sesuai data-data sebelumnya.
Bab V Kesimpulan danSaran
mengenai tentang kesimpulan dansaran yang diperoleh dari pengerjaan tugasakhir kali ini
2. DASAR TEORITeori Bising
Bising merupakan sumber bunyi yangsifatnya mengganggu indera pendengaranmanusia. Tingkat kebisingan adalah ukuranderajat tinggi rendahnya kebisingan yangdinyatakan dalam satuan desibel (dB). dBAadalah satuan tingkat kebisingan dalam kelasA, yaitu kelas yang sesuai dengan responmanusia normal. Tingginya tingkat sumber  bising dapat mengganggu kesehatan dan psikologis manusia. Sumber bising dengantingkat intensitas yang tinggi memiliki nilaiminimal 85dB dapat menyebabkan manusiamengalami kemunduran serius pada kondisikesehatan manusia pada umumnya. Danapabila dibiarkan dalam jangka waktu yanglama bukan tidak mungkin akan mengalamigangguan pendengaran dan dapat berakibatlebih fatal. Oleh karena itu perlu dilakukan pengendalian kebisingan agar gangguan-
 
gangguan tersebut bisa diminimalisasi. Ada beberapa cara untuk mengendalikankebisingan, antara lain :1.
 
Pengendalian bising yang dihasilkansumber.2.
 
Pengendalian bising yangditransmisikan.3.
 
Pengendalian pada penerima
Frekuensi
Ketika sumber bunyi bergetar makaakan menimbulkan getaran yang terjadi tiapdetiknya. Itulah yang disebut frekuensi.Frekuensi mempunyai satuan Hertz (Hz).Indera pendengaran manusia umumnya dapatmendengarakan bunyi pada frekuensi 20Hzsebagai batas frekuensi terendah yang dapatdidengar dan frekuensi tertinggi yang dapatdijagkau oleh indera pendegaran manusiaadalah sebesar 20kHz. Besarnya nilaifrekuensi sangat berkaitan erat dengan telingamanusia karena memiliki tingkat respon yang berbeda-beda untuk dapat menangkapfrekuensi tertentu disebabkan ketajamantelinga manusia yang berbeda-beda. Sebagaicontoh telinga manusia yang sering berada didaerah dengan sumber bising yang tinggi,tingkat ketajamannya lebih rendah dalammenerima respon suara dengan frekuensi yangrendah daripada telinga manusia yang sering berada di lingkungan yang sunyi, memilikitingkat ketajaman yang lebih baik dalammenerima frekuensi yang rendah. Demikian pula halnya dengan bahan-bahan akustik yangmemperoleh perlakuan yang berbeda – bedatergantung dari kegunaan bahan bahantersebut.
Desibel
Adalah satuan kebisingan yangditimbulkan oleh sumber bunyi. Umumnya pengukuran sumber bising menggunakantingkat kebisingan yang tinggi supaya dapatditentukan besarnya nilai tingkat atenuasikebisingan yang diakibatkan sumber bisingtersebut daripada dalam mengukur sumber  bising menggunakan tingkat kebisingan yangrendah.Tingkat kepekaan telinga manusia berkisar antara 0 dB hingga 140 dB. Satuantingkat bunyi disesuaikan dengan objek  penderannya. Misalnya, dBA, dBB, dBC dandBD. Skala dBA merupakan respon yang paling sesuai dengan pendengaran manusia.Indera pendengaran manusia dapatmendeteksi keberadaan bunyi dalam frekuensi20Hz hingga 20kHz. Daerah rekuensi yangmeliputi
range
tersebut adalah daerah sonic.Terdapat pula beberapa standart yangdigunakan diantaranya adalah OSHA dan peraturan pemerintah yang membatasi tingkatkebisingan di beberapa tempat seperti yangterlihat dalam tabel 2.2 tentang batas maksimalkebisingan yang diperbolehkan di suatu tempattertentu sehingga tidak menimbulkangangguan pada manusia.
Jenis-Jenis Kebisingan
Ditinjau dari hubungan tingkat bunyisebagai waktu maka kebisingan dapatdibedakan menjadi:1.
 
Kebisingan kontinyu, fluktuasiintensitas pada kebisingan tidak lebihdari 6 dB dengan spectrum frekuensiyang luas. Contohnya bising yangditimbulkan gergaji mesin, bunyikatup gas yang bocor.2.
 
Kebisingan Putus-Putus, sumber bunyikencang dan perlahan-lahan akanhilang. Contoh saat kereta api lewat,aktivitas jalan raya.3.
 
Kebisingan Impulsif Berulang, waktuyangdibutuhkan untuk mencapai puncak kebisingan tertinggi tidak lebihdari 65ms dan waktu yang dibutuhkanuntuk penurunan intensitasnya sampai20dB di bawah puncaknya tidak lebihdari 500ms. Contohnya bunyi mesintempa.
 Barrier
untuk Mengatasi Kebisingan
Dalam kehidupan sehari-hari,
barrier 
 sering disebut tembok, pagar atau bangunanyang fungsinya sebagai peredam rambatangelombang bunyi. Adapun pertimbangan- pertimbangan dalam merancang dan membuat
 barrier 
yang dapat digunakan sebagai peredam bising secara maksimal, antara lain:1.
 
Faktor PosisiBunyi yang merambat dari sumber bunyimenyebar ke segala arah. Namun bunyi yangditerima oleh bangunan umumnya adalah bunyi yang merambat secara horizontalmenuju bangunan atau pada sudut kemiringantajam. Perambatan ini terjadi melalui mediumrambat udara di sekitar bangunan. Ada juga perambatan yang melalui tanah dapat jugaterjadi tetapi nilai perambatannya sangat kecilkarena tanah memiliki nilai tingkat atenuasiyang besar. Oleh karena itu, perambatan bunyiyang merambat dengan arah horizontal atau

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->