Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Partai Islam Menang, Indonesia Negara Islam

Partai Islam Menang, Indonesia Negara Islam

Ratings:

5.0

(2)
|Views: 808 |Likes:
Published by beMuslim
Prof DR Didin Hafidhuddin MSc
(Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional)

Mungkinkah Indonesia menjadi negara berdasarkan syariah Islam ? Mengapa tidak ! Piagam Jakarta yang berkaitan erat dengan Mukadimah UUD 1945 telah menyebutkan “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluk-pemeluknya”. Dengan demikian, jika umat Islam Indonesia ingin kembali ke Piagam Jakarta, maka syaratnya hanya satu yakni partai partai Islam harus memenangkan pemilu legislatif dan pilpres.

Tetapi kenyataannya menjelang pemilu legislatif yang tinggal menghitung hari ini, beberapa lembaga survei melaporkan perolehan suara partai Islam termasuk partai berbasis massa Islam seperti PMB, PKS, PBR, PPP, PKNU, PKB, PAN, PBB dan PPNUI) diprediksi akan mengalami penurunan secara signifikan. Diprediksi pemilu kali ini bagi sebagian partai Islam hanya tinggal kenangan sejarah karena tidak mampu lagi mencapai 2,5 persen parliamentary treshhold (PT).

http://www.suara-islam.com/index.php/Wawancara/Partai-Islam-Menang-Indonesia-Negara-Islam.html
Prof DR Didin Hafidhuddin MSc
(Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional)

Mungkinkah Indonesia menjadi negara berdasarkan syariah Islam ? Mengapa tidak ! Piagam Jakarta yang berkaitan erat dengan Mukadimah UUD 1945 telah menyebutkan “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluk-pemeluknya”. Dengan demikian, jika umat Islam Indonesia ingin kembali ke Piagam Jakarta, maka syaratnya hanya satu yakni partai partai Islam harus memenangkan pemilu legislatif dan pilpres.

Tetapi kenyataannya menjelang pemilu legislatif yang tinggal menghitung hari ini, beberapa lembaga survei melaporkan perolehan suara partai Islam termasuk partai berbasis massa Islam seperti PMB, PKS, PBR, PPP, PKNU, PKB, PAN, PBB dan PPNUI) diprediksi akan mengalami penurunan secara signifikan. Diprediksi pemilu kali ini bagi sebagian partai Islam hanya tinggal kenangan sejarah karena tidak mampu lagi mencapai 2,5 persen parliamentary treshhold (PT).

http://www.suara-islam.com/index.php/Wawancara/Partai-Islam-Menang-Indonesia-Negara-Islam.html

More info:

Published by: beMuslim on Apr 07, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/06/2013

pdf

text

original

 
Prof DR Didin Hafidhuddin MSc(Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional)Mungkinkah Indonesia menjadi negara berdasarkan syariah Islam ? Mengapa tidak !Piagam Jakarta yang berkaitan erat dengan Mukadimah UUD 1945 telah menyebutkan“dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluk-pemeluknya”. Dengandemikian, jika umat Islam Indonesia ingin kembali ke Piagam Jakarta, makasyaratnya hanya satu yakni partai partai Islam harus memenangkan pemilu legislatifdan pilpres.Tetapi kenyataannya menjelang pemilu legislatif yang tinggal menghitung hari ini,beberapa lembaga survei melaporkan perolehan suara partai Islam termasuk partaiberbasis massa Islam seperti PMB, PKS, PBR, PPP, PKNU, PKB, PAN, PBB dan PPNUI)diprediksi akan mengalami penurunan secara signifikan. Diprediksi pemilu kali inibagi sebagian partai Islam hanya tinggal kenangan sejarah karena tidak mampu lagimencapai 2,5 persen parliamentary treshhold (PT).Padahal pemilu pertama 1955, suara partai Islam yang diwakili Masyumi dan NUhampir sama dengan suara partai nasionalis (PNI) dan komunis (PKI). Sedangkanpemilu 1999 turun menjadi 36 persen, sementara pemilu 2004 naik sedikit menjadi 38persen.Semerntara dari berbagai lembaga survei seperti LP3ES dan LSI melaporkan penurunansuara partai Islam. Dari hasil survei LP3ES pada Maret ini menyebutkan, suara PKShanya 4,7 persen dan PPP hanya 4,15 persen. Sedangkan survei LSI menyebutkan,suara PKB akan turun drastis dengan hanya mendapatkan 5 persen dari 12 persen padapemilu lalu. Sementara PAN akan kehilangan 2 persen suara dan tinggal 4,7 persen.Jelas berbagai laporan lembaga survei itu cukup menghawatirka partai Islam danmasa depannya di Indonesia.Memang sebelumnya ada diskurus untuk membentuk Poros Islam yang berupa koalisibesar partai Islam pasca pemilu legislatif, sebagaimana Poros Tengah pada pilpres1999 lalu. Sebab dengan berkoalisinya 9 partai Islam, maka diharapkan perolehansuaranya akan melebihi syarat pengajuan capres dan cawapres dengan melampauipresidential threshold (PT). Sebab sesuai dengan Pasal 9 UU Pilpres, minimalperolehan 25 persen suara atau 20 persen kursi parlemen, partai atau koalisipartai dapat mengajukan capres dan cawapres sendiri.Karena begitu ketatnya syarat pengajuan capres dan cawapres, maka diprediksi padapilpres nanti maksimal hanya 4 pasang capres-cawapres bahkan 3 pasang saja. Kalau4 pasang capres, maka 3 dari partai nasionalis dan 1 koalisi partai Islam.Demikian pula kalau 3 pasang capres maka 2 dari partai nasionalis dan 1 partaiIslam. Namun jika tidak, maka semua capres hanya dari partai nasionalis meskicawapresnya bisa dari partai Islam kalau berkoalisi dengan partai nasionalis.Namun rasanya sangatlah sulit terbentuk Poros Islam dalam menghadapi pilpres,sebab baik partai Islam maupun nasionalis sama bermanufer politik demi kepentingandiri sendiri. Terbukti PPP akan menjalin koalisi dengan Golkar dan PDIP denganmembentuk koalisi golden triangle bagi kepentingan pilpres. Sementara PKS, PKB,PAN dan Demokrat akan membentuk koalisi golden gate untuk menghadapi kekuatangolden triangle. Hal itu mengingatkan kita akan adanya permainan politik padapilpres lalu dimana terbentuk koalisi kerakyatan dan koalisi kebangsaan.Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah sebagai partai pendukung syariah, apakahpartai Islam masih memiliki prospek baik untuk didukung mayoritas rakyat Indonesiayang beragama Islam ? Sebab sebagaimana hasil survei Ray Morgan Research, yangdilakukan pada Juni 2008, 52 persen rakyat Indonesia menghendaki penerapan syariahIslam.
 
Sebenarnya prospek perolehan suara partai Islam akan semakin menggembirakan bahkantidak mustahil akan memenangkan pilpres jika memiliki pasangan capres dan cawapressendiri, tetapi syaratnya harus terbentuk koalisi besar partai Islam. Hal itubisa terjadi karena kekuatan partai nasionalis dipastikan akan terpecah menjadi 2-3 pasangan capres-cawapres.Berikut ini wawancara dengan Guru Besar Universitas Ibnu Khaldun Bogor dan KetuaUmum BAZNAS, Prof DR Didin Hafidhuddin MSc, seputar prospek partai Islam dalampemilu 2009 dan Indonesia menuju negara berdasarkan syariah Islam.Bagaimana prospek partai Islam pada pemilu 2009 ?Sebagai umat Islam tentu saja kita memiliki keinginan yang kuat agar partai Islammendapatkan suara mayoritas. Partai Islam adalah partai yang berasaskan Islamseperti PKS dan PBB. Sedangkan partai yang berbasiskan konstituen umat Islam,walaupun partai tersebut tidak mengasaskannya sebagai partai Islam, misalnya PANdan PKB tetapi pendukungnya umat Islam, bisa disebut sebagai partai Islam.Tetapi kalau melihat dari realitas yang ada, kita harus jujur mengakui bahwa untukmenjadikan partai Islam sebagai mayoritas di parlemen, kelihatannya agak sulit.Pertama, pada internal partai Islam sendiri kelihatannya tidak solid denganmemperlihatkan ukhuwah Islamiyah yang kuat. Kasus konflik internal PKB sebagaicontoh, terlihat betapa perpecahan internal itu sangat memprihatinkan. Mudahmudahan tidak ada lagi perpecahan yang begitu berat. Karena itu secara realitas,mungkin kita harus jujur, perjuangan partai Islam untuk mendapatkan suara di DPR,adalah perjuangan yang sangat berat.Mengapa dalam setiap pemilu partai nasionalis selalu unggul dari partai Islamkecuali pemilu 1955 ?Karena partai nasionalis merupakan partai yang platformnya seolah-olah menjagabetul kesatuan RI. Padahal partai Islam platformnya juga sama, dimana tidak adapartai Islam kecuali ingin menjaga keutuhan bangsa dan negara dari segala macamrongrongan dari luar. Tetapi kemudian seolah-olah diopinikan kalau partai Islamakan mendirikan negara Islam yang berbeda dengan NKRI, sedangkan partai nasionalisseolah-olah sebagai pahlawannya. Padahal dalam praktek seandainya mendapatkankekuasaan, saya yakin negara ini akan lebih makmur dan sejahtera kalau dipimpinpartai Islam daripada partai nasionalis.Menurut saya, nasionalisme juga akan terbangan dengan baik, karena nasionalismeyang paling baik adalah nasionalisme yang berdasarkan keimanan kepada ketauhidan.Karena bagi kita umat Islam, mempertahankan negara dari tangan penjajah adalahbagian dari akidah dan keimanan. Oleh karena itu tidaklah benar NKRI akan hancurjika partai Islam berkuasa atau akan runtuh ketika partai nasionalis berkuasa,belum tentu. Tetapi opini sudah begitu dahsyat, seolah-olah partai Islam tidakberpihak pada NKRI. Apakah pemilu yang mengusung demokrasi, sudah sesuai dengan syariah Islam ?Demokrasi yang murni dari Barat tentu saja banyak bertentangan dengan nilai-nilaiIslam. Karena dalam pandangan Islam, yang namanya kebenaran itulah yang menentukankemenangan, walaupun seorang diri tetapi kalau benar harus diikuti. Namunsebaliknya, walaupun mayoritas orang misalnya tidak setuju dengan kebenaran itu,tetapi tetap saja dalam pandangan Islam kebenaran harus ditegakkan.
 
Tetapi kita melihat, sesungguhnya demokrasi dapat diisi dengan nilai nilai Islamketika demokrasi itu dianggap sebagai sebuah syuro. Sebab syuro merupakan salahsatu praktek demokrasi dalam Islam. Tetapi syuro sesunggunya berkaitan denganmasalah teknis operasional, bukan teknis mendasar. Adapun yang dikatakan syurodalam pandangan Islam sangat berbeda dengan demokrasi sekarang. Karena untukmenjadikan syuro sebagai bagian dari kebutuhan berbangsa dan bernegara, memangdiperlukan waktu.Oleh karena itu, menurut saya partai Islam harus betul-betul memberikan keyakinankepada masyarakat, bahwa ketika mereka mendapatkan suara yang baik atausignifikan, menempatkan prinsip prinsip syuro dalam demokrasi. Jadi demokrasinyahanya sebagai baju saja tetapi isinya adalah praktek syuro. Itulah yang sebenarnyakita harapkan. Hampir semua lembaga survei mengatakan, dalam pemlu 2009 partai Islam akanmengalami penurunan secara signifikan jika dibandingkan dengan pemilu 1999 (38persen) dan pemilu 2004 (34 persen). Bagaimana menurut anda ?Saya kadangkala percaya kadangkala tidak dengan lembaga survei. Sebab merekaselalu memojokkan partai Islam atau suara umat Islam. Menurut saya, hasil surveiharus dijadikan pelajaran oleh semua pihak terutama partai Islam, dimana harus adaperjuangan yang kuat. Saya berharap kalau sekarang musim koalisi, maka partaiIslam seperti PKS, PMB, PAN , PBB, PPP, PKB, PKNU, PBR dan PPNUI harus melakukankoalisi besar.Kalau PPP berkoalisi dengan PDIP rasanya platformnya yang kata elitenya sama,tetapi tetap berbeda di level grass-roots. PPP jangan bikin koalisi goldentriangle dengan PDIP dan Golkar, PPP harus keluar dari koalisi semacam itu. Janganhanya kekuasaan yang dilihat, tetapi harus dilihat, apa betul dengan kekuasaankita dapat melaksanakan syariat Islam. Kecuali kalau memang PPP sudah tidak inginlagi melaksanakan syariat Islam, hanya sekedar ingin mendapatkan kekuasaan.Menurut saya, PPP cocoknya berkoalisi dengan partai Islam, bukan dengan PDIP atauGolkar. Apakah koalisi besar parpol Islam itu dalam rangka pilpres ? Sebab kalau untukpemilu legislatif rasanya sudah tidak mungkin lagi menginggat waktu sudahmendesak.Saya kira untuk dua hal. Pertama, untuk pilpres. Kedua, untuk membentukpemerintahan yang kuat. Syukur-syukur kalau pilpres dimenangkan oleh partai yangdidukung umat Islam. Tetapi juga pemerintah yang kuat, dimana para menteri anggotakabinet betul betul dipilih dari mereka yang mempunyai wawasan, landasan,berkekuatan untuk ber Islam. Jadi koalisi kedepan untuk pilpres dan koalisi untukmembentuk pemerintahan yang kuat.Para menteri harus orang-orang yang berpihak kepada syariah. Indonesia harusdipimpin oleh orang-orang yang memiliki komitmen kuat kepada syariah. Presiden,wakil presiden dan para menterinya harus memiliki komitmen kuat kepada syariah.Sekarang kita harus jujur, bahwa sistim apapun tidak akan bisa kita bangun denganbaik jika sistim itu bertentangan dengan nilai nilai Illahi dan Islam.Apalagi dalam bidang ekonomi, jelas sekali sistim ekonomi kapitalisme danmaterialisme sekarang telah gagal dan harus diganti dengan sistim ekonomi Islam.

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
boed_day liked this
khairurrizqo liked this
Uda Arie liked this
Shamerz Lawrence liked this
buru_buku liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->