Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mencari Sosok Pemimpin Ideal, Jelang Pemilu 2009

Mencari Sosok Pemimpin Ideal, Jelang Pemilu 2009

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 4,160|Likes:
Published by beMuslim
Thursday, 12 March 2009

Sejak merdeka tahun 1945 hingga kini, Indonesia telah mengalami pergantian enam presiden. Dengan gaya, kemampuan dan latar belakang yang berbeda. Mulai dari seorang Ir, Jenderal, Prof. Dr, KH, Ibu RT hingga Jenderal dan Dr sekaligus. Semuanya dinilai belum ideal. Lantas seperti apakah pemimpin yang ideal itu?

Sesuatu yang ideal biasanya memang menarik perhatian dan oleh karenanya banyak orang yang berminat untuk mencari dan mendapatkannya. Sebaliknya suatu kegagalan akan dihindari dan dijauhi oleh manusia agar tidak menimpanya.

Wacana memilih pemimpin ideal biasanya sering didengungkan menjelang musim pemilu. Seperti yang sudah dijadwalkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada 9 April 2009 yang akan datang rakyat Indonesia akan memilih wakil-wakil mereka di legislatif dan kemudian akan memilih kepala negara untuk memimpin negeri ini lima tahun ke depan. Namun apakah mudah menemukan sosok pemimpin ideal itu? Dan kalaupun bisa sudah adakah orangnya saat ini?

“Mencari pemimpin itu sulit, peluangnya juga tidak selalu ada. Jadi, untuk mencari pemimpin yang ideal, memang yang bukan saja memiliki keilmuan, tapi juga legitimasi. Karena itu, ketika kita mencoba mencari pemimpin di kalangan umat Islam, ternyata tidak ketemu” ungkap Ketua MUI Pusat, KH. Ma’ruf Amin di sela-sela Sarasehan Nasional Mencari Pemimpin Penyelamat Nasional antara Harapan dan Tantangan di Jakarta, Kamis (12/2).
Thursday, 12 March 2009

Sejak merdeka tahun 1945 hingga kini, Indonesia telah mengalami pergantian enam presiden. Dengan gaya, kemampuan dan latar belakang yang berbeda. Mulai dari seorang Ir, Jenderal, Prof. Dr, KH, Ibu RT hingga Jenderal dan Dr sekaligus. Semuanya dinilai belum ideal. Lantas seperti apakah pemimpin yang ideal itu?

Sesuatu yang ideal biasanya memang menarik perhatian dan oleh karenanya banyak orang yang berminat untuk mencari dan mendapatkannya. Sebaliknya suatu kegagalan akan dihindari dan dijauhi oleh manusia agar tidak menimpanya.

Wacana memilih pemimpin ideal biasanya sering didengungkan menjelang musim pemilu. Seperti yang sudah dijadwalkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada 9 April 2009 yang akan datang rakyat Indonesia akan memilih wakil-wakil mereka di legislatif dan kemudian akan memilih kepala negara untuk memimpin negeri ini lima tahun ke depan. Namun apakah mudah menemukan sosok pemimpin ideal itu? Dan kalaupun bisa sudah adakah orangnya saat ini?

“Mencari pemimpin itu sulit, peluangnya juga tidak selalu ada. Jadi, untuk mencari pemimpin yang ideal, memang yang bukan saja memiliki keilmuan, tapi juga legitimasi. Karena itu, ketika kita mencoba mencari pemimpin di kalangan umat Islam, ternyata tidak ketemu” ungkap Ketua MUI Pusat, KH. Ma’ruf Amin di sela-sela Sarasehan Nasional Mencari Pemimpin Penyelamat Nasional antara Harapan dan Tantangan di Jakarta, Kamis (12/2).

More info:

Published by: beMuslim on Apr 07, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2011

pdf

text

original

 
Mencari Sosok Pemimpin Ideal, Jelang Pemilu 2009Thursday, 12 March 2009Sejak merdeka tahun 1945 hingga kini, Indonesia telah mengalami pergantian enampresiden. Dengan gaya, kemampuan dan latar belakang yang berbeda. Mulai dariseorang Ir, Jenderal, Prof. Dr, KH, Ibu RT hingga Jenderal dan Dr sekaligus.Semuanya dinilai belum ideal. Lantas seperti apakah pemimpin yang ideal itu?Sesuatu yang ideal biasanya memang menarik perhatian dan oleh karenanya banyakorang yang berminat untuk mencari dan mendapatkannya. Sebaliknya suatu kegagalanakan dihindari dan dijauhi oleh manusia agar tidak menimpanya.Wacana memilih pemimpin ideal biasanya sering didengungkan menjelang musim pemilu.Seperti yang sudah dijadwalkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada 9 April 2009yang akan datang rakyat Indonesia akan memilih wakil-wakil mereka di legislatifdan kemudian akan memilih kepala negara untuk memimpin negeri ini lima tahun kedepan. Namun apakah mudah menemukan sosok pemimpin ideal itu? Dan kalaupun bisasudah adakah orangnya saat ini?“Mencari pemimpin itu sulit, peluangnya juga tidak selalu ada. Jadi, untuk mencaripemimpin yang ideal, memang yang bukan saja memiliki keilmuan, tapi jugalegitimasi. Karena itu, ketika kita mencoba mencari pemimpin di kalangan umatIslam, ternyata tidak ketemu” ungkap Ketua MUI Pusat, KH. Ma’ruf Amin di sela-sela Sarasehan Nasional Mencari Pemimpin Penyelamat Nasional antara Harapan danTantangan di Jakarta, Kamis (12/2).Tetapi bukan berarti pemimpin Islam itu tidak ada. Umat Islam akan bisa menemukanpemimpin yang Islami. Apalagi, kata kiyai Ma’ruf, jumlah umat Islam sangat besardan sistem politik di negeri ini memungkinkan lahirnya pemimpin Islam.‘’Saya kira, kita semua menginginkan munculnya pemimpin yang berwawasan,berkomitmen tinggi, punya kompetensi serta memiliki keberpihakan kepada umat,’‘kata Irsyad Sudiro di tempat yang sama.Hanya saja, anggota Fraksi Golkar DPR itu mempertanyakan, mengapa sosok yangdiidamkan, belum juga mengemuka. Padahal, dengan jumlah umat Islam Indonesia yangbesar, serta didukung parpol maupun Ormas Islam, mestinya akan lahir pemimpinIslami yang mampu menyelamatkan bangsa dari krisis multidimensi.“Pemimpin ideal umat Islam itu sebenarnya ada. Cuma belum dimunculkan”, kata H.Bambang Setyo, Ketua Presidium Masyarakat Peduli Syariah (MPS), ketika dihubungiSuara Islam, (1/3). Karena itu, kata Bambang, MPS akan melauncing GerakanNasional Penegakan Syariah Islam Dalam Pengelolaan Bangsa dan Negara UntukKejayaan NKRI. Gerakan ini dilakukan sebagai upaya menemukan alternatif calonpresiden pro-syariah.Negeri kita mengalami krisis multidimensi. Jika kita memang bersyukur ataskemerdekaan, sesuai dengan pembukaan UUD kita, mestinya negeri ini dikelolaberdasarkan aturan Allah. Dan itu hanya bisa dilakukan jika calon pemimpinnya pro-syariah”, papar Wakil Sekretaris Majelis Syura Partai Bulan Bintang itu.Kriteria Pemimpin IdealBagi Indonesia, sebuah negara muslim terbesar di dunia, yang memiliki segalapotensi untuk kemajuan dan kejayaan Islam, memiliki pemimpin yang ideal adalahsebuah keharusan. Agar potensi yang dimiliki oleh negara ini tidak dimanfaatkanuntuk kepentingan-kepentingan asing/penjajah.Dengan melihat realitas gagalnya kepemimpinan di negeri ini selama enam puluh
 
empat tahun yang dikelola secara bergantian oleh enam orang presiden, makaidealnya kepala negara yang akan memimpin negeri ini harus memenuhi setidaknyalima kritera pemimpin muslim.Pertama, memenuhi syarat-syarat menurut syariat Islam, yaitu Muslim, laki-laki,balig, berakal, adil/tidak fasik (konsisten dalam menjalankan aturan Islam),merdeka, dan mampu melaksanakan amanat kepemimpinan. Selain syarat-syarat in‘iqâd(legalitas) yang menentukan sah-tidaknya akad tersebut, kepala negara jugadiutamakan (bukan wajib) memiliki syarat afdhaliyah (prioritas) seperti mujtahid,pemberani, dan politikus ulung.Kedua, menjadikan kekuasaan negeri ini independen/mandiri, yaitu hanya bersandarkepada umat Islam dan negeri-negeri Islam, bukan pada salah satu negara kafirimperialis atau di bawah pengaruh orang-orang kafir, alias tidak membebek. Seorangpenguasa Muslim harus mampu melepaskan negerinya dari cengkeraman dan dominasikekuatan asing baik dalam bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, dan budaya.Allah SWT berfirman:”Allah sekali-kali tidak akan pernah memberikan jalan kepada orang-orang kafiruntuk menguasai kaum Mukmin.” (QS an-Nisa’ [4]: 141).Ketiga, menjadikan keamanan umat Islam di negeri ini adalah keamanan Islam, bukankeamanan non Islam. Artinya, pemeliharaan keamanan mereka dari gangguan luar dandalam negeri berasal dari kekuatan umat Islam sebagai suatu kekuatan Islam semata.Karenanya, seorang pemimpin Islam tidak boleh mengizinkan adanya pengaruh negarakafir imperialis terhadap tentara dan polisi, tidak membolehkan negara asingmembuat pangkalan militer di wilayahnya, dan tidak memberikan kekuatan keamanankecuali kepada umat Islam.Keempat, segera menerapkan Islam secara serentak dan menyeluruh serta segeramengemban dakwah Islam. Allah swt berfirman:“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yangditurunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka”. (QS. Al-Mâidah[5]: 49)Kelima, mencegah terjadinya disintegrasi dan menyatukan wilayah-wilayah umat Islamyang telah tercerai berai, tidak hanya di Indonesia, melainkan di seluruh duniasehingga umat Islam kuat dan bersatu dalam satu kekuatan. Sebab, umat Islam adalahsatu tubuh dan kepemimpinannya pun harus satu. Nabi saw. bersabda:Jika dibaiat dua orang khalifah maka bunuhlah yang terakhir dari keduanya. (HRMuslim).Jika beberapa kriteria tersebut dimiliki oleh pemimpin maka Islam dan umat Islamakan kuat. Sebab, yang sampai kepada kekuasaan bukan sekadar kaum Muslim,melainkan Islam itu sendiri yang diemban oleh pemimpin tersebut.Pemimpin demikian merupakan pelurus kebengkokan, penggilas kezaliman, pembenahkerusakan, penguat orang lemah, penolong orang yang teraniaya, dan penghapuskesedihan. Dia berdiri di antara Allah dan hamba-hamba-Nya, mendengarkan firman-Nya dan nasihat rakyat, menaati-Nya dalam menunjuki mereka.Dialah orang yang memerintah rakyat bukan dengan pemerintahan jahiliyah, tidakmenempuh jalan orang-orang zalim, dan tidak mengutamakan orang-orang besardaripada orang-orang lemah. Dialah bapak anak yatim dan lumbung orang-orang miskinsehingga mendidik yang kecil dan menyantuni yang besar di antara mereka.Umat yang Menentukan

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
bandimashuri liked this
cipeuleung liked this
mohammad ilul liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->