Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
penentuan timbal pada buah-buahan kaleng terhadap pengaruh suhu penyimpanan dengan AAS

penentuan timbal pada buah-buahan kaleng terhadap pengaruh suhu penyimpanan dengan AAS

Ratings: (0)|Views: 612|Likes:
Published by Boedhie Richo Zn

More info:

Published by: Boedhie Richo Zn on May 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/02/2014

pdf

text

original

 
Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia 2012 / 2013
 
Page 1
 
PENENTUAN KADAR TIMBAL (II) PADA BUAH-BUAHANKEMASAN KALENG SECARA SPEKTROFOTOMETRISERAPAN ATOM (SSA) PADA SUHU DINGIN DAN SUHUKAMARRoslinda Rasyid*,Afdhil Arel**, dan Budi Thomas Riko
* Fakultas Farmasi Universitas Andalas** Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Yayasan Perintis Padang
 
ABSTRACT
The have been analysis of lead contamination of canned fruits by using theAtomic Absorption Spectrocopy have been done. Sample were three brand (brand A, B, C). Each of samples was keep one week at cool temperature (A
sd 
, B
sd 
, C
sd 
)and at room temperature (A
sk 
, B
sk 
, C
sk 
), the samples was then dried, powdered and wetly destruction method by using nitric acid pro analysis and hydrogen peroxide pro analysis until gotten the clear solution and measured at wavelength 217,0 nm.Results showed that the lead concentration of canned fruit at cool temperature for  product A
sd 
was 0.152 ppm, product B
sd 
was 0.161 ppm, and product C
sd 
was0.425 ppm, and at room temperature for product A
sk 
was 0.585 ppm, product B
sk 
 0.298 ppm, and product C
sk 
0.528 ppm.
 Keywords :
Pb, atomic absorption spectrophotometry
 
1.
 
PENDAHULUAN
Kemajuan teknologimemberikan efektifitas dalam pengemasan makanan, minumanserta bahan olahan lainnya. Kemasanmakanan, minuman dan bahanolahan lainnya memiliki berbagai jenis dan bentuk yang berguna untuk mempermudah dalammendistribusikannya. Secara garis besar terdapat berbagai bahan pengemas, di antaranya kertas dansejenisnya, gelas, plastik, dan logam.Masing - masing bahan pengemastersebut memiliki keunggulan dancocok untuk pangan tertentu. Hal initerlihat dari kondisi masyarakatsekarang yang lebih cenderungmengkonsumsi makanan, minuman,dan bahan olahan lainnya dalamkemasan kaleng. Bahan olahanlainnya adalah buah - buahankemasan kaleng. (Muchtadi, 1995)Pada satu sisi kemasankaleng memberikan keuntungan,namun di sisi lain kemasan juga perlu diwaspadai. Karena tidak semua bahan pengemasan amanterhadap pangan buah–buahankemasan kaleng. Oleh karena itukemasan tersebut harus memenuhisyarat keamanan. Sejumlah kriteriayang dipertimbangkan dalammemilih kemasan pangan diantaranya sifat bahan kimia pangan,sifat kimia pengemasan, evaluasiterhadap faktor lingkungan seperti pengaruh suhu, lama kontak dan jenis senyawa toksik dalam kemasan.Logam - logam berat toksik yangterdapat di dalam buah-buahankemasan kaleng di antaranya adalah
 
Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia 2012 / 2013
 
Page 2
 
logam timbal (II). Kemungkinan besar logam berasal dari bahan baku buah-buahan, bahan pembuat kaleng(kemasan) itu sendiri, maupun darisolder kaleng. (Humaniora, 2006)Senyawa timbal (II) dalamkadar tertentu dapat memberikanefek racun terhadap fungsi orgntubuh. Timbal (II) memiliki waktu paruh, tergantundimana tempatterakumulasinya timbal (II) tersebut.Waktu paruh timbal (II) dalam darahantara 20-30 tahun. Gejala keracunanterlihat dari kulit yang memucat,sakit perut, diare, anemia, sertakejang – kejang pada otot.Keracunan akut ditandai denganadanya muntah, kolik usus, suhutubuh rendah, penurunan tekanandarah serta kerusakan parah pada hatidan ginjal. (Goodman, 1990 ;Koeman, 1987 ; Ganiswarna. 1995)Proses masuknya senyawatimbal (II) ke dalam tubuh dapatmelalui beberapa cara yaitu melalui polusi udara seperti asap mobil danudara pertambangan. Industri yangmenggunakan timbal (II) sepertiindustri cat melalui penetrasi padakulit serta makanan yang tercemar timbal. (Sofyan, 2010 ; Day. 1996)Buah-buahan kemasan kalengyang beredar di swalayan disimpan pada suatu tempat tertentu, yangmana ada yang di tempatkan padarak-rak dan di lemari es pendingin.Masyarakat pada umumnya lebihcendrung mengkonsumsi buah- buahan kaleng yang dingin dari pada buah-buahan kemasan kaleng yang berada pada suhu kamar.Dengaadanya perbedaan suhukemungkinan cemaran logam-logam berat juga berbeda. Semakin lama buah-buahan kemasan kalengdisimpan kadar cemaran logamsemakin meningkat. (Muchtadi,1995)Salah satu metoda untuk menentukan kadar timbal (II) dalam jumlah yang kecil dapat digunakanmetoda Spektrofotometer SerapanAtom (SSA) yang mempunyaikepekaan tinggi yang dapatmenetapkan kadar suatu unsur kurang dari 1 ppm. (Day, 1996 ;Roth, 1994).
2.
 
METODOLOGI2.1. Tempat
Penelitian ini telahdilaksanakan selama 2 bulan padatahun 2011 di laboratorium kopertiswilayah X-padang.
 2.2. Bahan-Bahan
Sampel diambil dari tiga (3)macam produk yang buah-buahan berbeda yang beredar di pasaran.Yang ditandai dengan A (MLI), B(BLS), C (NRY) dengan masaexpired yang sama. Perlakuanterhadap sampel yaitu sampel dimasukkan kedalam suhu dingin, danSuhu Kamar.a.
 
PereaksiPereaksi yang digunakan adalahPb(NO
3
)
2
p.a (Merck), aquadest,HNO
3
65% p.a (Merck),H
2
SO
4
(P), Kalium kromat
2.3. Alat-Alat
Spektrofotometer Serapan AtomVarian SPECTRAA 240,Timbangan digital, labu ukur 500ml, 250 ml, 50 ml, pipet ukur 10ml, 25 ml, labu semprot, krus porselen, desikator,
 furnace
,hotplate, kertas saring whatman42, corong 25 ml, karet hisap,gelas piala, tabung reaksi, pipettetes, blender.
 
Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia 2012 / 2013
 
Page 3
 
3. POLA PENELITIAN3.1. Pengambilan Sampel
Sampel diambil dari tiga (3)macam produk yang buah-buahan berbeda yang beredar di pasaran.Yang ditandai dengan A (MLI), B(BLS), C (NRY) dengan masaexpired yang sama. Perlakuanterhadap sampel yaitu sampel dimasukkan kedalam suhu dingin, danSuhu Kamar..
3.2. Proses Destruksi
Masing - masing sampel buah- buahan kemasan kalengdiblender sampai halus,kemudian dikeringkan dalamoven pada suhu 95-100
o
Cselama ±10 jam. Sampel yangtelah kering digerus dalamlumpang porselen dan diayak 
dengan ayakan 180μm.
Kemudian ditambahkan asamnitrat sebanyak 25mL dandibiarkan selama semalam.Destruksi dilakukan denganlabu kjeldahl Apparatus, mula-mula dengan pemanasan yang paling rendah kemudian panasdinaikkan secara perlahan- perlahan. Setalah 30 menit, pemanasan dihentikan sebentar,kemudian ditambahkan H2O230% dan pemanasandilanjutkan sampai didapatkanlarutan jernih. Setelah dinginencerkan dengan aquadest, dandisaring, volumenyadicukupkan 25mL.
3.3. Analisa Kualitatif LogamTimbala.
Dimasukkan 5 ml hasildestruksi kedalam tabungreaksi, kemudian ditambahkanlarutan kalium kromat makaakan terbentuk endapan kuning. b. Dimasukkan 5 ml hasildestruksi kedalam tabungreaksi, kemudian ditambahkanlarutan asam sulfat encer makaakan terbentuk endapan putih.
c.
Dimasukkan 5 ml hasildestruksi kedalam tabungreaksi, kemudian ditambahkanlarutan asam sulfat pekat makaakan terbentuk endapan hitam
3.4 Analisa Kuantitatif 3.4.1 Pembuatan Reagena.
Pembuatan larutan HNO
3
 0,15NHNO
3
p.a 65% diambilsebanyak 10,4 ml dimasukkandalam labu ukur 1000 ml,kemudian diencerkan dengan air suling sampai tanda batas.
b.
Pembuatan larutan standar Timbal 1000 ppm0,3996 g Pb(NO
3
)
2
dimasukkandalam labu ukur 250 ml, larutkandengan HNO
3
0,15 N sampaitanda batas.
 
Larutan Pb 100 ppmLarutan standar induk 1000 ppmdi pipet sebanyak 5 mlmasukkan ke dalam labu ukur 50 ml diencerkan dengan HNO
3
 0,15 N sampai tanda batas.
 
Larutan Pb 10 ppmDipipet larutan 100 ppmsebanyak 5 ml dimasukkankedalam labu ukur 50 mldiencerkan dengan HNO
3
0,15 N sampai tanda batas.Deretan larutan Standar Pb 0,1 ;0,2 ; 0,3 ; 0,4 ; 0,5 ppm.
3.4.2. Pembuatan Kurva Kalibrasi
Larutan blanko disiapkankemudian absorban diatur yaitu sama dengan nol.Larutan standar timbal dankadmium disiapkan dengankonsentrasi 0,1 ; 0,2 ; 0,3 ; 0,4; dan 0,5 ppm. Absorbanstandar timbal diukur dimulai

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->