Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jurnal PENGARUH PENDAPATAN TERHADAP TINGKAT KONSUMSI PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KANTOR BUPATI KABUPATEN BIREUEN

Jurnal PENGARUH PENDAPATAN TERHADAP TINGKAT KONSUMSI PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KANTOR BUPATI KABUPATEN BIREUEN

Ratings: (0)|Views: 1,498 |Likes:
Published by feumuslim
Mahyu Danil; Dosen Tetap STIE Kebangsaan Bireuen – Aceh
Mahyu Danil; Dosen Tetap STIE Kebangsaan Bireuen – Aceh

More info:

Published by: feumuslim on May 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2013

pdf

text

original

 
Jurnal ekonomika Universitas Almuslim Bireuen – AcehVol.IV No.7
Maret 2013
ISSN :
2086-6011
PENGARUH PENDAPATAN TERHADAP TINGKAT KONSUMSIPADA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KANTOR BUPATIKABUPATEN BIREUEN
Mahyu Danil
1*)
1)
Dosen Tetap STIE Kebangsaan Bireuen – Aceh
*)
mdanil@yahoo.co.id
 
1.Pendahuluan
Pembangunan ekonomi merupakan usahauntuk mengembangkan kegiatan ekonomiguna mempertinggi tingkat pendapatandan kesejahteraan hidup masyarakat.Pemba-ngunan ekonomi, dalam jangkapanjang bertujuan untuk mencapai kenaikanpendapatan nyata perkapita, kesempatankerja yang lebih luas, mengurangi perbedaanperkembangan pembangunan dan kemak-muran antar daerah, serta merubah strukturperekonomian supaya tidak berat sebelah.Sebagai ukuran kemajuan ekonomi tersebutsering dipergunakan Produk NasionalBruto (
Gross National Product, GNP 
) ataupendapatan perkapita. Tujuan pembangunanuntuk menaikkan tingkat kesejahteraanhidup masyarakat yang dapat digambarkanmelalui pendapatan nyata perkapita,sedangkan mutu kehidupan tercermin daritingkat dasar pola konsumsi yang meliputiunsur pangan, sandang, pemukiman,kesehatan dengan tujuan mempertahankanderajat hidup manusia secara wajar.Konsumsi secara umum diartikan sebagaipenggunaan barang-barang dan jasa yang
Mahyu Danil|
Pengaruh Pendapatan terhadap Tingkat Konsumsi PNS Kantor Bupati Kabupaten Bireuen
33ABSTRAK 
 Pengeluaran konsumsi sebagai fungsi dari pendapatan merupakan faktor yang sangat besar  pengaruhnya terhadap tingkah laku Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam melakukan konsumsi. Olehkarena itu, perlu meningkatkan pendapatan yang maksimal, karena tinggi rendahnya pendapatan PNS berpengaruh terhadap tingkat konsumsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pengeluaran konsumsi PNS Kantor Bupati Kabupaten Bireuen dan untuk mengetahui pengaruh pendapatan yang diperoleh terhadap pola konsumsi PNS. Sampel dalam penelitian ini adalah 44orang PNS, yang dianalisis secara deksriptif dan metode regresi sederhana berdasarkan teori fungsikonsumsi. Hasil penelitian, menunjukkan pendapatan PNS dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan-kebuhan konsumsi, seperti biaya pendidikan anak, biaya kesehatan, biaya transportasi dan biayalain-lain. 82,8 % pendapatan diakomodasikan dalam konsumsi. Perubahan pendapatan memiliki pengaruh sebesar 1,21% pada tingkah laku konsumsi.
 Keywords:
Pendapatan, konsumsi.
 
Jurnal ekonomika Universitas Almuslim Bireuen – AcehVol.IV No.7
Maret 2013
ISSN :
2086-6011
secara langsung akan memenuhi kebutuhanmanusia. Konsumsi sebagai pembelanjaanyang dilakukan oleh rumah tangga atasbarang-barang dan jasa-jasa akhir dengantujuan untuk memenuhi kebutuhan dariorang yang melakukan pekerjaan tersebut.Pola konsumsi mencerminkan tingkatpengeluaran masyarakat untuk memenuhikebutuhan jasmani dan rohani. Pemenuhankebutuhan ini selalu menghadapi berbagaikendala. Keinginan manusia akan barang-barang dan jasa relatif tidak terbatas,karena manusia tidak pernah merasapuas atas apa yang telah mereka peroleh,sedangkan pendapatan untuk membiayaipemuasan keinginan tersebut relatif terbatas.Mengingat pendapatan merupakanfaktor utama yang sangat besar pengaruhnyaterhadap tingkah laku masyarakat dalammelakukan konsumsi suatu barang/jasa,maka yang perlu diperhatikan adalahbagaimana pengaruh pola konsumsi berubah-ubah pada setiap tingkat pendapatan. Hal inisebagaimana disebutkan Muana, (2005:109)bahwa: ”Pengeluaran konsumsi diasumsikanmerupakan fungsi dari pendapatan disposibel(disposibel income)”, tingkat konsumsiseseorang atau rumah tangga tidak hanyatergantung pada
current income
padaperiode itu saja, akan tetapi juga yanglebih penting adalah pada pendapatanyang diharapkan diterima dalam jangkapanjang. Dalam hal ini individu diasumsikanmerencanakan suatu pola pengeluarankonsumsi semasa hidup yang didasarkan atasselama hidup mereka”.Pendapatan Pegawai Negeri Sipil(PNS) sudah diatur dan ditetapkan sesuaidengan golongan/pangkat dan masa kerja.Pendapatan PNS diterima selama satu bulansekali. Pendapatan yang mereka perolehtersebut, digunakan untuk keperluankonsumsi, baik konsumsi kebutuhan pokok,sekunder maupun kebutuhan tertier. Selainitu pendapatan diperuntukkan/disisihkanuntuk tabungan mereka pada masa yangakan datang, dengan harapan segalakesulitan/ hambatan dapat diatasi dengantersedianya tabungan seperti, untukkesehatan, pendidikan terutama bagimereka dan anak-anak pada masa yang akandatang, pengeluaran biaya transportasi danlain sebagainya. Pola konsumsi berhubungandengan pendapatan PNS, apabila pendapatankonstan, sedangkan konsumsi meningkat,maka PNS harus menurunkan pola konsumsipada tingkat yang rendah, jika tidak makaPNS akan mengalami ketidakmampuankonsumsi, karena pendapatan tidakmeningkat sehingga mempengaruhi tingkatkesejahteraan. Permasalahan penelitian iniuntuk mengkaji tentang: “Pengaruhpendapatan PNS terhadap tingkat konsumsi,dengan wilayah penelitian pada PNS KantorBupati Kabupaten Bireuen.Dengan identifikasi masalah yang dibahasadalah: (1) Bagaimana pola pengeluaran PNSkaitannya dengan konsumsi, dan (2) Apakahpendapatan berpengaruh terhadap polakonsumsi Pegawai Negeri Sipil Kantor BupatiKabupaten Bireuen.Pengaruh pendapatan terhadap konsumsimempunyai hubungan yang erat, hal inisesuai dengan yang dikatakan Muana(2005:152) penghasilan seseorang merupakanfaktor utama yang menentukan polakonsumsi. Kadariah (2002:92) mengatakanpendapatan dan kekayaan merupakan faktorpenentuan utama dalam berkonsumsi.Menurut Sukirno, (2001: 53) Dalam menyusunpola konsumsi, pada umumnya seseorangakan mendahulukan kebutuhan pokok,sedangkan kebutuhan primer dipenuhipada saat tingkat penerimaan pendapatanmeningkat.Winardi (2002:47), mengemukakan:“Pola konsumsi masyarakat ditentukanoleh tingkat pendapatan, semakin tinggipendapatan masyarakat, maka semakin baikjuga pola konsumsi, hal ini dikarenakanmasyarakat mempunyai kemampuan untukmemenuhi kebutuhan untuk konsumsi”.Sedangkan Darlina (1992) dari hasilpenelitiannya menjelaskan bahwa, makinbesar pendapatan yang diperoleh makapengeluaran untuk konsumsi makin besarpula. Setiap kenaikan pendapatan 1 persenmaka akan diikuti meningkatnya pengeluarankonsumsi sebesar 0,54%.
2. Landasan Teoritis
a. Konsumsi
Mahyu Danil|
Pengaruh Pendapatan terhadap Tingkat Konsumsi PNS Kantor Bupati Kabupaten Bireuen
34
 
Jurnal ekonomika Universitas Almuslim Bireuen – AcehVol.IV No.7
Maret 2013
ISSN :
2086-6011
Konsumsi merupakan kegiatan menggu-nakan barang dan jasa untuk memenuhikebutuhan hidup. Menurut Michael (2001:49)konsumsi dapat diartikan sebagai berikut:Konsumsi adalah semua penggunaan barangdan jasa yang dilakukan manusia untukmemenuhi kebutuhan hidupnya. Barang danjasa yang digunakan dalam proses produksitidak termasuk konsumsi, karena barang danjasa itu tidak digunakan untuk memenuhikebutuhan hidup manusia. Barang dan jasadalam proses produksi ini digunakan untukmemproduksi barang lain.Konsumsi adalah barang yang langsungdapat dipakai untuk memenuhi kebutuhanhidup, sedangkan barang produksi adalahbarang yang dipergunakan untuk menghasil-kan barang lain. Individu yang mengkonsumsidisebut konsumen dan pengusaha yangmemproduksikan disebut produsen. Konsumsimerupakan besarnya belanja yang dikeluar-kan oleh setiap rumah tangga dalam satubulan untuk memenuhi kebutuhan hidup,baik makanan maupun bukan makanan.Tindakan konsumsi dilakukan setiaphari oleh siapapun, tujuannya adalah untukmemperoleh kepuasan setinggi-tingginya danmencapai tingkat kemakmuran dalam artiterpenuhi berbagai macam kebutuhan,baik kebutuhan pokok maupun sekunder,barang mewah maupun kebutuhan jasmanidan kebutuhan rohani. Selanjutnya Michael(2001:51) menjelaskan: “Tingkat konsumsimemberikan gambaran tingkat kemakmuranseseorang atau masyarakat”. Pengertiankemakmuran adalah semakin tinggi tingkatkonsumsi seseorang maka semakin makmur,sebaliknya semakin rendah tingkat konsumsiseseorang berarti semakin miskin.Menurut Todaro (2002:213): “konsumsisecara umum diartikan sebagai penggunaanbarang-barang dan jasa yang secara langsungakan memenuhi kebutuhan manusia”.Konsumsi sebagai pembelanjaan yangdilakukan oleh rumah tangga atas barang-barang dan jasa-jasa untuk konsumenakhir atau dibutuhkan oleh seseorang ataumasyarakat dengan tujuan untuk memenuhikebutuhan dari orang yang melakukanpekerjaan tersebut.Untuk dapat mengkonsumsi, seseorangharus mempunyai pendapatan, besarkecilnya pendapatan seseorang sangatmenentukan tingkat konsumsinya. Hubungankonsumsi dengan tingkat pendapatansebagaimana dijelaskan Maynard Keynes(Kadariah, 2002:233) yaitu:C = a + bYDi mana :C = Pengeluaran untuk konsumsia = Besarnya konsumsi pada saat pendapatan tidak ada (sama dengan nol)b = Besarnya tambah konsumsi yang disebabkan tambah pendapatan, disebut hasratberkonsumsi marjinalDari rumusan yang dikemukakan diatas maka dapat diketahui bahwa besarnyakonsumsi sangat dipengaruhi oleh besarnyapendapatan. Namun yang perlu digarisbawahi adalah perubahan (peningkatan)konsumsi yang disebabkan oleh perubahan(peningkatan) pendapatan tidak bersifatproporsional. Oleh karena itu, tabunganmerupakan bagian pendapatan yang tidakdikonsumsi, maka semakin tinggi tingkatpendapatan seseorang semakin tinggipada tingkat tabungannya. Kelebihan daripendapatan yang tidak digunakan untukkonsumsi dapat disisihkan untuk tabungan.Teori konsumsi yang dikemukakan olehMilton (Muana, 2005:119) “pengeluarankonsumsi sekarang bergantung padapendapatan sekarang dan pendapatan yangdiperkirakan di masa yang akan datang”.Dalam jangka panjang pengeluaran konsumsiadalah proporsional terhadap pendapatan.Penghasilan seseorang merupakan faktorutama yang menentukan pola konsumsi.Dengan demikian pembangunan ekonomimenitik beratkan hanya para penekanankonsumsi dan memperbesar tabungan sertainvestasi untuk mencapai pertumbuhanekonomi yang lebih tinggi.Manusia dalam mempertahankanhidupnya membutuhkan makanan, pakaian,perumahan dan sebagainya. Oleh karenaitu, timbul masalah konsumsi, baik konsumsimakanan maupun bukan makanan. Dalamusaha memenuhi kebutuhan konsumsidiperlukan sejumlah pendapatan, karenapendapatan itu merupakan sumber untukmelakukan pengeluaran konsumsi. MenurutSukirno (2001:110) menjelaskan bahwa:
Mahyu Danil|
Pengaruh Pendapatan terhadap Tingkat Konsumsi PNS Kantor Bupati Kabupaten Bireuen
35

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->