Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Politik Hukum (Sempurna)

Politik Hukum (Sempurna)

Ratings: (0)|Views: 23 |Likes:
Published by Khairul Atma

More info:

Published by: Khairul Atma on May 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2013

pdf

text

original

 
Politik Hukum
Secara
Etimogis
istilah politik hukum merupakan terjemahan dari rechtspolitiek yang terdiri atasdua kata yakni recht dan politiek.
Kant
 
menyatakan “law
in generic sense, is a body of rules of action or conduct prescribed by controlling authority and having binding legal force
. Kata politiek mengandung arti beleid. Kata beleid sendiri dalam bahasa Indonesia berarti kebijakan(policy). Istilah rechtspolitiek sering dirancukan dengan politieekrecht yang berarti hukum politik. Menurut
Hence van Maarseveen
istilah
 politieekrecht
merujuk pada istilah hukumtata negara. Politik hukum secara singkat berarti kebijakan hukum, selanjutnya dikatakan
 politik hukum
adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan dan cara bertindak dalam bidang hukum. Secaraetimologis politik hukum secara singkat berarti kebijaksanaan hukum.
Sedangkan secara terminologi Politik hukum (rechtspolitiek) sebagai kebijakan, dasar yang menentukanarah, bentuk maupun isi dari hukum yang akan dibentuk (pembentukan,penerapan,penegakkan)Menurut Satjipto Rahardjo, suatu bidang ilmu yang mempunyai ciri-ciri tertentu yaitu kegiatan untukmenentukan/memilih hukum mana yang sesuai untuk mencapai tujuan yang dikehendaki olehmasyarakat.Politik hukum adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalampelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan dan cara bertindak dalam bidang hukum.
 Pendefinisian secara
Terminologi
ternyata belum memberikan gambaran yang komprehensif mengenai politik hukum. Oleh sebab itu diperlukan pendefinisian dari beberapa ahli seperti:
 
Padmo Wahjono
, politik hukum sebagai kebijakan dasar yang menentukan arah, bentuk maupun isi hukum yang akan dibentuk.
 
Teuku Mohammad Radjie
mendefinisikan politik hukum sebagai suatu pernyataankehendak penguasa negara mengenai hukum yang berlaku di wilayahnya dan mengenaiarah perkembangan hukum yang dibangun.
 
Soedarto
, politik hukum adalah kebijakan dari negara melalui badan-badan negara yang berwenang untuk menetapkan peraturan-peraturan yang dikehendak, yang diperkirakanakan digunakan untuk mengekspresikan apa yang terkandung dalam masyarakat danuntuk mencapai apa yang dicita-citakan. Dalam buku lain Soedarto juga mendefinisikan politik hukum sebagai usaha untuk mewujudkan peraturan-peraturan yang baik sesuaidengan keadaan dan situasi pada suatu waktu.
 
Satjipto Rahardjo
, Satjipto mengutip pendapat parson dan kemudian mendefinisikan politik hukum sebagai aktivitas memilih dan cara yang hendak dipakai untuk mencapaisuatu tujuan sosial dan hukum tertentu dalam masyarakat.
 
Sunaryati Hartono
, Sunaryati Hartono tidak mendefinisikan politik hukum secaraeksplisif, beliau mengatakan politik hukum sebagai sebuah alat (tool) atau sarana danlangkah yang dapat digunakan pemerintah untuk menciptakan sistem hukum nasionalyang dikehendaki dan dengan sistem hukum nasional itu akan diwujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Sunaryati Hartono menitikberatkan politik hukum dalam dimensi iuscontituendum.
 
Pandangan parah Ahli mengenai Politik Hukum
Latar belakang yang menjadi raison d’etre kehadiran disiplin
politik hukum
adalah rasaketidakpuasan para teoritisi hukum terhadap model pendekatan hukum. Sejak era Yunani Kunohingga Post Modern, studi hukum mengalami pasang surut, perkembangan dan pergeseran yangdisebabkan oleh terjadinya perubahan struktur sosial, industrialisasi, politik, ekonomi dan pertumbuhan piranti lunak ilmu pengetahuan.
Satjipto Rahardjo
dalam bukunya yang berjudul
 Pemikiran Tentang Ancaman Antardisiplin dalam Pembinaan Hukum Nasional 
menjelaskan bahwa pada abad ke-19 di Eropa dan Amerika, individu merupakan pusat pengaturan hukum,sedang bidang hukum yang sangat berkembang adalah hukum perdata. Keahlian hukumdikaitkan pada soal keterampilan teknis atau keahlian tukang (
legal craftsmanship
). Hukum kalaitu dianggap independen dan tidak membutuhkan bantuan dari ilmu lain.
Donald H, Gjerdingen
, beliau mengemukakan terjadinya pergeseran pemahaman teoritisiterhadap relasi antara hukum dan entitas bukan hukum. Beberapa aliran hukum menurutnyamenganggap hukum otonom dari entitas bukan hukum sudah merupakan sesuatu yang tidak sesuai dengan realitas hukum. Politik hukum muncul sebagai suatu disiplin hukum alternatif ditengah kebuntuan metodologis dalam memahami kompleksitas hubungan antara hukum danentitas bukan hukum terutama dalam kaitan studi ini adalah politik. Istilah dan kajian politik hukum baik dari sisi teoritis dan praktis telah dikenal cukup lama di Indonesia.
Mahfud MD
beliau juga mnegemukakan pendapat beliau mengenai
 
Politik Hukum yang bersifatlokal dan partikular yang hanya berlaku dari dan untuk negara tertentu saja. Hal ini disebabkankarena perbedaan latar belakang kesejarahan, pendangan dunia (world-view), sosio-kultural dan political will dari masing-masing pemerintah. Meskipun begitu, politik hukum suatu negara tetapmemperhatikan realitas dan politik hukum internasional. Perbedaan politik hukum suatu negaratertentu dengan negara lain inilah yang menimbulkan istilah politik hukum nasional.
Abdul Hakim Garuda Nusantara
mengemukakan politik hukum nasional secara harfiah dapatdiartikan sebagai kebijakan hukum (legal policy) yang hendak diterapkan atau dilaksanakansecara nasional oleh suatu pemerintahan negara tertentu. Definisi yang disampaikan AbdulHakim Garuda Nusantara merupakan definisi yang paling komprehensif yang merinci mengenaiwilayah kerja politik hukum yang meliputi teritorial berlakunya politik hukum dan proses pembaruan dan pembuatan hukum yang mengarah pada sifat kritis terhadap hukum yang berdimensi ius constitutum dan menciptakan hukum yang berdimensi ius constituendum.Selanjutnya ditegaskan pula mengenai fungsi lembaga dan pembinaan para penegak hukum,suatu hal yang tidak disinggung oleh para ahli sebelumnya.Sedangkan menurut
H.D. van Wijk 
 
sebagaimana dikutip Sri Soemantri, “bila dikaitkan dengan
sebuah sistem hukum, hukum tata negara merupakan pondasi, dasar atau muara berlakunyacabang dan ranting hukum yang lain.
 
 
Ruang Lingkup dan Manfaat Ilmu Politik Hukum
 
Ruang lingkup atau wilayah kajian (domain) disiplin politik hukum meliputi aspek lembagakenegaraan pembuat politik hukum, letak politik hukum dan faktor (internal dan eksternal) yangmempengaruhi pembentukan politik hukum suatu negara. Politik hukum menganut prinsipdouble movement yaitu selain sebagai kerangka pikir merumuskan kebijakan dalam bidanghukum (legal policy) oleh lembaga-lembaga negara yang berwenang ia juga dipakai untuk mengkritisi produk-produk hukum yang telah diundangkan berdasarkan legal policy tersebut.Secara rinci ruang lingkup politik hukum adalah:
1.
 
Proses penggalian nilai-nilai dan aspirasi yang berkembang dalam masyarakat olehpenyelenggarakan negara yang berwenang merumuskan politik hukum.2.
 
Proses perdebatan dan perumusan nilai-nilai dan aspirasi tersebut ke dalam bentuk sebuahrancangan peraturan perundang-undangan oleh penyelenggara negara yang berwenangmerumuskan politik hukum.3.
 
Penyelenggaraan negara yang berwenang merumuskan dan menetapkan politik hukum.4.
 
Peraturan perundang-undangan yang memuat politik hukum.5.
 
Faktor-faktor yang mempengaruhi dan menentukan suatu politik hukum baik yang akan, sedangdan telah ditetapkan.6.
 
Pelaksanaan dari peraturan perundang-undangan yang merupakan implementasi dari politikhukum suatu negara.
Dalam hal ini,Politik Hukum Indonesiasecara umum bermanfaat untuk mengetahui bagaimana proses-proses yang tercakup dalam enam wilayah kajian yang bersifat integral itu dapatmenghasilkan sebuah legal policy yang sesuai dengan kebutuhan dan rasa keadilan masyarakat
Ide Pokok Gagasan/Masalah dari Politik Hukum
Setelah kita mengkaji politik hukum baik dari pengertian etimologi maupun terminologi dan pandangan serta defenisi menurut para ahli, sudah tentu terdapat berapa ide pokok gagasan/masalah yang terdapat dari pandangan para ahli maupun menurut definisinya.Menurut
Padmo Wahjono
,
“P
olitik hukum sebagai kebijakan dasar yang menentukan arah, bentuk maupun isi hukum yang akan dibentuk 
. Jadi menurut pandangan Padmo Wajono bahwasegala kebijakan hukum yang ada baik itu di parlemen maupun di pemerintahan segala kebijakandasarnya di tentukan oleh politik hukum yang berlaku di Negara tersebut, sehingga sebuah politik hukum menjadi patokan awal didalam mempertimbangkan sebuah kebijakan hukum yangakan berlakuKarena pengaruh politik hukum ini sangat berpengaruh didalam menentukan kebijakan hukumsehingga
Satjipto Rahardjo
, Satjipto mengutip pendapat parson dan kemudian mendefinisikan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->