Karena itu, perlu usaha pencegahan untuk terjadinya stroke primer maupun strokesekunder (stroke ulang). Salah satu faktor risiko yang penting untuk terjadinyastroke adalah hipertensi. Oleh karena itu, dengan mengendalikan tekanan darah,angka kejadian stroke primer maupun stroke sekunder dapat diturunkan(Sarkamo, 2008: 2).Stroke menduduki urutan ketiga penyebab kematian setelah penyakit jantung dan kanker. Stroke masih merupakan penyebab utama dari kecacatan.Data menunjukkan, setiap tahunnya stroke menyerang sekitar 15 juta orang diseluruh dunia. Di Amerika Serikat, lebih kurang lima juta orang pernahmengalami stroke. Sementara di Inggris, terdapat 250 ribu orang hidup dengankecacatan karena stroke. Di Asia, khususnya di Indonesia, setiap tahundiperkirakan 500 ribu orang mengalami serangan stroke. Dari jumlah itu, sekitar 2,5 persen di antaranya meninggal dunia. Sementara sisanya mengalami cacatringan maupun berat. Angka kejadian stroke di Indonesia meningkat dengantajam. Bahkan, saat ini Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderitastroke terbesar di Asia, karena berbagai sebab selain pemyakit degeneratif,terbanyak karena stres ini sangat memprihatinkan mengingat Insan Pasca Stroke(IPS) biasanya merasa rendah diri dan emosinya tidak terkontrol dan selalu ingindiperhatikan (Sarkamo, 2008: 2).Biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan stroke dan kehilangan mata pencaharian sangat tinggi. Di Amerika Serikat, pada 1981 pernah dihitung biayayang dikeluarkan untuk perawatan pasien stroke, yaitu sebanyak 7 milyar dolar 2