Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perubahan Sosial Yang Terjadi Pada Remaja Saat Ini

Perubahan Sosial Yang Terjadi Pada Remaja Saat Ini

Ratings: (0)|Views: 27 |Likes:
Published by Ankga E Vil

More info:

Published by: Ankga E Vil on May 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2013

pdf

text

original

 
Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa.Istilah ini menunjuk masa dari awal pubertas sampai tercapainya kematangan, biasanyamulai dari usia 14 pada pria dan usia 12 pada wanita. Batasan remaja dalam hal ini adalahusia 10 tahun s/d 19 tahun menurut klasifikasi World Health Organization (WHO).Sementara United Nations (UN) atau PBB menyebutnya sebagai anak muda (youth)untuk usia 15-24 tahun. Ini kemudian disatukan dalam batasan kaum muda (young people) yang mencakup usia 10-24 tahun. Transisi ke masa dewasa bervariasi dari satu budaya kebudayaan lain, namun secara umum didefinisikan sebagai waktu dimanaindividu mulai bertindak terlepas dari orang tua mereka.Remaja sendiri juga memiliki ciri-ciri tersendiri. Ciri utama pada masa remaja ditandaidengan adanya berbagai perubahan. Perubahan-perubahan tersebut antara lain:1. Perubahan fisik Pada masa remaja terjadi pertumbuhan fisik yang cepat dan proses kematangan seksual.Beberapa kelenjar yang mengatur fungsi seksualitas pada masa ini telah mulai matangdan berfungsi. Disamping itu tanda-tanda seksualitas sekunder juga mulai nampak padadiri remaja.2. Perubahan intelek Menurut perkembangan kognitif yang dibuat oleh Jean Piaget, seorang remaja telah beralih dari masa konkrit-operasional ke masa formal-operasional. Pada masa konkrit-operasional, seseorang mampu berpikir sistematis terhadap hal-hal atau obyek-obyek yang bersifat konkrit, sedang pada masa formal operasional ia sudah mampu berpikir se-cara sistematis terhadap hal-hal yang bersifat abstrak dan hipotetis. Pada masa remaja,seseorang juga sudah dapat berpikir secara kritis.3. Perubahan emosiPada umumnya remaja bersifat emosional. Emosinya berubah menjadi labil. Menurutaliran tradisionil yang dipelopori oleh G. Stanley Hall, perubahan ini terutamadisebabkan oleh perubahan yang terjadi pada kelenjar-kelenjar hor-monal. Namun penelitian-penelitian ilmiah selanjutnya menolak pendapat ini. Sebagai contoh, ElizabethB. Hurlock menyatakan bahwa pengaruh lingkungan sosial terhadap per-ubahan emosi pada masa remaja lebih besar artinya bila dibandingkan dengan pengaruh hormonal.4. Perubahan sosialPada masa remaja, seseorang memasuki status sosial yang baru. Ia dianggap bukan lagianak-anak. Karena pada masa remaja terjadi perubahan fisik yang sangat cepat sehinggamenyerupai orang dewasa, maka seorang remaja juga sering diharapkan bersikap dan bertingkahlaku seperti orang dewasa. Pada masa remaja, seseorang cenderung untuk meng-gabungkan diri dalam 'kelompok teman sebaya'. Kelompok so-sial yang baru inimerupakan tempat yang aman bagi remaja. Pengaruh kelompok ini bagi kehidupanmereka juga sangat kuat, bahkan seringkali melebihi pengaruh keluarga.Menurut Y. Singgih D. Gunarsa & Singgih D. Gunarsa, kelompok remaja bersifat positif dalam hal memberikan kesempatan yang luas bagi remaja untuk melatih cara mereka bersikap, bertingkahlaku dan melakukan hubungan sosial. Namun kelompok ini juga
 
dapat bersifat negatif bila ikatan antar mereka menjadi sangat kuat sehingga kelakuanmereka menjadi "overacting' dan energi mereka disalurkan ke tujuan yang bersifatmerusak.5. Perubahan moralPada masa remaja terjadi perubahan kontrol tingkahlaku moral: dari luar menjadi daridalam. Pada masa ini terjadi juga perubahan dari konsep moral khusus menjadi prinsipmoral umum pada remaja. Karena itu pada masa ini seorang remaja sudah dapatdiharapkan untuk mempunyai nilai-nilai moral yang dapat melandasi tingkahlakumoralnya. Walaupun demikian, pada masa remaja, seseorang juga mengalami kegoyahantingkah laku moral. Hal ini dapat dikatakan wajar, sejauh kegoyahan ini tidak terlalumenyimpang dari moraliatas yang berlaku, tidak terlalu merugikan masyarakat, sertatidak berkelanjutan setelah masa remaja berakhir.Banyak orang bilang, bahwa masa remaja adalah masa yang indah. Erikson melihat perkembangan remaja dalam hubungannya dengan pembentukan identitas diri. Menurutdia, pada masa remaja, seseorang akan mempertanyakan identitas dirinya. Pencarian akan jati diri diwakili dengan sejuta pertanyaan yang mewakili rasa ingin tau mereka, seperti pertanyaan berikut:1. Siapa sih “gue” ?2. Mau jadi apa “gue” nanti ?3. Bisa gak “gue” bikin ortu “gue” bahagia ?4. Dan lain-lainPertanyaan-pertanyaan yang dicontohkan seperti yang diatas adalah pertanyaan yang biasanya terlintas di pikiran remaja dulu, sebelum pikiran mereka tercampur oleh pergesseran moral dan pencampuran budaya asing.Masuknya kebudayaan asing, sangat mengubah pola kehidupan para remaja, mulai daritingkah laku, pola pikir, cara berpenampilan hingga gaya bicara mereka pun ikut berubah.Apabila, pertanyaan diatas terlintas di pikiran remaja zaman dulu, maka sangat berbedadengan pertanyaan-pertanyaan yang ada di pikiran remaja zaman sekarang, mereka hanyamemikirkan cara agar dapat tampil oke dan tidak kalah cantik/tampan dari remaja lain.Inilah beberapa pertanyaan yang terlintas di pikiran para remaja zaman sekarang:1. Gimana caranya supaya bisa dapetin si doi ?2. Gimana caranya supaya bisa gabung dengan komunitas (mis: emo, punk, dll)3. Gimana sih rasanya narkoba ?4. Gimana caranya bisa dapet duit buat taruhan sama temen ?Atau, rasa ingin tahu mereka juga dapat diwakilkan dengan beberapa tingkah laku,seperti:1. Menyimpangkan uang SPP/semesteran2. Membentuk kelompok yang beraliran punk/ emo3. Merokok, memakai narkoba sebagai bukti soladaritas dalam kelompok 4. Mencuri/berjudi supaya bisa dapet duit untuk taruhan.5. Dll.Dari perbandingan pola fikir antara remaja zaman dulu dengan remaja zaman sekarangtampak sekali jurang besar yang membedakan kedua pola fikir para remaja. Hal initerjadi seiring dengan semakin tingginya teknologi, masuknya budaya-budaya asing,tingkat persaingan yang sangat tinggi.Menurut Havighurst, remaja mempunyai tugas perkembangan sebagai berikut:
 
1. Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya, baik priamaupun wanita.2. Mencapai peran sosial pria dan wanita.3. Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif.4. Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab.5. Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang-orang dewasa lainnya.6. Mempersiapkan karier ekonomi.7. Mempersiapkan perkawinan dan keluarga.8. Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilakumengembangkan ideologi.Jika dulu yang remaja pikirkan adalah masa depan, dan kebahagiaan orang tua mereka,maka zaman sekarang gaya adalah yang terpenting!Kenakalan remaja biasa disebut dengan istilah Juvenile berasal dari bahasa Latin juvenilis, yang artinya anak-anak, anak muda, ciri karakteristik pada masa muda, sifat-sifat khas pada periode remaja, sedangkan delinquent berasal dari bahasa latin“delinquere” yang berarti terabaikan, mengabaikan, yang kemudian diperluas artinyamenjadi jahat, nakal, anti sosial, kriminal, pelanggar aturan, pembuat ribut, pengacau peneror, durjana dan lain sebagainya. Juvenile delinquency atau kenakalan remaja adalah perilaku jahat atau kenakalan anakanak muda, merupakan gejala sakit (patologis) secarasosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial,sehingga mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang. Istilah kenakalanremaja mengacu pada suatu rentang yang luas, dari tingkah laku yang tidak dapatditerima sosial sampai pelanggaran status hingga tindak kriminal.(Kartono, 2003).Mussen dkk (1994), mendefinisikan kenakalan remaja sebagai perilaku yang melanggar hukum atau kejahatan yang biasanya dilakukan oleh anak remaja yang berusia 16-18tahun, jika perbuatan ini dilakukan oleh orang dewasa maka akan mendapat sangsihukum. Hurlock (1973) juga menyatakan kenakalan remaja adalah tindakan pelanggaranhukum yang dilakukan oleh remaja, dimana tindakan tersebut dapat membuat seseorangindividu yang melakukannya masuk penjara. Sama halnya dengan Conger (1976) &Dusek (1977) mendefinisikan kenakalan remaja sebagai suatu kenakalan yang dilakukanoleh seseorang individu yang berumur di bawah 16 dan 18 tahun yang melakukan perilaku yang dapat dikenai sangsi atau hukuman.Sarwono (2002) mengungkapkan kenakalan remaja sebagai tingkah laku yangmenyimpang dari norma-norma hukum pidana, sedangkan Fuhrmann (1990)menyebutkan bahwa kenakalan remaja suatu tindakan anak muda yang dapat merusak dan menggangu, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Santrock (1999) jugamenambahkan kenakalan remaja sebagai kumpulan dari berbagai perilaku, dari perilakuyang tidak dapat diterima secara sosial sampai tindakan kriminal.Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kecenderungan kenakalanremaja adalah kecenderungan remaja untuk melakukan tindakan yang melanggar aturanyang dapat mengakibatkan kerugian dan kerusakan baik terhadap dirinya sendiri maupunorang lain yang dilakukan remaja di bawah umur 17 tahun.Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kecenderungan kenakalan remaja adalahseperti yang dijelaskan di bawah ini.Faktor-faktor kenakalan remaja menurut Santrock, (1996) lebih rinci dijelaskan sebagai berikut :

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->