PENDAHULUANLatar Belakang
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah dan pemurah, senangmenolong, agaknya benar adanya. Barangkali kita tidak percaya bahwa berdasarkan penelitian lembaga PIRAC (
Membangun Kemandirian Berkarya
,2002) pada tahun 2001 ternyata tingkat kedermawanan masyarakat Indonesiacukup tinggi. Dari 2.500 orang responden yang berasal dari 11 kota besar diseluruh Indonesia sebanyak 96% menyatakan pernah melakukan kegiatanmenyumbang kepada perorangan. Masih dari penelitian yang sama diketahui pula bahwa kedermawanan di Indonesia sebagian besar dimotivasi oleh perintah-perintah agama, baik berupa anjuran, kewajiban, maupun sanksi-sanksi akhirat bagi yang tidak melaksanakan. Bahkan krisis 1997 yangmelanda Indonesia, tidak mengurangi kebiasaan sebagian besar responden(82%) dalam menyumbang.Kaum muslimin Indonesia, sebagai komunitas mayoritas, tentumengambil peranan terbesar dalam kedermawanan. Ajaran Islam mewajibkanummatnya untuk menunaikan zakat atas harta-harta kekayaan, baik berupaemas, perak, ternak, hasil pertanian, simpanan harta, dan lain sebagainya. Ada juga perintah-perintah untuk mengeluarkan infak-sedekah, menyantuni anak yatim, memberi makanan berbuka puasa, dan menyembelih hewan kurban. Inimenunjukkan bahwa kebiasaan memberi (berderma) menempati posisi yangstrategis dalam ajaran Islam. Selain motivasi menolong sesama, berderma juga berfungsi membersihkan harta dan hati si dermawan.
BAB II
Leave a Comment