Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
072

072

Ratings: (0)|Views: 33 |Likes:
Published by downloadreferensi

More info:

Published by: downloadreferensi on May 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2013

pdf

text

original

 
 
Fakultas Ekonomi Universitas Syiah KualaBanda Aceh, 21-22 Juli 2011
 1
 ANALISIS PENGARUH PENGALAMAN AUDITOR, KOMITMEN PROFESIONAL,ORIENTASI ETIS DAN NILAI ETIKA ORGANISASITERHADAP PERSEPSI DAN PERTIMBANGAN ETIS( AUDITOR BADAN PEMERIKSA KEUANGAN INDONESIA)Indira JanuartiUniversitas Diponegoro)
The aims of this study are to analyze
 
auditor experience, professional commitment, ethical orientation, corporateethical value to perception and ethical judgement. 183 thegoverment auditors BPK Jakarta and Semarang are used as asample. Analyzed with regresionThe result ethical orientation is significant related to perception and ethical judgment, but experience, professionalcommitment and corporate ethical value are not significant to perception and ethical judgement.Keywords : experience, professional commitment, ethicalorientation, corporate ethical value, perception and ethical judgement
PENDAHULUAN.
Penelitian tentang etika dan orientasi etis dalamakuntansi semakin marak dilakukan baik di luar negeri (Sweenydan Robert 1997; Radtke dan Robin 2000; Landry, et al. 2004;Haywood, et al. 2004;) maupun di Indonesia (Desriani 1993;Sihwahjoeni dan Gudono 2000; Rustiana 2006a; Agung 2007).Penelitian tentang etika tersebut banyak diteliti denganmelibatkan akuntan dan mahasiswa akuntansi karena dipicu olehsemakin banyaknya pelanggaran etika yang terjadi, misalnyakasus Sunbeam, Enron, Worldcom, Tyco, Health South yang ada di
 
 
Fakultas Ekonomi Universitas Syiah KualaBanda Aceh, 21-22 Juli 2011
 2
Amerika. Di Indonesia berdasarkan laporan Dewan KehormatanIkatan Akuntan Indonesia (IAI) periode 1990-1994 ada sebanyak21 kasus pelanggaran yang melibatkan 53 KAP (Rustiana 2006a).Pada tahun 2002 Dewan Kehormatan IAI juga telah memberikansangsi kepada 10 KAP yang melakukan pelanggaran berat saatmengaudit bank-bank yang dilikuidasi (Rustiana 2006a). Haltersebut menyebabkan adanya krisis kepercayaan pada profesiakuntansi, sehingga profesi akuntansi menjadi diragukanprofesionalismenya. Hal itu tentunya akan berdampak negativeterhadap profesi akuntansi.Untuk tetap mempertahankan sikap profesionalismenyakesadaran etis dan sikap profesional menjadi hal yang sangatpenting bagi seorang akuntan (Louwers, et al 1997). Dalammenjalankan tugasnya seorang akuntan secara terus menerusberhadapan dengan dilema etis yang melibatkan pilihan diantaranilai-nilai yang bertentangan. Persepsi etis dan pertimbanganetis auditor sangat diperlukan dalam menghadapi dilema etistersebut sedangkan keputusan yang diambil sangat dipengaruhioleh profesionalitas individu. Keputusan etis adalah sebuahkeputusan yang diterima oleh masyarakat baik secara legalmaupun moral (Trevino 1986; Jones 1991). Menurut Rest (1986)
 
 
Fakultas Ekonomi Universitas Syiah KualaBanda Aceh, 21-22 Juli 2011
 3
dua komponen untuk pengambilan keputusan etis, yaitusensitivitas (persepsi) etis dan pertimbangan etis.Hebert, et al. (1990) menyatakan bahwa persepsi etisadalah kemampuan seseorang untuk mengetahui adanya masalah-masalah etis yang terjadi dilingkungan kerjanya. Sedangkanyang dimaksud dengan pertimbangan etis adalah penilaianmengenai bermacam-macam tindakan yang dibenarkan oleh moral(Thorne 2000). Perspesi dan pertimbangan etis sangatdipengaruhi oleh pengetahuan sistem nilai yang dimiliki olehseseorang (Stead, et al. 1990). Determinan faktor pentingdalam pengambilan keputusan etis adalah faktor-faktor yangsecara unik berhubungan dengan individu pembuat keputusan.Variabel-variabel tersebut merupakan hasil dari prosessosialisai dan pengembangan masing-masing individu (Ford danRichardson 1994; Loe, et al.2000; Larkin 2000). Faktor-faktorindividual tersebut meliputi variabel-variabel yang merupakanciri pembawaan sejak lahir (gender, umur, kebangsaan dan lain-lain) sedangkan faktor-faktor lainnya adalah faktor-faktororganisasi, lingkungan kerja, profesi dan lain sebagainya.Khomsiyah dan Indriantoro (1998) menyatakan bahwa setiapindividu memiliki
 personal ethical philosophy 
yang akan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->