Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
jurnal paud

jurnal paud

Ratings: (0)|Views: 85 |Likes:
Published by Sandy Freeman

More info:

Published by: Sandy Freeman on May 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2013

pdf

text

original

 
1
PEMETAAN TINGKAT PENCAPAIAN MUTU PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI(PAUD) DI PROPINSI DIY
1
 Oleh: Hiryanto
2
, dkk
 Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1) kondisi penyelenggaraan danpengelolaan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini; 2). keterlaksanaan buku panduandan kesesuaiannya dengan kondisi penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikananak usia dini; 3).tingkat ketercapaian mutu pendidikan dari penyelenggaraan danpengelolaan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini; dan 4).faktor pendukung danpenghambat yang mempengaruhi tingkat ketercapaian mutu pendidikan anak usiadiniPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, Lokasi penelitianberada di Taman Penitipan Anak (TPA) dan Kelompok Bermain (KB) yang ada dikota Yogyakarta dan kabupaten Bantul sebanyak 13 lembaga, Adapun yang menjadisubjek penelitian adalah para pengelola dan tutor (pendidik) pada lembagapendidikan anak usia dini tersebut. Pengumpulan data dilakukan oleh penelitidibantu mahasiswa dengan menggunakan wawancara terpimpin dan observasi.Selanjutnya setelah data terkumpul analisis data dilakukan dengan caramendisplay data, reduksi dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Secara umum pedoman ataupenyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini dilihat dari 10 patokan program dikmasyang meliputi, peserta didik, tutor, pengelola/penyelenggara, programpembelajaran, kelompok belajar, sarana bermain, panti belajar, dana belajar, ragibelajar dan hasil belajar sudah terlaksana walaupun memiliki variasi, 2) Tingkatpencapaian mutu pendidikan anak usia dini dilihat dari Standar MinimalManajemen (SMM), Standar Minimal Tenaga Kependidikan (SMTK) dan StandarPelayanan Minimal (SPM), juga memiliki variasi yang sangat beragam dan 3) Faktorpendukung pencapaian mutu pendidikan anak usia dini adalah: meningkatnyakesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan anak usia dini, gencarnyasosialiasi yang dilakukan oleh pemerintah, sedangkan yang menjadi faktorpenghambat antara lain: keterbatasan pendanaan, kurangnya pengetahuan yangdimiliki oleh pendidik terkait dengan pendidikan anak usia dini, rendahnyapartisipasi masyarakat di bidang pendidikan anak usia dini, khususnya pada PAUDyang di perdesaanKata Kunci: Pendidikan Anak Usia Dini, Standar Pelayanan Minimal
1
. Hasil Penelitian Research Grant Program Hibah Kompetisi (PHK) A-2 Prodi PLS
2
. Dosen Jurusan PLS FIP UNY
 
2
Pendahuluan
Penyiapan SDM yang unggul harus dimulai sejak dini bahkan sejak pralahir karenapembentukan organ tubuh termasuk otak terjadi sejak 10-12 minggu setelah peristiwapembuahan. Menurut ahli neurology otak manusia terdiri dari bermilyar neuron sebagaiunit dasar otak dimana setiap neuron terdiri dari inti, badan sel, dendrite dan akson.Proses pembentukan jaringan otak manusia terjadi dalam empat tahap dimana tiga tahappertama terjadi pada masa pra lahir. Tahap 1-3 merupakan tahap embrional yang terjadisaat anak masih dalam kandungan, sedangkan tahap 4 merupakan tahap terakhir terjadisetelah anak lahir.Dalam penelitian lain, Bloom, dalam Sujiono (2005: 10) mengemukakan bahwapengembangan intelektual anak terjadi sangat pesat pada tahun-tahun awal kehidupananak. Sekitar 50 % variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia4 tahun, Peningkatan 30 % berikutnya terjadi pada usia 8 tahun dan 20 % sisanya padapertengahan atau akhir dasa warsa kedua. Ini berarti bahwa pengembangan yang terjadipada usia 0-4 tahun sama besarnya dengan pengembangan yang terjadi pada usia 4 tahunhingga 15-20 tahun. Pengembangan yang terjadi pada usia 4-8 tahun lebih besar daripadapengembangan yang terjadi pada usia 8 tahun hingga 15-20 tahun. Dalam kaitan ini Bloommengatakan bahwa 4 tahun pertama merupakan kurun waktu yang sangat peka terhadapkaya miskinnya lingkungan yang akan stimulasiBerdasarkan hasil penelitian di atas, maka tidaklah berlebihan apabila para ahlimenyebut periode pengembangan pada masa kanak-kanak sebagai masa emas (
 gold ages)
 yang hanya satu kali dan tidak bisa ditunda waktunya. Dalam kaitan ini karena stimulasidari lingkungan sangat diperlukan anak dalam mengembangkan potensi kecerdasan makaupaya pendidikan dini sebagai bentuk stimulasi psikososial sedini dan sebanyak mungkinpada usia dini menjadi hal yang sangat penting. Dengan cara ini diharapkan dapatmemberikan kontribusi secara signifikan terhadap upaya peningkatan kualitas SDM yangpada gilirannya bangsa kita akan menjadi bangsa yang berkualitas tinggi dan penuh dayasaing.Para penganut pahan nativisme, memandang bahwa anak yang dilahirkan telahmemiliki
blue print
berupa bakat sebagai potensi genetik yang dibawa sejak lahir. Faktorinilah yang membuat individu menjadi unik karena berbeda dengan individu lainnya.Penganut nativisme beranggapan bahwa anak berkembang secara alami seperti bunga di
 
3
taman, tumbuh, bertambah tinggi dan berbunga. Pengembangan tersebut mengikutikeumuman tahap pengembangan yang akan dialami oleh setiap anak. Namun Gaselimengakui bahwa lingkungan juga mempunyai peranan penting dalam mengembangkankemampuan bawaan. Sungguhpun anak lahir membawa bakat yang lebih dari satu namunbakat akan hilang apabila tidak mendapat dukungan dari lingkungan sekitarnya. Sedangkanmenurut ahli psikoanalisis, lingkungan memberi peran yang sangat besar dalampembentukan sikap, kepribadian dan pengembangan kemampuan anak. Dari lingkungananak aktif melakukan proses belajar. Kemampuan otak dapat terus ditingkatkan melaluibelajar.Mengingat pentingnya perkembangan anak usia dini, maka semenjak tahun 2001,telah dibentuk sebuah Direktorat PADU, dibawah Ditjen PLSP Depdiknas yang bertugasmemberikan pembinaan teknis terhadap upaya pelayanan pendidikan anak usia dini (0-6tahun yang dilaksanakan melalui Penitipan Anak, Kelompok Bermain dan satuan PADUsejenis agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai tahap tumbuh kembangdan potensi masing-masing.(Direktorat PADU, 2002: 1). Seiring dengan keberadaanDirektorat baru di masyarakat tumbuh lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PADU) dalamjalur pendidikan non formal baik dalam bentuk kelompok bermain (KB), Taman PenitipanAnak (TPA) ibarat jamur di musim kemarau, baik di masyarakat perkotaan maupun didesa-desa, walaupun di lihat dari perbandingan antara anak yang berusia dini denganketersediaan lembaga PADU belum seimbang, artinya masih banyak anak yang belumterlayani oleh lembaga PADU sebagaimana dikemukakan oleh Fasli Jalal (2002), bahwadari sekitar 26,17 juta anak usia dini (0-6 tahun, yang terlayani pendidikan baru 7,16 juta(27,36 %) . Apabila dirinci, usia 0-3 tahun ada 13,50 juta yang terlayani di Bina KeluargaBina atau yang sejenisnya baru 2,53 juta (18,74 %), Usia 4-6 tahun berjumlah 12, 67 juta,yang terlayani pendidikannya 4,63 juta (36,54%), yakni: di TK (± 1,6 juta), RA 0,5juta), di Kelompok bermain (± 4.800 anak) di Penitipan anak (± 9,200 anak) dan di SD/MI(± 2,6 juta),Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa masih ada kurang lebih 19,1juta (73 %) anak-anak usia dini yang belum mendapatkan pelayanan pendidikan secaraterprogram, padahal di Negara-negara maju seperti Inggris, Amerika juga Jepang,pendidikan anak usia dini ditempatkan pada prioritas yang amat tinggi, karena pada usiadini itulah sebenarnya pembentukan berbagai kemampuan otak, kejiwaan, fisik,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->