• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Berkelana Bersama Generasi Pertama
Berpetualang ke ”Negeri Dongeng”
Pernahkah Anda membaca buku
”Rijalu Khaular Rasul”
karya KhalidMuhammad Khalid ? Buku ini telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul
”Karakteristik Perihidup Enam Puluh Sahabat Rasulullah”
. Jika Anda belum pernahmembacanya, saya sarankan Anda segera membacanya. Jika Anda pernah membacanya,cobalah baca sekali lagi. Resapilah kisah-kisah sahabat Rasulullah dalam buku itu. Sebisamungkin imajinasikan kisah dalam buku itu terjadi pada zaman ini, maka Anda akanmerasakan memasuki sebuah negeri dongeng. Tapi, negeri dongeng itu benar-benar  pernah terjadi. Peristiwa-peristiwa dahsyat itu benar-benar pernah menghiasi ruangsejarah bumi ini. Indah tak terkira. Hingga seorang Michael H. Hart mengakui dengantulus, Sang Nabi yang menjadi panutan para sahabat itu berada pada posisi pertamasebagai manusia paling berpengaruh dalam sejarah dunia.Bumi ini pernah merasakan peradaban yang sangat indah. Namanya peradabanIslam. Masa keemasan peradaban Islam ini terjadi pada masa Rasulullah dan sahabat.Merekalah generasi pertama umat ini. Zaman dimana Islam benar-benar tegak secara
de jure
dan
de facto.
Maka Rasulullah menyematkan sebutan “sebaik-baik zaman” untuk masanya dan masa para sahabatnya.
Sebaik-baik zaman adalah zamanku (Rosulullah dan sahabat), kemudian zaman setelahnya (tabi’in), kemudian zaman setelahnya (tabi’ut tabi’in).
(HR Bukhari Muslim)Memang secara kekuasaan teritorial, masa Rasulullah dan sahabatnya bahkansampai khulafaurrasyidin yang terakhir, tidaklah sebesar masa-masa setelahnya. Namunsesungguhnya peletak dasar kokohnya peradaban Islam pada zaman berikutnyaditanamkan pada masa generasi pertama. Sesungguhnya peradaban Islam yang berkembang dan bertahan lebih dari tujuh abad, mereguk mata air ilmu dan hikmah darigenerasi pertama. Sesungguhnya manusia-manusia peradaban Islam yang terkenal sangat produktif pada masa berikutnya memperoleh inspirasi dari generasi pertama.Sekali lagi, saya mengajak Anda berkelana bersama generasi pertama danmemperhatikan kehidupan mereka dengan seksama! Kita akan melihat manusia-manusiayang total dalam pengorbanan, semangat dalam berkarya, tinggi dalam kepercayaan diri,131
 
khusu’ dalam ibadah, tawadhu dalam pergaulan, tulus dalam cinta dan memberi, beranidalam menegakkan kebenaran, takut dalam ketakwaan, optimis dalam menjalanikehidupan. Dan seluruh sifat-sifat baik itu berada pada puncak-puncaknya.Coba perhatikan karakter mereka! Maka kita akan menemukan setiap sahabatmemiliki karakter khas yang bisa kita jadikan teladan dalam wilayah profesi apapun. Jikakita ingin meneladani entrepheneur sejati, maka ada Abdurrahman bin Auf. Abdurrahman bin Auf termasuk salah satu sahabat yang hijrah ke Madinah. Di Madinah, dirinyadipersaudarakan dengan salah seorang sahabat Anshor bernama Sa’ad bin Rabi. Sebagaisaudara seiman Sa’ad bin Rabi’ menawarkan apa yang dimiliknya kepada saudaranya,”Saudaraku, aku adalah penduduk Madinah yang paling banyak hartanya. Aku memilikidua kebun dan aku memiliki dua istri. Pilihlah kebun mana yang kau sukai, sehingga akumemberikannya kepadamu. Pilihlah istriku yang kausukai agar aku menalaknyauntukmu!”Abdurrahman menjawab, ”Semoga Allah memberkati keluargamu dan hartamu. Namun, tunjukan saja kepadaku dimana pasar!” Sa’ad lalu menurutinya. Abdurrahmanmulai berdagang sehingga ia mendapatkan keuntungan. Dalam waktu singkatAbdurrahman menikah dan ia kembali menjadi kaya raya.Abdurrahman berkata, ”Sepertinya dunia mendatangiku. Kurasa bila akumengangkat sebuah batu aku menduga bahwa aku akan menemukan emas atau perak di bawahnya.Dahsyat!! Ucapan ini bukanlah ungkapan kesombongan. Ucapan inimenunjukan kemampuan entrepheneur Abdurrahman yang menakjubkan. Di tanganseorang Abdurrahman segalanya bisa menjadi uang.Jika kita ingin menyaksikan kepiawaian seorang diplomat maka kita bisa temukan pada diri Ja’far bin Abu Thalib. Beliau adalah saudara sepupu Rasulullah yang ditugaskanuntuk memimpin rombongan hijrah pertama kaum muslimin ke Habasyah. Hijrah untuk menyelamatkan jiwa dan agama dari kebengisan para musyrikin Quraisy. Mendengar kaum muslimin hijrah ke Habasyah, kaum musyrikin Mekah mengutus delegasi untuk meminta kepada Raja Habsyah-bernama Najasyi-menangkap dan mengembalikanrombongan itu ke Mekah. Utusan Quraiys membawa hadiah yang dibagikan kepadasemua rahib dan pembantu raja agar permintaannya mendapat dukungan.Mari kita simak percakapan dan diplomasi seorang Ja’far yang menakjubkan131
 
sebagaimana ditulis oleh Khalid Muhammad Khalid dalam
”Rijalu Khaular Rasul”
Dengan penuh kebencian dan tuduhan pada kaum muslimin, utusan Quraisy berkata kepada Najasyi, ”Baginda Raja yang Mulia. Telah menyasar ke negeri Padukaorang bodoh dan tolol. Mereka tinggalkan agama nenek moyang mereka, tetapi tidak pulahendak memasuki agama Paduka. Bahkan mereka datang membawa agama baru yangmereka ada-adakan, yang tak pernah kami kenal, dan tidak pula oleh paduka. Sungguh,kami telah diutus oleh orang-orang mulia dan terpandang diantara bangsa dan bapak- bapak mereka, paman-paman mereka, keluarga-keluarga mereka, agar Paduka sudimengembalikan orang-orang ini pada kaumnya kembali.” Najasyi kemudian bertanya kepada kaum muslimin ”Agama apa yangmenyebabkan kalian meninggalkan bangsa kalian, tapi kalian tidak pula mau masuk keagama kami?”Ja’far pun bangkit berdiri, untuk menunaikan tugasnya sebagai pemimpin hijrah,lalu berkata: ”Wahai paduka yang mulia, dulu kami memang orang-orang yang jahil dan bodoh; kami menyembah berhala, memakan bangkai, melakukan pekerjaan-pekerjaankeji, memutuskan silaturahim, menyakiti tetangga, dan orang yang berhampiran. Yangkuat waktu itu memakan yang lemah. Hingga datanglah masanya Allah mengirimkanRasul-Nya kepada kami. Kami kenal asal-usulnya, kejujuran, ketulusan, dan kemuliaan jiwanya. Ia mengajak kami menyembah Allah dan mengabdikan diri kepada-Nya. Danagar membuang jauh-jauh apa yang pernah kami sembah bersama bapak-bapak kamidulu, berupa batu-batu dan berhala. Beliau menyuruh kami bicara benar, menunaikanamanah, menghubungkan silaturahim, berbuat baik pada tetangga, dan menahan diri darimenumpahkan darah yang dilarang Allah.”Dilarangnya kami berbuat keji dan zina, mengeluarkan ucapan bohong,memakan harta anak yatim, dan menuduh berbuat jahat kepada wanita baik-baik. Lalukami benarkan dia dan kami beriman kepadanya, dan kami ikuti dengan taat apa yangdisampaikan dari Tuhannya. Lalu kami beribadah kepada Tuhan Yang Esa dan tidak kami persekutukan sedikitpun juga, kami mengharamkan apa yang diharamkannya bagi kami,dan kami menghalalkan apa yang dihalalkan bagi kami. Karenanya kaum kami memusuhikami, menggoda kami dari agama kami, agar kami kembali menyembah berhala, dankepada perbuatan-perbuatan jahat yang pernah kami lakukan dulu. Maka sewaktu mereka131
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...